Ceritra
Ceritra Warga

Bahaya Fatal Buah Bekas Gigitan Kelelawar untuk Anak

Nisrina - Tuesday, 03 February 2026 | 02:45 PM

Background
Bahaya Fatal Buah Bekas Gigitan Kelelawar untuk Anak
Ilustrasi (Mongabay/)

Buah buahan adalah sumber vitamin alami yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Banyak orang tua yang merasa senang jika anak anak mereka gemar mengonsumsi buah buahan segar. Terlebih lagi bagi keluarga yang tinggal di lingkungan asri atau pedesaan memetik buah langsung dari pohon atau menemukan buah yang jatuh di halaman rumah sering kali menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Namun di balik kesegaran buah tersebut tersimpan potensi bahaya yang sering kali luput dari perhatian kita. Fenomena menemukan buah mangga jambu atau sawo yang jatuh dengan bekas gigitan hewan adalah hal yang lumrah. Sering kali karena merasa sayang membuang buah yang terlihat masih ranum orang tua atau anak anak hanya memotong bagian yang tergigit dan memakan sisanya.

Kebiasaan ini ternyata sangat berbahaya dan harus segera dihentikan. Para ahli kesehatan dan pemerintah baru baru ini mengeluarkan peringatan keras agar orang tua melarang anak anak memakan buah bekas gigitan kelelawar atau hewan liar lainnya. Artikel ini akan mengupas tuntas risiko medis yang mengintai di balik air liur kelelawar dan mengapa tindakan pencegahan ini bisa menyelamatkan nyawa buah hati Anda.

Ancaman Virus Mematikan dalam Air Liur

Kelelawar terutama jenis kalong atau pemakan buah dikenal sebagai reservoir atau inang alami bagi berbagai jenis virus berbahaya. Meskipun kelelawar itu sendiri terlihat sehat dan bisa terbang bebas tubuh mereka bisa membawa patogen yang mematikan bagi manusia.

Ketika kelelawar menggigit buah air liur mereka akan tertinggal pada daging buah tersebut. Masalah utamanya adalah air liur ini bisa mengandung virus zoonosis yaitu virus yang dapat menular dari hewan ke manusia. Salah satu ancaman terbesar yang menjadi perhatian dunia kesehatan saat ini adalah Virus Nipah.

Virus ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Ia bisa bertahan hidup pada buah yang terkontaminasi air liur atau urin kelelawar dalam waktu tertentu. Jika anak anak memakan buah tersebut virus akan masuk ke dalam tubuh melalui sistem pencernaan dan mulai menginfeksi sel sel tubuh. Penyakit yang ditimbulkan bukanlah sakit perut biasa melainkan infeksi berat yang menyerang sistem pernapasan dan saraf pusat.

Mitos Membuang Bagian yang Tergigit

Salah satu kesalahpahaman terbesar di masyarakat adalah anggapan bahwa membuang bagian bekas gigitan sudah cukup untuk membuat buah tersebut aman. Logikanya adalah jika bagian yang terkena air liur dibuang maka sisanya bersih. Sayangnya logika ini keliru dalam konteks mikrobiologi.

Virus dan bakteri berukuran mikroskopis. Saat kelelawar menggigit tekanan dari gigitan tersebut bisa membuat cairan yang terkontaminasi meresap lebih dalam ke serat buah di sekitar area gigitan. Selain itu kita tidak bisa memastikan apakah bagian lain dari buah tersebut tidak terkena jilatan atau urin hewan tersebut sebelum digigit.

Oleh karena itu para dokter hewan dan ahli penyakit menular menegaskan bahwa satu satunya langkah yang aman adalah membuang buah tersebut secara utuh. Jangan mengambil risiko hanya demi menyelamatkan sepotong buah karena biaya kesehatan yang harus ditanggung jika terinfeksi jauh lebih mahal daripada harga buah itu sendiri.

Mengapa Anak Anak Lebih Berisiko

Anak anak menjadi kelompok yang paling rentan dalam kasus ini karena dua faktor utama. Pertama adalah sistem kekebalan tubuh atau imunitas mereka yang belum berkembang sekuat orang dewasa. Tubuh anak anak akan lebih kesulitan melawan invasi virus baru yang masuk.

Kedua adalah faktor perilaku. Anak anak sering kali memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan kurang peduli terhadap kebersihan. Jika mereka melihat buah jatuh yang warnanya menarik mereka mungkin akan langsung memungut dan memakannya tanpa mencucinya terlebih dahulu atau tanpa melapor kepada orang tua.

Edukasi kepada anak menjadi sangat krusial di sini. Orang tua harus menjelaskan dengan bahasa yang sederhana bahwa buah yang ada bekas gigitannya adalah buah yang "sakit" dan tidak boleh dimakan.

Gejala Infeksi yang Harus Diwaspadai

Sebagai orang tua kita perlu peka terhadap perubahan kondisi kesehatan anak terutama jika kita tinggal di area yang banyak populasi kelelawarnya. Gejala infeksi virus yang ditularkan melalui kelelawar seperti Nipah biasanya muncul beberapa hari hingga dua minggu setelah paparan.

Gejala awal sering kali mirip dengan flu biasa seperti demam tinggi sakit kepala nyeri otot dan tenggorokan sakit. Namun kondisi ini bisa memburuk dengan sangat cepat. Gejala lanjutan yang lebih parah meliputi pusing rasa kantuk yang berlebihan kebingungan mental hingga kejang kejang.

Kondisi ini menandakan terjadinya radang otak atau ensefalitis yang bisa berujung pada koma dan kematian. Jika anak menunjukkan gejala gejala ini dan memiliki riwayat memakan buah yang mencurigakan segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat dan informasikan kecurigaan Anda kepada dokter.

Langkah Pencegahan di Lingkungan Rumah

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan di rumah untuk melindungi keluarga dari ancaman ini.

Langkah pertama adalah rajin membersihkan halaman. Jika Anda memiliki pohon buah di halaman rajinlah menyapu dan membuang buah yang jatuh ke tanah. Jangan biarkan anak anak bermain dengan buah yang jatuh.

Langkah kedua adalah mencuci buah dengan benar. Baik buah hasil panen sendiri maupun buah yang dibeli di pasar wajib dicuci di bawah air mengalir. Untuk perlindungan ekstra kupaslah kulit buah sebelum dimakan. Mengupas kulit buah adalah cara paling efektif untuk membuang kontaminan yang menempel di permukaan luar.

Langkah ketiga adalah memasak makanan hingga matang. Virus umumnya mati pada suhu tinggi. Hindari memberikan jus buah mentah dari buah yang kondisinya meragukan kepada anak anak.

Menjaga kesehatan anak adalah tanggung jawab utama orang tua. Dengan bersikap lebih waspada dan tegas melarang konsumsi buah bekas gigitan hewan kita telah melakukan langkah besar untuk menghindarkan keluarga dari ancaman penyakit zoonosis yang berbahaya.

Logo Radio
🔴 Radio Live