pH Meter Meleset? 5 Langkah Mudah Kalibrasi Alat Ukur untuk Hasil Panen yang Presisi
Refa - Tuesday, 03 February 2026 | 05:00 PM


Akurasi adalah fondasi dari kesuksesan hidroponik. Tanpa data yang valid, ibarat mengemudikan kendaraan dalam kabut tebal, tidak akan tahu apakah larutan nutrisi sudah cukup pekat atau justru terlalu asam bagi akar. Di tahun 2026, meskipun alat digital semakin terjangkau, banyak pemula yang gagal karena terlalu percaya pada angka di layar tanpa pernah melakukan Kalibrasi.
Kalibrasi adalah proses "mengingatkan kembali" alat ukur pada standar nilai yang benar. Seiring penggunaan, sensor pada TDS dan pH meter akan mengalami penurunan sensitivitas (drift). Berikut adalah panduan rahasia melakukan kalibrasi mandiri agar angka nutrisi tetap akurat dan tanaman tetap tumbuh optimal.
1. Mengapa Kalibrasi Itu Wajib?
Banyak pengguna mengeluh tanamannya kerdil padahal angka TDS menunjukkan 1200 PPM. Masalahnya sering kali bukan pada tanaman, melainkan pada alat ukur yang sudah tidak akurat.
- pH Meter: Memiliki sensor berupa bola kaca tipis yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan kerak mineral. Tanpa kalibrasi, angka 6.0 yang terbaca bisa saja aslinya adalah 7.5, yang berarti zat besi tidak bisa diserap tanaman.
- TDS Meter: Meski lebih stabil dibanding pH meter, residu garam mineral yang menempel pada elektroda dapat memengaruhi hantaran listrik dan memberikan hasil yang meleset.
2. Persiapan Alat dan Bahan
Sebelum memulai, siapkan bahan-bahan standar berikut (biasanya disertakan saat pembelian alat atau bisa dibeli di toko hidroponik):
- Bubuk/Cairan Kalibrasi pH: Biasanya terdiri dari tiga titik standar: pH 4.01, pH 6.86, dan pH 9.18.
- Cairan Kalibrasi TDS (Optional): Larutan standar dengan nilai PPM tertentu (misal 1413 µS/cm).
- Air Distilasi/Air RO: Digunakan sebagai air murni untuk melarutkan bubuk standar dan membilas alat. Jangan gunakan air keran karena mengandung mineral yang akan merusak akurasi kalibrasi.
3. Langkah Kalibrasi pH Meter (Sistem 3 Titik)
Untuk hasil terbaik, gunakan metode tiga titik agar alat akurat di rentang asam hingga basa.
- Larutkan Bubuk: Campurkan masing-masing bubuk standar ke dalam 250ml air distilasi dalam wadah bersih yang berbeda.
- Celup dan Tekan: Celupkan pH meter ke dalam larutan pH 6.86. Tekan tombol 'CAL' selama 5 detik hingga angka berkedip dan berhenti di nilai yang sesuai.
- Bilas: Angkat alat, bilas dengan air distilasi bersih, dan keringkan perlahan dengan tisu (jangan digosok, cukup ditempelkan).
- Ulangi: Lakukan hal yang sama untuk larutan pH 4.01 dan pH 9.18.
- Verifikasi: Celupkan kembali ke larutan 6.86. Jika angka menunjukkan nilai yang sama, kalibrasi berhasil.
4. Cara Kalibrasi TDS Meter
TDS meter lebih jarang membutuhkan kalibrasi dibanding pH meter, namun tetap perlu dicek setiap 1-2 bulan sekali.
- Metode Cairan Standar: Celupkan alat ke larutan standar (misal 1000 PPM). Jika layar menunjukkan 1050, gunakan obeng kecil (pada model lama) atau tombol digital untuk menyesuaikan angka ke 1000.
- Metode Air RO: Sebagai cara darurat, bisa mencelupkan TDS ke air RO murni. Angka harus menunjukkan 000 - 010 PPM. Jika lebih dari itu, berarti alat perlu disesuaikan atau elektrodanya kotor.
5. Tips Menjaga Alat Agar Awet dan Akurat
Kalibrasi akan sia-sia jika alat tidak dirawat dengan benar. Lakukan rutinitas ini:
- Selalu Bilas: Setelah mengukur nutrisi, bilas ujung sensor dengan air bersih untuk menghilangkan sisa garam mineral.
- Penyimpanan Basah (pH Meter): Jangan biarkan sensor pH meter kering total dalam waktu lama. Teteskan sedikit cairan penyimpanan (KCL) pada tutupnya agar sensor tetap lembap.
- Cek Baterai: Baterai yang lemah sering kali menyebabkan pembacaan angka melompat-lompat atau tidak stabil.
Penutup: Data Benar, Panen Segar
Investasi waktu 10 menit untuk kalibrasi setiap dua minggu sekali akan menyelamatkan investasi nutrisi dan benih Anda. Dengan alat yang terkalibrasi, Anda memiliki kepercayaan diri penuh bahwa setiap tetes AB Mix yang Anda berikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Next News

Surga Anggrek Tersembunyi di Jantung Pegunungan Meratus
in 4 hours

Burung Lonceng Putih Si Pemilik Suara Terkeras di Dunia
in 3 hours

Waspada Bau Napas Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius Ini
6 hours ago

Fakta Medis Empat Suplemen Jantung Populer yang Wajib Diketahui
7 hours ago

Penyebab Wajan Stainless Steel Berubah Warna dan Solusinya
8 hours ago

Hutan Gundul Picu Wabah Virus Nipah Kembali Mengancam
9 hours ago

Persahabatan Ternyata Obat Alami Paling Ampuh untuk Tubuh
10 hours ago

Mau Cabai Hidroponik yang Kokoh? Simak Panduan Topping untuk Petani Urban
12 hours ago

Apa Itu Teknik Pruning pada Tanaman Hidroponik?
11 hours ago

Bahaya Fatal Buah Bekas Gigitan Kelelawar untuk Anak
13 hours ago






