Ceritra
Ceritra Warga

Makna Sukses Anak Muda Kini Tak Sekadar Harta

Nisrina - Sunday, 04 January 2026 | 01:15 PM

Background
Makna Sukses Anak Muda Kini Tak Sekadar Harta
Work life balance sebagai definisi sukses anak muda masa kini. (Freepik/lookstudio)

Zaman berubah dan bersamanya berubah pula definisi tentang apa artinya hidup yang berhasil. Jika generasi orang tua kita memandang sukses identik dengan jabatan tinggi di perusahaan bonafide, rumah gedongan, dan mobil mewah, anak muda hari ini memiliki kamus kesuksesan yang jauh berbeda. Generasi Milenial dan Gen Z mulai mendefinisikan ulang kesuksesan dengan parameter yang lebih personal dan bervariasi. Bagi banyak dari mereka, sukses bukan lagi soal seberapa banyak uang di rekening, melainkan seberapa tenang jiwa mereka saat tidur di malam hari.

Pergeseran ini didorong oleh kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan keseimbangan hidup atau work-life balance. Anak muda kini lebih memilih pekerjaan dengan gaji cukup namun lingkungan suportif, daripada gaji selangit tapi harus mengorbankan kewarasan dan waktu pribadi. Kebebasan waktu dan fleksibilitas menjadi mata uang baru yang sangat berharga. Bisa bekerja dari mana saja, punya waktu untuk hobi, dan bisa hadir di momen penting keluarga dianggap sebagai kemewahan sejati yang tidak bisa dibeli dengan jabatan manajer semata.

Selain itu, sukses bagi generasi muda juga sangat erat kaitannya dengan dampak sosial. Mereka ingin pekerjaan yang mereka lakukan memiliki arti atau purpose. Sekadar bekerja untuk memperkaya korporasi rasanya hampa jika tidak memberikan kontribusi positif bagi lingkungan atau masyarakat sekitar. Fenomena ini terlihat dari menjamurnya wirausaha sosial dan aktivisme di kalangan anak muda. Mereka merasa sukses jika keberadaan mereka bisa menjadi solusi bagi masalah orang lain, bukan sekadar menjadi sekrup kecil dalam mesin industri raksasa.

Faktor pengalaman atau experience juga menggeser kepemilikan aset fisik. Dulu orang berlomba menumpuk barang mewah sebagai simbol status. Kini, anak muda lebih bangga memamerkan pengalaman traveling ke tempat eksotis, menonton konser musisi idola, atau mempelajari skill baru yang unik. Kekayaan intelektual dan memori indah dianggap sebagai aset yang lebih abadi dibandingkan benda mati yang nilainya terus menyusut dimakan waktu. Hidup kaya pengalaman dianggap lebih sukses daripada hidup kaya barang.

Tentu saja stabilitas finansial tetap penting, namun ia bukan lagi satu-satunya raja. Sukses kini menjadi konsep yang sangat cair dan subjektif. Seseorang bisa merasa sukses dengan menjadi petani organik di desa, menjadi freelancer yang keliling dunia, atau menjadi ibu rumah tangga yang berdaya. Keberanian untuk menentukan jalan hidup sendiri tanpa didikte oleh standar tetangga atau keluarga adalah bentuk kesuksesan tertinggi bagi anak muda zaman sekarang.

Logo Radio
🔴 Radio Live