Apa Itu Teknik Pruning pada Tanaman Hidroponik?
Refa - Tuesday, 03 February 2026 | 04:00 PM


Dalam ekosistem hidroponik yang terbatas oleh ruang dan nutrisi, efisiensi adalah segalanya. Sering kali, tanaman menghabiskan terlalu banyak energi untuk menumbuhkan daun yang tidak perlu atau cabang yang tidak produktif. Di tahun 2026, para petani urban mulai beralih ke teknik Pruning (pemangkasan) sebagai cara cerdas untuk memanipulasi pertumbuhan tanaman agar lebih cepat mencapai masa panen.
Pruning bukan sekadar memotong bagian tanaman secara acak, melainkan sebuah seni manajemen energi. Dengan membuang bagian yang tidak efisien, tanaman dapat mengalihkan seluruh nutrisi dari larutan AB Mix langsung ke bagian yang paling kita inginkan: daun yang lebih lebar atau buah yang lebih besar.
1. Apa Itu Teknik Pruning?
Pruning adalah tindakan pembuangan bagian tertentu dari tanaman seperti daun yang sudah tua, tunas air, atau cabang yang tidak produktif.
- Prinsip Dasar: Tanaman memiliki energi terbatas. Jika energi tersebut terbagi ke 100 daun kecil, pertumbuhan akan lambat. Namun, jika energi difokuskan ke 50 daun utama, tanaman akan tumbuh lebih bongsor dan sehat dalam waktu yang lebih singkat.
- Tujuan: Meningkatkan sirkulasi udara, memastikan cahaya matahari mencapai bagian dalam tanaman, dan mempercepat fase pematangan.
2. Bagian Tanaman yang Wajib Dipangkas
Tidak semua daun boleh dipotong. Berikut adalah daftar bagian yang harus menjadi target utama pruning Anda:
- Daun Tua di Bagian Bawah: Daun-daun terbawah sering kali tidak lagi mendapatkan cahaya matahari karena terhalang daun di atasnya. Daun ini justru menjadi "beban" karena tetap menyedot nutrisi tanpa menghasilkan energi (fotosintesis).
- Tunas Air (Suckers): Pada tanaman buah seperti tomat atau cabai hidroponik, tunas air sering muncul di ketiak batang. Tunas ini akan tumbuh menjadi cabang baru yang mencuri nutrisi dari batang utama. Segera petik tunas ini dengan tangan.
- Daun yang Sakit atau Menguning: Segera buang daun yang menunjukkan gejala serangan hama atau defisiensi agar tidak menular ke bagian lain dan tidak menghabiskan energi untuk "perbaikan" yang sia-sia.
3. Cara Melakukan Pruning yang Benar
Melakukan pemangkasan yang salah justru bisa membuat tanaman stres atau memicu pembusukan karena luka terbuka.
- Gunakan Alat yang Steril: Gunakan gunting kecil yang tajam dan sudah dibersihkan dengan alkohol. Luka potong yang bersih akan menutup lebih cepat.
- Jangan Lebih dari 30%: Aturan emas dalam pruning adalah jangan pernah membuang lebih dari 25% - 30% total daun tanaman dalam satu waktu. Jika terlalu banyak, tanaman akan mengalami syok dan berhenti tumbuh sementara.
- Waktu Eksekusi: Lakukan pruning di pagi hari saat tanaman sedang dalam kondisi paling segar (turgor tinggi). Ini membantu luka pada batang atau dahan mengering lebih cepat saat matahari mulai terik.
4. Manfaat Nyata untuk Kebun Hidroponik
Di lahan sempit perumahan, pruning memberikan keuntungan ganda yang sangat terasa:
- Sirkulasi Udara Terjaga: Dengan membuang daun yang terlalu rimbun di bagian tengah, udara dapat mengalir dengan baik. Ini sangat krusial untuk mencegah kelembapan berlebih yang memicu jamur dan busuk akar.
- Panen Lebih Seragam: Nutrisi yang terfokus membuat ukuran sayuran atau buah menjadi lebih rata dan seragam, sehingga kualitas panen setara dengan kualitas supermarket.
- Memperpanjang Usia Produktif: Pada beberapa tanaman, pruning rutin dapat merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru yang lebih segar, sehingga masa panen bisa dilakukan berulang kali (teknik regrow).
Penutup: Jangan Takut untuk Memotong
Bagi pemula, memotong bagian tanaman yang terlihat sehat sering kali terasa menyedihkan. Namun, ingatlah bahwa pruning adalah bentuk kasih sayang untuk membantu tanaman mencapai potensi maksimalnya. Dengan melakukan pemangkasan yang tepat dan konsisten, kebun hidroponik tidak hanya akan terlihat lebih rapi, tetapi juga akan memberikan hasil panen yang lebih cepat, lebih besar, dan tentu saja lebih memuaskan.
Next News

Surga Anggrek Tersembunyi di Jantung Pegunungan Meratus
in 4 hours

Burung Lonceng Putih Si Pemilik Suara Terkeras di Dunia
in 3 hours

Waspada Bau Napas Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius Ini
6 hours ago

Fakta Medis Empat Suplemen Jantung Populer yang Wajib Diketahui
7 hours ago

Penyebab Wajan Stainless Steel Berubah Warna dan Solusinya
8 hours ago

Hutan Gundul Picu Wabah Virus Nipah Kembali Mengancam
9 hours ago

Persahabatan Ternyata Obat Alami Paling Ampuh untuk Tubuh
10 hours ago

Mau Cabai Hidroponik yang Kokoh? Simak Panduan Topping untuk Petani Urban
12 hours ago

pH Meter Meleset? 5 Langkah Mudah Kalibrasi Alat Ukur untuk Hasil Panen yang Presisi
10 hours ago

Bahaya Fatal Buah Bekas Gigitan Kelelawar untuk Anak
13 hours ago






