Ceritra
Ceritra Kota

Kenapa Kota-Kota di Indonesia Punya Julukan Unik? Ternyata Ada Cerita Besar di Baliknya

Refa - Wednesday, 14 January 2026 | 04:00 PM

Background
Kenapa Kota-Kota di Indonesia Punya Julukan Unik? Ternyata Ada Cerita Besar di Baliknya
Kebun Raya Bogor (Pinterest/wisataalamjawa)

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang memiliki keragaman budaya, geografis, dan sejarah yang sangat kaya. Keberagaman ini melahirkan kebutuhan untuk memberikan identitas khusus bagi setiap daerah agar mudah dikenali dan dibedakan satu sama lain. Julukan kota di Indonesia bukan sekadar nama tambahan atau strategi pemasaran pariwisata semata, melainkan sebuah rekaman sosial yang merangkum karakter, peristiwa penting, atau keunggulan spesifik dari suatu wilayah. Penamaan ini tumbuh secara organik dari pengakuan masyarakat luas maupun warisan masa lalu yang melekat erat pada memori kolektif penduduknya.

Merekam Jejak Sejarah dan Heroisme

Salah satu alasan utama munculnya julukan adalah untuk mengabadikan peristiwa sejarah yang monumental. Kota-kota yang menjadi saksi bisu pertempuran besar atau momen krusial kemerdekaan sering kali mendapatkan gelar kehormatan. Surabaya, misalnya, dikenal sebagai "Kota Pahlawan" karena pertempuran 10 November 1945 yang berdarah dan penuh semangat juang. Julukan ini berfungsi sebagai monumen verbal yang mengingatkan setiap generasi akan keberanian arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kedaulatan. Melalui julukan ini, nilai historis suatu kota tidak akan luntur dimakan zaman, melainkan terus hidup dalam sebutan sehari-hari.

Cerminan Geografis dan Fenomena Alam

Faktor letak geografis dan kondisi iklim juga menjadi penyumbang terbesar dalam pemberian julukan unik. Karakteristik alam yang menonjol membuat sebuah kota memiliki ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain. Bogor disebut sebagai "Kota Hujan" karena curah hujannya yang sangat tinggi sepanjang tahun akibat topografi wilayahnya. Sementara itu, Pontianak dikenal sebagai "Kota Khatulistiwa" karena posisinya yang dilintasi tepat oleh garis lintang nol derajat. Julukan berbasis alam ini membantu orang luar untuk segera membayangkan suasana atau kondisi fisik kota tersebut hanya dengan mendengar sebutannya.

Branding Komoditas dan Warisan Budaya

Selain sejarah dan alam, potensi ekonomi dan kekayaan budaya turut melahirkan identitas kota. Banyak daerah di Indonesia yang diasosiasikan dengan produk unggulan atau kerajinan tangan yang mendominasi kehidupan masyarakatnya. Pekalongan dikenal sebagai "Kota Batik" karena napas kehidupan kota tersebut memang berdenyut di industri batik yang melegenda. Begitu pula dengan julukan "Kota Udang" untuk Cirebon yang merujuk pada sejarahnya sebagai penghasil terasi dan olahan udang sejak masa kerajaan. Penamaan ini secara tidak langsung berfungsi sebagai branding alami yang memperkuat posisi kota tersebut dalam peta perdagangan dan pariwisata nasional.

Romantisme Peninggalan Kolonial

Beberapa julukan kota di Indonesia merupakan warisan dari masa kolonial Belanda yang masih dipertahankan hingga kini karena nilai estetika dan sejarahnya. Para pendatang Eropa di masa lalu sering membandingkan keindahan alam di Hindia Belanda dengan tempat-tempat di benua mereka. Bandung mendapat julukan "Paris van Java" karena pada masanya kota ini menjadi pusat mode dan gaya hidup yang menyerupai Paris. Garut pernah dijuluki "Swiss van Java" karena lanskap pegunungannya yang indah dan sejuk menyerupai Swiss. Julukan-julukan ini menyisakan jejak romantisme masa lalu dan pengakuan dunia internasional terhadap keindahan alam Nusantara.

Logo Radio
🔴 Radio Live