Mau Cabai Hidroponik yang Kokoh? Simak Panduan Topping untuk Petani Urban
Refa - Tuesday, 03 February 2026 | 03:00 PM


Dalam dunia budi daya cabai, teknik pemangkasan pucuk atau yang dikenal dengan istilah Topping merupakan strategi paling efektif untuk mengubah struktur tanaman. Secara alami, tanaman cabai cenderung tumbuh menjulang ke atas (dominansi apikal). Melalui teknik ini, hormon pertumbuhan dialihkan dari pucuk utama ke tunas-tunas samping, sehingga tanaman menjadi lebih pendek, rimbun, dan memiliki percabangan yang banyak.
Di tahun 2026, teknik ini menjadi standar bagi para petani urban yang menanam di lahan terbatas atau menggunakan sistem hidroponik. Tanaman yang lebih rimbun berarti luas area fotosintesis yang lebih besar, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas buah secara signifikan. Berikut adalah panduan teknis melakukan topping pada tanaman cabai dengan tepat.
1. Memahami Waktu Terbaik Melakukan Topping
Melakukan pemangkasan pada waktu yang salah dapat menyebabkan tanaman mengalami syok atau pertumbuhan yang terhenti (stunting). Ketepatan waktu adalah kunci utama kesuksesan teknik ini.
- Kriteria Daun: Tanaman cabai siap dipangkas jika sudah memiliki 5 hingga 7 pasang daun sejati (sekitar 10-14 helai daun). Pada tahap ini, sistem perakaran sudah cukup kuat untuk mendukung pemulihan pasca-pemangkasan.
- Kondisi Kesehatan: Pastikan tanaman dalam keadaan sangat sehat dan segar. Jangan pernah melakukan topping pada tanaman yang sedang layu, terserang hama, atau baru saja dipindahkan ke media tanam baru (transplanting).
2. Langkah-Langkah Teknis Pemangkasan
Proses pemangkasan harus dilakukan dengan presisi agar luka pada batang cepat mengering dan tunas baru segera muncul.
- Alat Potong: Gunakan gunting tanaman yang sangat tajam atau pisau cutter yang telah disterilkan menggunakan alkohol 70%. Pemotongan menggunakan tangan secara langsung sangat tidak disarankan karena dapat meninggalkan luka robek yang rawan infeksi jamur.
- Titik Potong: Potonglah batang utama di bagian atas ruas daun ke-4 atau ke-5. Sisakan sedikit jarak (sekitar 0,5 cm) di atas ketiak daun agar tunas baru di bawahnya tidak ikut rusak.
- Arah Potongan: Lakukan potongan miring agar jika ada air (seperti embun atau siraman), air tersebut tidak menggenang di bekas luka potong.
3. Perawatan Pasca-Topping
Setelah pucuk utama dibuang, tanaman akan segera mengaktifkan hormon sitokinin untuk menumbuhkan tunas-tunas samping di setiap ketiak daun yang tersisa.
- Pemberian Nutrisi: Tingkatkan sedikit dosis unsur Nitrogen (N) dalam larutan nutrisi untuk mendukung pembentukan vegetatif (daun dan tunas) yang baru.
- Intensitas Cahaya: Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup (minimal 6-8 jam). Cahaya yang kurang pasca-pemangkasan akan membuat tunas baru tumbuh kurus dan lemah (etiolasi).
- Pengamatan Tunas: Dalam waktu 7 hingga 10 hari, tunas-tunas baru akan terlihat muncul dari ketiak daun. Inilah yang nantinya akan menjadi cabang-cabang produktif yang menopang buah lebih banyak.
4. Keuntungan Nyata Teknik Topping
Penerapan topping memberikan dampak visual dan fungsional yang sangat berbeda dibandingkan tanaman yang dibiarkan tumbuh alami:
- Tanaman Lebih Kokoh: Batang utama akan tumbuh lebih tebal dan kuat karena tidak menanggung beban tinggi yang terlalu menjulang.
- Memaksimalkan Ruang: Tanaman yang rimbun ke samping sangat cocok untuk rak hidroponik atau pot di balkon perumahan yang memiliki langit-langit rendah.
- Potensi Panen Berlipat: Dengan jumlah cabang yang lebih banyak, secara otomatis jumlah bunga yang muncul juga akan meningkat, sehingga produksi buah cabai per pohon menjadi jauh lebih tinggi.
Penutup: Manajemen Pertumbuhan untuk Hasil Maksimal
Teknik topping adalah bentuk manajemen pertumbuhan yang cerdas. Meskipun pada awalnya tanaman akan terlihat lebih pendek, hasil jangka panjangnya jauh lebih menguntungkan. Pemangkasan yang dilakukan dengan berani dan benar akan mengubah tanaman cabai biasa menjadi "pohon mini" yang rimbun dan sarat akan buah.
Next News

Surga Anggrek Tersembunyi di Jantung Pegunungan Meratus
in 4 hours

Burung Lonceng Putih Si Pemilik Suara Terkeras di Dunia
in 3 hours

Waspada Bau Napas Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius Ini
6 hours ago

Fakta Medis Empat Suplemen Jantung Populer yang Wajib Diketahui
7 hours ago

Penyebab Wajan Stainless Steel Berubah Warna dan Solusinya
8 hours ago

Hutan Gundul Picu Wabah Virus Nipah Kembali Mengancam
9 hours ago

Persahabatan Ternyata Obat Alami Paling Ampuh untuk Tubuh
10 hours ago

pH Meter Meleset? 5 Langkah Mudah Kalibrasi Alat Ukur untuk Hasil Panen yang Presisi
10 hours ago

Apa Itu Teknik Pruning pada Tanaman Hidroponik?
11 hours ago

Bahaya Fatal Buah Bekas Gigitan Kelelawar untuk Anak
13 hours ago






