Menjelajah Ternate Dari Jejak Portugis di Benteng Tolukko hingga Lanskap Ikonik Danau Ngade
Refa - Tuesday, 17 February 2026 | 06:00 AM


Ternate bukan sekadar kota di Maluku Utar. Ia adalah "Kota Rempah" yang pernah menjadi pusat perebutan kekuasaan dunia. Menapakkan kaki di sini berarti berjalan di atas sejarah kolonial yang kental, dibalut dengan keindahan alam vulkanik yang dramatis.
Berikut adalah panduan menelusuri dua ikon terbaik Ternate, yaitu Benteng Tolukko yang bersejarah dan Danau Ngade yang pemandangannya ada di genggaman setiap orang Indonesia.
1. Benteng Tolukko: Saksi Bisu Kejayaan Cengkih
Berdiri tegak di atas bukit batu karang, Benteng Tolukko menawarkan pemandangan langsung ke arah laut dan Pulau Tidore.
- Arsitektur Unik: Jika dilihat dari udara, benteng ini memiliki bentuk yang unik karena mengikuti kontur bukit. Dibangun pertama kali oleh Portugis pada tahun 1540 (sebelum diambil alih Belanda), benteng ini berfungsi sebagai gudang penyimpanan rempah sekaligus pertahanan dari serangan musuh.
- Pemandangan Strategis: Dari puncak benteng, kamu bisa melihat betapa strategisnya posisi Ternate dahulu. Hamparan laut luas di hadapanmu adalah jalur utama kapal-kapal Eropa yang datang demi mendapatkan emas hijau: Cengkih dan Pala.
- Tips Berkunjung: Datanglah saat pagi hari (pukul 08.00 - 09.00) agar pencahayaan matahari pas untuk memotret kontras antara dinding batu tua yang gelap dengan birunya laut Maluku.
2. Danau Ngade: Pemandangan "Uang Seribu" yang Nyata
Kamu mungkin merasa familiar dengan pemandangan di Danau Ngade. Mengapa? Karena lanskap dari puncak bukit di dekat danau ini hampir mirip dengan gambar yang ada di uang kertas Rp1.000 (Emisi 2000).
- Pesona Dua Dunia: Danau Ngade unik karena posisinya yang sangat dekat dengan laut. Dari titik pandang (viewpoint), kamu akan melihat air tawar danau yang hijau tenang, dipisahkan oleh daratan tipis dengan birunya air laut yang dalam.
- Latar Belakang Gunung: Di kejauhan, Pulau Maitara dan Pulau Tidore menjulang gagah dari balik laut, menciptakan komposisi foto yang sempurna dan ikonik.
- Aktivitas: Selain berfoto di spot favorit, kamu juga bisa melihat aktivitas budidaya ikan air tawar di keramba-keramba yang ada di tengah danau.
Kuliner Pendamping: Air Guraka & Pisang Goreng Mulut Bebek
Menikmati senja di Ternate tidak lengkap tanpa mencoba kuliner khasnya:
- Air Guraka: Minuman jahe hangat yang dicampur dengan gula merah dan taburan kacang kenari di atasnya. Sangat cocok dinikmati di ketinggian bukit Ngade.
- Pisang Mulut Bebek: Pisang khas Maluku Utara yang digoreng tanpa tepung, disajikan dengan sambal roa. Perpaduan manis-gurih-pedas yang sangat unik.
Next News

Panduan Lengkap Wisata Bernostalgia di Museum Angkut Malang
a day ago

Mengintip Keindahan Bawah Laut Kaki Gunung Api Banda
2 days ago

Jangan Mati Sebelum ke Banda Neira! Tempat yang Menjadi Saksi Bisu Ambisi VOC
2 days ago

Berburu 4 Gudeg Legendaris di Yogyakarta
4 days ago

6 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Wajib Masuk Bagasi Kamu
5 days ago

Rekomendasi Makan Malam Otentik di Simpang Lima Semarang bagi Pecinta Kuliner
4 days ago

Jangan Salah Pilih Jalur! Inilah Perbedaan Medan Sembalun dan Senaru Gunung Rinjani
4 days ago

Jangan Nekat! Inilah Waktu Paling Aman dan Magis untuk Summit Attack di Rinjani
4 days ago

Lombok di Balik Pesisir: Menjelajahi 3 Desa Adat yang Menjaga Tradisi Murni Sasak
4 days ago

3 Hidden Gem di Pantura yang Wajib Kamu Kunjungi
4 days ago




