Sudah Ada Sejak 1930, Ini Alasan Zangrandi Tak Pernah Sepi di Tengah Tren Gelato
Refa - Friday, 09 January 2026 | 03:00 PM


Di tengah gempuran gerai gelato kekinian dan es krim waralaba modern yang menjamur di setiap sudut kota, sebuah bangunan bergaya kolonial di Jalan Yos Sudarso, Surabaya, tetap berdiri tegak dengan pesonanya sendiri.
Graha Es Krim Zangrandi, atau lebih dikenal dengan Zangrandi, bukan sekadar kedai es krim. Tempat ini adalah saksi bisu sejarah Kota Pahlawan sejak zaman Hindia Belanda. Berdiri sejak tahun 1930, Zangrandi membuktikan bahwa cita rasa klasik mampu bertahan melintasi pergantian zaman dan tren kuliner yang silih berganti.
Berikut adalah rahasia di balik eksistensi kedai es krim legendaris yang tak pernah sepi pengunjung ini.
Warisan Resep Italia Sejak 1930
Sejarah mencatat, kedai ini didirikan oleh seorang berkebangsaan Italia bernama Roberto Zangrandi. Awalnya, tempat ini bernama Rene Zangrandi's Ijspaleis dan menjadi tempat nongkrong eksklusif bagi kaum sosialita Belanda pada masanya.
Meskipun kepemilikan telah berpindah tangan ke pengusaha lokal (keluarga Tanumulia) pada tahun 1960, resep asli pembuatan es krimnya tetap dipertahankan. Zangrandi dikenal setia menggunakan bahan-bahan alami tanpa pengawet dan perasa buatan yang berlebihan.
Berbeda dengan es krim modern yang cenderung creamy dan milky, tekstur es krim Zangrandi terasa lebih ringan, segar, dan sedikit berjejak kristal es (mirip sorbet), yang justru menjadi ciri khas yang dicari para pelanggannya.
Menjual Nostalgia Lewat Suasana
Masuk ke dalam gerai Zangrandi seperti melangkah masuk ke mesin waktu. Pengelola sadar betul bahwa "jualan" utama mereka bukan hanya rasa, melainkan suasana.
Interior kedai dipertahankan seotentik mungkin. Kursi-kursi rotan rendah berwarna merah dan krem, meja bundar marmer, serta arsitektur bangunan yang terbuka tanpa pendingin udara sentral (AC) memberikan nuansa "Surabaya Tempo Doeloe" yang kental.
Bagi generasi tua, tempat ini adalah lokasi bernostalgia mengenang masa muda. Sementara bagi generasi milenial dan Gen Z, nuansa vintage ini menawarkan estetika visual yang unik dan instagramable, yang sulit ditemukan di kafe-kafe modern.
Menu Ikonik yang Tak Berubah
Konsistensi adalah kunci. Menu-menu andalan di Zangrandi nyaris tidak berubah selama puluhan tahun. Beberapa menu signature yang melegenda antara lain:
- Tutti Frutti: Es krim potong berbentuk segitiga dengan potongan buah-buahan kering di dalamnya.
- Macedonia: Campuran beberapa rasa es krim dengan tambahan buah segar dan sedikit liqueur (sari buah fermentasi) yang memberikan sensasi hangat.
- Banana Split: Klasik dan sederhana, namun tetap menjadi favorit banyak orang.
Di tengah panasnya udara Surabaya yang menyengat, kesegaran es krim klasik ini menjadi oase yang selalu relevan. Zangrandi mengajarkan bahwa untuk bertahan di tengah persaingan, sebuah bisnis tidak harus selalu mengikuti tren, tetapi cukup dengan menjaga kualitas dan merawat kenangan.
Next News

Bapukung: Kearifan Lokal Dayak dan Banjar dalam Menimang Buah Hati dengan Posisi Duduk
13 hours ago

Mengenal Air Terjun Tumpak Sewu, Niagara-nya Indonesia
14 hours ago

Kenapa Kota-Kota di Indonesia Punya Julukan Unik? Ternyata Ada Cerita Besar di Baliknya
14 hours ago

Tradisi Unik Balap Sapi di Sigi Sebagai Wujud Syukur Petani Usai Panen Raya
2 days ago

Marine Safari Bali sebagai Pusat Edukasi dan Konservasi Ekosistem Laut
4 days ago

Dekat Tugu Pahlawan, Ada Kampung yang Bikin Surabaya Terasa Tahun 1900-an
5 days ago

Pantai Selatan Jawa Timur Terkenal Angker, Benarkah Nyi Roro Kidul Masih “Berkuasa”?
5 days ago

Sering Dikira Ritual Mistis, Ini Makna Sebenarnya Larung Sesaji di Jawa Timur
5 days ago

Pendatang Wajib Tahu! Ini Sebabnya Gaya Bicara Orang Surabaya Sering Disalahpahami
6 days ago

Pedasnya Bukan Main! Sego Tempong Banyuwangi Disebut Bisa “Menampar” Lidah
6 days ago





