Burung Lonceng Putih Si Pemilik Suara Terkeras di Dunia
Nisrina - Wednesday, 04 February 2026 | 06:15 AM


Hutan hujan Amazon menyimpan ribuan misteri yang belum sepenuhnya terungkap oleh ilmu pengetahuan. Di antara rimbunnya pepohonan dan kabut pegunungan yang tebal terdapat satu spesies burung yang memiliki kemampuan luar biasa. Burung ini bukan dikenal karena keindahan bulu warna warninya atau tariannya yang anggun melainkan karena teriakannya yang memekakkan telinga.
Burung tersebut adalah Burung Lonceng Putih atau dalam bahasa ilmiah dikenal sebagai Procnias albus. Baru baru ini para peneliti menobatkan burung ini sebagai pemilik suara terkeras di dunia mengalahkan pemegang rekor sebelumnya yaitu Screaming Piha. Fenomena ini menarik perhatian dunia sains karena volume suara yang dihasilkan burung seukuran merpati ini setara dengan kebisingan konser musik rock atau mesin jet tempur.
Artikel ini akan mengupas tuntas segala fakta unik tentang Burung Lonceng Putih mulai dari anatomi tubuhnya yang spesial ritual kawinnya yang ekstrem hingga ancaman lingkungan yang mengintai keberlangsungannya. Simak ulasan lengkapnya berikut ini untuk mengenal lebih dekat si kecil bersuara guntur dari Amazon.
Rekor Dunia Suara Paling Bising
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal biologi terkemuka Burung Lonceng Putih jantan mampu menghasilkan suara hingga mencapai 125 desibel. Angka ini sangat fantastis untuk ukuran makhluk hidup sekecil itu. Sebagai perbandingan batas aman pendengaran manusia rata rata adalah 85 desibel.
Suara 125 desibel setara dengan suara mesin bor pneumatik atau suara konser musik rock yang didengar dari jarak dekat. Bahkan suara ini lebih keras daripada suara mesin pesawat jet saat lepas landas jika diukur dari jarak tertentu. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh burung Screaming Piha yang memiliki volume suara sekitar 116 desibel.
Perbedaan 9 desibel mungkin terdengar kecil namun dalam skala logaritmik suara peningkatan ini berarti tekanan suara yang dihasilkan Burung Lonceng Putih hampir tiga kali lipat lebih kuat dibandingkan Screaming Piha. Teriakan ini begitu keras hingga bisa terdengar dari jarak beberapa kilometer melintasi lembah dan pegunungan hutan Amazon.
Penampilan Fisik yang Unik
Sesuai dengan namanya Burung Lonceng Putih jantan memiliki bulu yang dominan berwarna putih bersih. Salah satu ciri fisik yang paling mencolok adalah adanya wattle atau pial daging panjang yang menggantung dari paruh bagian atasnya. Pial ini berwarna hitam dengan sedikit bintik putih dan menjadi daya tarik tersendiri saat burung ini sedang beraksi.
Sebaliknya burung betina memiliki penampilan yang jauh berbeda dan lebih sederhana. Bulu betina berwarna hijau zaitun dengan garis garis kekuningan. Warna ini berfungsi sebagai kamuflase alami agar mereka tidak mudah terlihat oleh predator saat sedang mengerami telur di sarang. Perbedaan fisik yang mencolok antara jantan dan betina ini disebut sebagai dimorfisme seksual.
Burung ini biasanya ditemukan di wilayah pegunungan hutan hujan Amazon bagian utara termasuk di negara Brasil Venezuela dan Guyana. Mereka hidup di kanopi hutan yang tinggi dan memakan buah buahan sebagai sumber makanan utamanya.
Rahasia Anatomi Penghasil Suara
Bagaimana mungkin burung dengan berat hanya sekitar seperempat kilogram bisa menghasilkan suara sekeras mesin industri. Para ilmuwan menemukan bahwa rahasianya terletak pada anatomi tubuh dan pola makan mereka.
Burung Lonceng Putih memiliki otot perut yang sangat tebal dan kuat jauh lebih berkembang dibandingkan burung seukurannya. Otot perut ini berfungsi seperti pompa udara yang kuat. Selain itu paruh mereka yang lebar memungkinkan mulut terbuka sangat besar saat berkicau. Paruh yang lebar ini sebenarnya berevolusi untuk memudahkan mereka menelan buah buahan hutan berukuran besar secara utuh namun juga berfungsi ganda sebagai pengeras suara alami atau megaphone.
Kombinasi antara dorongan udara yang kuat dari perut dan bentuk mulut yang lebar seperti terompet inilah yang memungkinkan mereka memproyeksikan suara dengan amplitudo yang sangat tinggi.
Ritual Kawin yang Berisiko Tuli
Salah satu perilaku paling aneh dan menarik dari Burung Lonceng Putih adalah cara mereka memikat pasangan. Tidak seperti burung lain yang berkicau merdu dari kejauhan pejantan spesies ini justru melakukan "serangan sonik" jarak dekat.
Saat musim kawin tiba pejantan akan mengundang betina untuk mendekat ke dahan tempatnya bertengger. Ketika betina sudah duduk tepat di sebelahnya sang jantan akan memutar tubuhnya dan berteriak sekeras kerasnya tepat di depan wajah sang betina.
Para peneliti sempat bingung mengapa betina mau bertahan di dekat sumber suara yang begitu menyakitkan. Hipotesis yang paling kuat adalah bahwa betina menggunakan kekuatan suara ini sebagai tolak ukur kualitas pejantan. Semakin keras suaranya semakin sehat dan kuat pula kondisi fisik pejantan tersebut. Namun perilaku ini juga menimbulkan risiko kerusakan pendengaran permanen bagi sang betina.
Ancaman Perubahan Iklim
Meskipun saat ini status konservasi Burung Lonceng Putih masih dianggap "Risiko Rendah" oleh IUCN masa depan mereka tidak sepenuhnya aman. Ancaman terbesar datang dari kerusakan habitat dan perubahan iklim global.
Spesies ini hidup di hutan awan atau pegunungan tinggi. Seiring dengan meningkatnya suhu bumi akibat pemanasan global zona habitat yang cocok bagi mereka akan bergeser ke tempat yang lebih tinggi. Masalahnya jika mereka sudah berada di puncak gunung tidak ada lagi tempat yang lebih tinggi untuk dituju.
Deforestasi atau penebangan hutan di Amazon juga semakin mempersempit ruang gerak mereka. Jika tren ini terus berlanjut bukan tidak mungkin suara terkeras di dunia ini suatu hari nanti akan hening selamanya.
Next News

Surga Anggrek Tersembunyi di Jantung Pegunungan Meratus
in 6 hours

Waspada Bau Napas Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius Ini
4 hours ago

Fakta Medis Empat Suplemen Jantung Populer yang Wajib Diketahui
5 hours ago

Penyebab Wajan Stainless Steel Berubah Warna dan Solusinya
6 hours ago

Hutan Gundul Picu Wabah Virus Nipah Kembali Mengancam
7 hours ago

Persahabatan Ternyata Obat Alami Paling Ampuh untuk Tubuh
8 hours ago

Mau Cabai Hidroponik yang Kokoh? Simak Panduan Topping untuk Petani Urban
11 hours ago

pH Meter Meleset? 5 Langkah Mudah Kalibrasi Alat Ukur untuk Hasil Panen yang Presisi
9 hours ago

Apa Itu Teknik Pruning pada Tanaman Hidroponik?
10 hours ago

Bahaya Fatal Buah Bekas Gigitan Kelelawar untuk Anak
11 hours ago






