Pantai Selatan Jawa Timur Terkenal Angker, Benarkah Nyi Roro Kidul Masih "Berkuasa"?
Refa - Saturday, 10 January 2026 | 10:30 AM


Deretan pantai di pesisir selatan Jawa Timur memang memiliki daya pikat yang sulit ditolak. Mulai dari pasir putih Pantai Papuma di Jember, kemegahan karang Pantai Balekambang di Malang yang mirip Tanah Lot, hingga pesona sunset di Pulau Merah Banyuwangi.
Namun, di balik keindahan ombak yang bergulung-gulung tersebut, tersimpan reputasi angker yang melegenda. Kisah tentang penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul, seolah menjadi "hukum tak tertulis" yang dipatuhi oleh masyarakat maupun wisatawan.
Keindahan yang berbalut misteri ini menjadikan pantai selatan Jawa Timur destinasi yang memacu adrenalin. Berikut adalah fakta di balik mitos dan penjelasan logis yang menyertainya.
Larangan Berbaju Hijau
Mitos yang paling terkenal dan masih dipercaya hingga kini adalah larangan mengenakan pakaian berwarna hijau saat berkunjung ke pantai selatan (Parangtritis hingga pesisir Jatim). Konon, warna hijau adalah warna kesukaan Nyi Roro Kidul.
Siapa pun yang mengenakan baju hijau dipercaya akan ditarik oleh ombak besar untuk dijadikan abdi atau pasukan sang Ratu di kerajaan bawah laut. Kepercayaan ini membuat banyak wisatawan berpikir dua kali sebelum mengenakan outfit berwarna hijau daun atau hijau gadung saat berlibur ke sana.
Fakta Sains: Bahaya Rip Current
Di balik mitos mistis tersebut, terdapat penjelasan ilmiah yang sangat logis mengenai bahaya ombak laut selatan. Perairan selatan Jawa berhadapan langsung dengan Samudra Hindia yang luas dan dalam.
Kondisi ini menciptakan fenomena yang disebut Rip Current atau arus pecah. Ini adalah arus balik yang sangat kuat dan sempit, bergerak dari pantai kembali ke laut dengan kecepatan tinggi. Arus ini mampu menyeret perenang terkuat sekalipun ke tengah laut hanya dalam hitungan detik.
Sering kali, korban yang terseret Rip Current dikaitkan dengan tumbal Nyi Roro Kidul, padahal sebenarnya ini adalah fenomena alam yang mematikan jika wisatawan tidak waspada.
Mengapa Hijau Berbahaya?
Terkait larangan baju hijau, logika keselamatan modern sebenarnya mendukung "mitos" ini, namun dengan alasan berbeda.
Warna air laut di pantai selatan Jawa sering kali berwarna biru kehijauan atau keruh bercampur pasir. Jika seseorang mengenakan baju hijau dan terseret ombak, tubuhnya akan menyatu dengan warna air laut (camouflage).
Hal ini akan sangat menyulitkan tim SAR (Search and Rescue) untuk melihat posisi korban di tengah laut. Sebaliknya, mengenakan pakaian berwarna cerah dan kontras seperti oranye atau merah muda akan jauh lebih mudah terlihat oleh tim penyelamat jika terjadi insiden laka laut.
Tetap Memikat Meski Menakutkan
Meskipun dibayangi mitos dan bahaya ombak tinggi, pantai selatan Jawa Timur tetap menjadi primadona pariwisata. Keindahan tebing-tebing karang yang curam dan pasir putih yang bersih menawarkan pemandangan yang jauh lebih dramatis dibandingkan pantai utara Jawa yang cenderung tenang dan berlumpur.
Kuncinya ada pada kewaspadaan. Menikmati keindahan pantai selatan tetap aman selama mematuhi rambu larangan berenang, tidak melawan arus, dan menghormati kearifan lokal setempat.
Next News

Geliat 100 UMKM di Balai Kota: Misi Bank Jatim Perkuat Ekonomi Digital Surabaya
3 days ago

Ngabuburit Bermanfaat! Cek Kesehatan Gratis di JConnect Ramadan Vaganza 2026
3 days ago

Cappadocia Van Java! Sensasi Balon Udara di JConnect Ramadan Vaganza 2026 Surabaya
4 days ago

JConnect Ramadan Vaganza 2026: Dari Wisata Balon Udara Hingga Layanan Publik Gratis di Balai Kota Surabaya!
4 days ago

7 Rekomendasi Makanan Khas Daerah Semarang yang Wajib Kamu Coba Saat Liburan
6 days ago

4 Destinasi Kampung Arab di Indonesia yang Wajib Dikunjungi
9 days ago

Pesona Wisata Pacitan Surga Karst dan Pantai Eksotis
10 days ago

Mie Kering Singkawang, Ikon Kuliner yang Tak Terlupakan
11 days ago

Mengenal Tenun Ikat Sikka, Kain Tradisional NTT yang Mendunia
12 days ago

Menjelajah Pangkalpinang Lewat Kelezatan Otak-otak Bangka
12 days ago






