Mengintip Keindahan Bawah Laut Kaki Gunung Api Banda
Refa - Monday, 16 February 2026 | 07:00 AM


Jika kamu sedang berada di Banda Neira, snorkeling di Lava Flow adalah pengalaman yang akan mengubah cara pandangmu terhadap kekuatan alam. Berbeda dengan terumbu karang biasa, Lava Flow merupakan taman laut yang tumbuh di atas aliran lava cair akibat letusan Gunung Api Banda pada tahun 1988.
Secara ilmiah, pertumbuhan karang di sini adalah salah satu yang tercepat di dunia, membuktikan bagaimana kehancuran vulkanik bisa menjadi fondasi bagi kehidupan baru yang luar biasa indah.
Mengapa Lava Flow Begitu Spesial?
Biasanya, terumbu karang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk tumbuh besar. Namun, di Lava Flow:
- Pertumbuhan Super Cepat: Karang meja (Acropora) di sini tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan wilayah lain karena kandungan mineral dari batuan vulkanik.
- Kontras Visual: Kamu akan melihat hamparan karang warna-warni yang tumbuh di atas batuan hitam legam sisa lava. Pemandangan ini menciptakan kontras estetika yang tidak akan kamu temukan di tempat lain.
- Visibilitas Kristal: Karena dasarnya adalah batuan padat (bukan pasir), air di sini cenderung sangat jernih karena tidak ada sedimen yang terangkat saat terkena arus.
Panduan Teknis Snorkeling
1. Lokasi dan Akses
Lava Flow terletak tepat di kaki Gunung Api Banda, di sisi utara. Dari pulau Banda Neira, kamu hanya perlu menyewa perahu ketinting kecil selama kurang lebih 15 menit penyeberangan.
2. Titik Penurunan (Drop-off)
Minta pengemudi perahu untuk menurunkannya di area transisi antara air dangkal dan palung dalam. Di sinilah formasi karang paling rapat berada. Kamu bisa melihat ikan-ikan pelagis besar melintas di kegelapan palung, sementara ribuan ikan hias kecil menari di sela-sela karang meja yang lebar.
3. Arus dan Kondisi Air
Arus di Lava Flow bisa menjadi cukup kuat karena letaknya yang berada di selat.
- Saran: Selalu gunakan fin (kaki katak) agar lebih mudah bermanuver dan jangan berenang terlalu jauh dari perahu pemandu.
- Waktu Terbaik: Pagi hari sekitar pukul 08.00 - 10.00 saat sinar matahari masuk dengan sudut yang sempurna untuk menyinari warna-warni karang.
Etika dan Keamanan di Lava Flow
- Jangan Menyentuh Karang: Struktur karang meja di sini sangat lebar namun rapuh. Sekali tersenggol kaki atau tangan, bagian yang sudah tumbuh puluhan tahun bisa patah seketika.
- Waspadai Bulu Babi: Di sela-sela batuan lava hitam, sering kali terdapat bulu babi. Karena batuan dasarnya gelap, mereka sering tidak terlihat. Selalu jaga jarak aman dari dasar laut.
- Gunakan Sunscreen Reef-Safe: Untuk menjaga ekosistem unik ini, pastikan tabir surya yang kamu gunakan tidak mengandung oxybenzone yang dapat merusak karang.
Apa Saja yang Akan Kamu Lihat?
- Karang Acropora: Berbagai bentuk karang meja yang bertumpuk-tumpuk seperti tangga.
- Ikan Kakatua (Parrotfish): Sering terlihat sedang "mengunyah" karang untuk membantu proses regenerasi pasir laut.
- Lionfish & Moray Eel: Sering bersembunyi di celah-celah batuan lava yang gelap.
- Penyu Sisik: Jika beruntung, kamu bisa melihat mereka sedang mencari makan di sela-sela karang.
Next News

Panduan Lengkap Wisata Bernostalgia di Museum Angkut Malang
4 hours ago

Jangan Mati Sebelum ke Banda Neira! Tempat yang Menjadi Saksi Bisu Ambisi VOC
17 hours ago

Berburu 4 Gudeg Legendaris di Yogyakarta
3 days ago

6 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Wajib Masuk Bagasi Kamu
4 days ago

Rekomendasi Makan Malam Otentik di Simpang Lima Semarang bagi Pecinta Kuliner
3 days ago

Jangan Salah Pilih Jalur! Inilah Perbedaan Medan Sembalun dan Senaru Gunung Rinjani
3 days ago

Jangan Nekat! Inilah Waktu Paling Aman dan Magis untuk Summit Attack di Rinjani
3 days ago

Lombok di Balik Pesisir: Menjelajahi 3 Desa Adat yang Menjaga Tradisi Murni Sasak
3 days ago

3 Hidden Gem di Pantura yang Wajib Kamu Kunjungi
3 days ago

Cara Menawar Barang Antik dengan Harga Lokal di Pasar Klithikan
4 days ago






