Menjelajah Ternate Dari Jejak Portugis di Benteng Tolukko hingga Lanskap Ikonik Danau Ngade


Ternate bukan sekadar kota di Maluku Utar. Ia adalah "Kota Rempah" yang pernah menjadi pusat perebutan kekuasaan dunia. Menapakkan kaki di sini berarti berjalan di atas sejarah kolonial yang kental, dibalut dengan keindahan alam vulkanik yang dramatis.
Berikut adalah panduan menelusuri dua ikon terbaik Ternate, yaitu Benteng Tolukko yang bersejarah dan Danau Ngade yang pemandangannya ada di genggaman setiap orang Indonesia.
1. Benteng Tolukko: Saksi Bisu Kejayaan Cengkih
Berdiri tegak di atas bukit batu karang, Benteng Tolukko menawarkan pemandangan langsung ke arah laut dan Pulau Tidore.
- Arsitektur Unik: Jika dilihat dari udara, benteng ini memiliki bentuk yang unik karena mengikuti kontur bukit. Dibangun pertama kali oleh Portugis pada tahun 1540 (sebelum diambil alih Belanda), benteng ini berfungsi sebagai gudang penyimpanan rempah sekaligus pertahanan dari serangan musuh.
- Pemandangan Strategis: Dari puncak benteng, kamu bisa melihat betapa strategisnya posisi Ternate dahulu. Hamparan laut luas di hadapanmu adalah jalur utama kapal-kapal Eropa yang datang demi mendapatkan emas hijau: Cengkih dan Pala.
- Tips Berkunjung: Datanglah saat pagi hari (pukul 08.00 - 09.00) agar pencahayaan matahari pas untuk memotret kontras antara dinding batu tua yang gelap dengan birunya laut Maluku.
2. Danau Ngade: Pemandangan "Uang Seribu" yang Nyata
Kamu mungkin merasa familiar dengan pemandangan di Danau Ngade. Mengapa? Karena lanskap dari puncak bukit di dekat danau ini hampir mirip dengan gambar yang ada di uang kertas Rp1.000 (Emisi 2000).
- Pesona Dua Dunia: Danau Ngade unik karena posisinya yang sangat dekat dengan laut. Dari titik pandang (viewpoint), kamu akan melihat air tawar danau yang hijau tenang, dipisahkan oleh daratan tipis dengan birunya air laut yang dalam.
- Latar Belakang Gunung: Di kejauhan, Pulau Maitara dan Pulau Tidore menjulang gagah dari balik laut, menciptakan komposisi foto yang sempurna dan ikonik.
- Aktivitas: Selain berfoto di spot favorit, kamu juga bisa melihat aktivitas budidaya ikan air tawar di keramba-keramba yang ada di tengah danau.
Kuliner Pendamping: Air Guraka & Pisang Goreng Mulut Bebek
Menikmati senja di Ternate tidak lengkap tanpa mencoba kuliner khasnya:
- Air Guraka: Minuman jahe hangat yang dicampur dengan gula merah dan taburan kacang kenari di atasnya. Sangat cocok dinikmati di ketinggian bukit Ngade.
- Pisang Mulut Bebek: Pisang khas Maluku Utara yang digoreng tanpa tepung, disajikan dengan sambal roa. Perpaduan manis-gurih-pedas yang sangat unik.
Next News

NOUVEAU 2026: SMAN 5 Surabaya Satukan Dua Generasi Lewat Musik
2 months ago

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Taman Kucing, Kenalan dengan Scarlett's Friends di China
2 months ago

Bingung Mau ke Mana Long Weekend Ini? Pilih Event Surabaya Sesuai Mood-mu
2 months ago

Bukan Cuma Indonesia, Ini 7 Negara yang Merayakan Kemerdekaan di Bulan Agustus
2 months ago

Bukan Cuma Pekerja Pabrik, Ini 10 Profesi yang Paling Banyak Kena PHK
2 months ago

Maroon 5 Kembali ke JIS 2027, Ini Harga Tiket dan Jadwal Presale Lengkapnya
2 months ago

Resign dan Pindah ke Desa: Impian Hidup Tenang Tanpa Macet Kota
2 months ago

Keseruan Akhir Pekan di Livin Sounds of Downtown Surabaya
2 months ago

DBL : Bukan sekedar basket, Tapi lebaran tahunan anak SMA
2 months ago

Kota Masa Depan Akan Seperti Apa? Melihat Inovasi yang Mulai Terjadi Sekarang Hingga Beberapa Dekade Mendatang
3 months ago

