Ceritra
Ceritra Kota

Makna Mendalam Tradisi Penggunaan Nama Pahlawan untuk Jalan di Indonesia

Nisrina - Monday, 26 January 2026 | 04:45 PM

Background
Makna Mendalam Tradisi Penggunaan Nama Pahlawan untuk Jalan di Indonesia
Jalan Aries Munandar diambil dari nama pejuang Malang, mantan anggota PETA sekaligus teman dari Wali Kota Malang mendiang Ebes Sugiyono. (Radar Malang/Nabila Amelia)

Saat bepergian ke berbagai kota di Indonesia kita pasti sering menemukan nama jalan yang serupa di pusat keramaian. Nama tokoh besar seperti Jenderal Sudirman atau Pangeran Diponegoro seolah menjadi identitas wajib yang menghiasi jalan protokol setiap daerah. Fenomena keseragaman ini bukanlah sebuah kebetulan semata melainkan memiliki landasan sejarah yang kuat. Pemerintah memiliki alasan khusus mengapa nama para pejuang dipilih sebagai identitas ruang publik kita.

Alasan paling mendasar dari tradisi ini adalah sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara kepada jasa para pahlawan. Mengabadikan nama mereka di papan penunjuk jalan adalah cara agar perjuangan mereka tidak hilang ditelan zaman. Ini merupakan implementasi nyata dari ungkapan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Kita diingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini diraih melalui pengorbanan darah dan air mata mereka.

Penamaan jalan juga berfungsi sebagai media edukasi sejarah yang sangat efektif bagi generasi muda. Setiap kali masyarakat melintasi jalan tersebut memori kolektif tentang sejarah kemerdekaan akan terpanggil kembali secara tidak sadar. Hal ini memicu rasa ingin tahu anak-anak untuk mengenal lebih jauh siapa sosok di balik nama jalan yang mereka lewati setiap hari. Jalanan kota berubah menjadi ruang kelas terbuka yang mengajarkan nilai kepahlawanan.

Tujuan lainnya adalah untuk memupuk rasa nasionalisme dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. Kehadiran nama pahlawan nasional di berbagai pelosok negeri menjadi simbol pengikat bahwa kita berada dalam satu kesatuan sejarah yang sama. Semangat cinta tanah air diharapkan terus menyala di tengah hiruk pikuk aktivitas sehari-hari warga kota. Simbol perjuangan ini dihadirkan dekat dengan rutinitas agar kita tidak menjadi bangsa yang lupa pada akarnya.

Pemerintah daerah juga sering mengombinasikan pahlawan nasional dengan pahlawan lokal untuk mengangkat kebanggaan daerah. Tokoh yang berjuang di wilayah spesifik tersebut akan mendapatkan tempat istimewa di jantung kotanya sendiri sebagai bentuk apresiasi kearifan lokal. Langkah ini sekaligus memperkaya wawasan masyarakat tentang tokoh-tokoh daerah yang juga berkontribusi besar bagi republik. Kebanggaan regional ini sangat penting untuk merawat keberagaman budaya Indonesia.

Tradisi penamaan ini pada akhirnya menjadikan jalanan di Indonesia sebagai museum terbuka yang penuh makna filosofis. Papan nama jalan bukan sekadar petunjuk alamat atau arah tetapi juga monumen peringatan yang sunyi namun abadi. Kita diajak untuk terus merawat ingatan sejarah dan meneladani semangat juang setiap kali melangkahkan kaki di atasnya.

Logo Radio
🔴 Radio Live