Marine Safari Bali sebagai Pusat Edukasi dan Konservasi Ekosistem Laut
Nisrina - Sunday, 11 January 2026 | 01:45 PM


Marine Safari Bali hadir sebagai destinasi yang memadukan pariwisata dengan misi mulia penyelamatan lingkungan. Berada di bawah naungan Taman Safari Indonesia Group, tempat ini tidak sekadar menawarkan hiburan visual, tetapi juga berfungsi sebagai pusat edukasi interaktif yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Pengunjung diajak memahami perjalanan air yang saling terhubung, mulai dari sumbernya di pegunungan hingga bermuara ke lautan lepas, yang menjadi rumah bagi beragam biota laut. Melalui pendekatan eduwisata, masyarakat disadarkan bahwa setiap tetes air memiliki peran vital dalam kehidupan dan setiap kerusakan di hulu akan berdampak langsung hingga ke hilir.
Konsep yang diusung oleh Marine Safari Bali terbagi ke dalam enam zona edukatif yang dirancang menyerupai habitat aslinya. Perjalanan dimulai dari Rainforest Zone, yang menggambarkan suasana hutan hujan tropis sebagai area tangkapan air pertama. Pengunjung kemudian diarahkan menuju Lake Zone yang merepresentasikan danau sebagai tempat penampungan air alami, lalu berlanjut ke River Zone yang menunjukkan dinamika kehidupan sungai sebagai penghubung hulu dan hilir. Tidak berhenti di situ, edukasi berlanjut ke Estuary Zone yang merupakan pertemuan air tawar dan laut, Coastal Zone yang menampilkan ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, dan berakhir di Ocean Zone yang menyuguhkan keindahan bawah laut dengan berbagai spesies ikan, hiu, dan pari.
Di balik pesona wisatanya, Marine Safari Bali juga menjalankan aksi konservasi nyata, salah satunya melalui program pembiakan hiu bambu atau bamboo shark. Spesies ini dipilih karena populasinya di alam liar terus menurun akibat degradasi habitat dan penangkapan berlebihan. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah populasi hiu bambu, tetapi juga mengedukasi masyarakat bahwa laut bukanlah tempat untuk dieksploitasi sembarangan, melainkan aset berharga yang harus dijaga kelestariannya. Upaya ini sejalan dengan komitmen jangka panjang Taman Safari Indonesia yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam pelestarian satwa, baik di darat maupun di laut.
Keberadaan Marine Safari Bali menjadi bukti bahwa sektor pariwisata dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Dengan menggabungkan unsur rekreasi, pendidikan, dan konservasi, tempat ini menjadi jembatan penghubung antara sains dan kesadaran publik. Pengunjung yang datang diharapkan tidak hanya membawa pulang kenangan indah, tetapi juga pemahaman baru mengenai keterkaitan antara ekosistem darat dan laut serta pentingnya peran manusia dalam menjaga keberlanjutan alam untuk generasi mendatang.
Next News

Bapukung: Kearifan Lokal Dayak dan Banjar dalam Menimang Buah Hati dengan Posisi Duduk
13 hours ago

Mengenal Air Terjun Tumpak Sewu, Niagara-nya Indonesia
14 hours ago

Kenapa Kota-Kota di Indonesia Punya Julukan Unik? Ternyata Ada Cerita Besar di Baliknya
14 hours ago

Tradisi Unik Balap Sapi di Sigi Sebagai Wujud Syukur Petani Usai Panen Raya
2 days ago

Dekat Tugu Pahlawan, Ada Kampung yang Bikin Surabaya Terasa Tahun 1900-an
5 days ago

Pantai Selatan Jawa Timur Terkenal Angker, Benarkah Nyi Roro Kidul Masih “Berkuasa”?
5 days ago

Sering Dikira Ritual Mistis, Ini Makna Sebenarnya Larung Sesaji di Jawa Timur
5 days ago

Sudah Ada Sejak 1930, Ini Alasan Zangrandi Tak Pernah Sepi di Tengah Tren Gelato
6 days ago

Pendatang Wajib Tahu! Ini Sebabnya Gaya Bicara Orang Surabaya Sering Disalahpahami
6 days ago

Pedasnya Bukan Main! Sego Tempong Banyuwangi Disebut Bisa “Menampar” Lidah
6 days ago





