Ceritra
Ceritra Kota

Jangan Mati Sebelum ke Banda Neira! Tempat yang Menjadi Saksi Bisu Ambisi VOC

Refa - Monday, 16 February 2026 | 06:00 AM

Background
Jangan Mati Sebelum ke Banda Neira! Tempat yang Menjadi Saksi Bisu Ambisi VOC
Banda Neira (kemendikbud.go.id/)

Banda Neira bukan sekadar titik kecil di peta Maluku Tengah; ia adalah panggung drama sejarah yang pernah membuat bangsa-bangsa Eropa saling bertaruh nyawa. Di pulau yang tenang ini, sejarah dunia pernah berbelok arah hanya karena komoditas yang saat ini mungkin tersimpan santai di dapurmu: Pala.

Menelusuri Banda Neira adalah perjalanan melintasi waktu, di mana aroma rempah berbaur dengan sisa-sisa kejayaan sekaligus tragedi masa kolonial.

Mengapa Pulau Kecil Ini Mengubah Sejarah Dunia?

Pada abad ke-17, Banda Neira adalah satu-satunya tempat di bumi di mana pohon pala tumbuh. Kala itu, pala nilainya lebih mahal dari emas karena dipercaya sebagai obat berbagai penyakit mematikan, termasuk wabah pes di Eropa.

  • Monopoli yang Berdarah: Keinginan Belanda (VOC) untuk menguasai pala memicu pembantaian rakyat Banda pada tahun 1621.
  • Pertukaran Pulau Rum dan Manhattan: Tahukah kamu bahwa demi mempertahankan monopoli pala di Kepulauan Banda, Inggris sepakat menukar Pulau Run (salah satu pulau di Banda) dengan Pulau Manhattan di Amerika melalui Perjanjian Breda (1667)? Tanpa pala Banda, peta New York mungkin tidak akan seperti sekarang.

Menelusuri Jejak Istana Mini Banda

Di tengah kota Banda Neira, berdiri sebuah bangunan megah yang dikenal sebagai Istana Mini. Bangunan ini merupakan saksi bisu kemegahan VOC jauh sebelum Istana Merdeka di Jakarta dibangun.

  • Arsitektur Eropa di Tengah Pasifik: Istana ini dibangun pada tahun 1622 dan berfungsi sebagai rumah dinas Gubernur Jenderal Belanda. Arsitekturnya kental dengan gaya kolonial dengan pilar-pilar besar dan lantai marmer asli dari Eropa.
  • Prasasti Patah Hati: Salah satu daya tarik yang menggetarkan jiwa adalah goresan di kaca jendela salah satu ruangan. Konon, tulisan itu diukir menggunakan cincin permata oleh seorang warga Belanda yang depresi sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya karena rindu pada tanah airnya yang jauh.
  • Kondisi Saat Ini: Meskipun sudah berumur ratusan tahun, Istana Mini tetap berdiri kokoh dan menjadi ikon wisata sejarah utama yang wajib dikunjungi.

Destinasi Sejarah Lain yang Tak Boleh Terlewatkan

Selain Istana Mini, Banda Neira menyimpan harta karun sejarah lainnya dalam jarak jalan kaki:

  1. Benteng Belgica: Benteng berbentuk Pentagon (segi lima) yang dibangun di atas bukit. Dari sini, kamu bisa melihat pemandangan Gunung Api Banda yang megah dan laut biru yang tenang.
  2. Rumah Pengasingan Bung Hatta: Di sinilah salah satu proklamator kita, Mohammad Hatta, diasingkan oleh Belanda. Kamu masih bisa melihat mesin tik dan meja belajar yang ia gunakan untuk mengajar anak-anak lokal.
  3. Gereja Tua (Oude Kerk): Gereja peninggalan Belanda yang lantainya dipenuhi dengan batu nisan para pejabat VOC yang dimakamkan di sana.

Tips Berkunjung ke Banda Neira

  • Waktu Terbaik: Bulan Oktober dan November adalah saat laut sangat tenang (flat) dan jernih, sangat cocok untuk snorkeling atau menyeberang antar pulau.
  • Cara ke Sana: Kamu bisa menggunakan pesawat perintis dari Ambon atau menggunakan Kapal Pelni (KM Nggapulu atau KM Tidar) untuk pengalaman yang lebih ekonomis namun menantang.

Catatan Budaya: Di Banda Neira, sejarah bukan hanya tentang bangunan tua, tapi tentang ketangguhan masyarakatnya yang bangkit kembali setelah berabad-abad dirundung konflik kolonialisme.


Logo Radio
🔴 Radio Live