4 Lokasi Bersejarah yang Disinggahi dan Menjadi Tempat Sholat Rasulullah Saat Isra' Mi'raj
Refa - Thursday, 15 January 2026 | 05:00 PM


Perjalanan Isra' dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa bukanlah penerbangan "non-stop". Malaikat Jibril mengajak Rasulullah SAW untuk melakukan "wisata sejarah" kilat dengan singgah (transit) di beberapa lokasi yang memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat tinggi dalam sejarah kenabian. Di setiap lokasi ini, Malaikat Jibril berseru, "Turunlah dan sholatlah!" Ini adalah bentuk penghormatan dan pengakuan terhadap risalah para nabi terdahulu.
1. Taybah (Yatsrib/Madinah)
Pemberhentian pertama adalah di sebuah tanah yang subur dan banyak pohon kurma. Jibril berkata, "Turunlah dan sholatlah di sini. Sesungguhnya ini adalah Taybah, dan ke tempat inilah engkau akan berhijrah." Ini adalah spoiler atau nubuat ilahiah. Saat peristiwa Isra' Mi'raj terjadi (periode Mekkah), Nabi belum berhijrah. Persinggahan ini memberikan isyarat kuat kepada Nabi bahwa beliau akan meninggalkan tanah kelahirannya dan membangun peradaban baru di kota tersebut, yang kelak dikenal sebagai Madinah Al-Munawwarah.
2. Madyan (Di Bawah Pohon Nabi Musa)
Lokasi kedua adalah Madyan. Jibril meminta Nabi turun dan sholat tepat di bawah sebuah pohon. Jibril menjelaskan, "Ini adalah pohon tempat Musa berteduh saat ia lari dari kejaran Firaun." Tempat ini mengenang masa-masa sulit Nabi Musa AS ketika beliau menjadi pelarian sebelum diangkat menjadi Nabi. Ini memberikan pesan tersirat kepada Rasulullah tentang ketabahan dalam menghadapi penguasa dzalim, mengingat Nabi Muhammad juga sedang ditindas oleh pemuka Quraisy saat itu.
3. Bukit Tursina (Gunung Sinai)
Pemberhentian ketiga adalah di Bukit Tursina (Thursina). Ini adalah tempat yang sangat sakral dalam sejarah agama samawi. Jibril berkata, "Turunlah dan sholatlah di sini. Ini adalah tempat di mana Allah berbicara langsung kepada Musa." Sholat di tempat ini menegaskan ikatan spiritual antara Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Musa AS. Tursina adalah simbol dari kalam (firman) Allah, tempat di mana wahyu Taurat diturunkan dan dialog langsung antara Pencipta dan hamba-Nya terjadi.
4. Baitul Lahm (Bethlehem)
Persinggahan terakhir sebelum mencapai Yerusalem adalah Baitul Lahm atau Bethlehem. Jibril memerintahkan, "Turunlah dan sholatlah di sini. Sesungguhnya ini adalah tempat kelahiran Isa (Yesus) bin Maryam." Persinggahan ini merupakan bentuk penghormatan kepada Nabi Isa AS, nabi terakhir sebelum Muhammad SAW. Ini menyimbolkan persaudaraan antar-nabi dan kesinambungan risalah. Islam datang bukan untuk menghapus, melainkan untuk membenarkan dan menyempurnakan ajaran nabi-nabi sebelumnya.
Makna Napak Tilas
Rangkaian transit ini menunjukkan bahwa Isra' Mi'raj bukan hanya perjalanan spasial (pindah tempat), tetapi juga perjalanan melintasi waktu dan sejarah. Dengan sholat di tempat-tempat ini, Nabi Muhammad SAW secara simbolis "pamit" dan mengambil tongkat estafet dakwah dari para pendahulunya (Ibrahim, Musa, Isa) untuk menyatukan seluruh risalah tauhid di bawah naungan Islam.
Next News

5 Tips Mengubah Nasib Apes Jadi Hari yang Tetap Produktif
11 hours ago

Bukan Mood Swing Semata, Ini 4 Fase yang Dialami Wanita Setiap Bulan
12 hours ago

Solusi Bebas Antre BBM: Haruskah Ganti ke Mobil Listrik/Hybrid Sekarang?
5 days ago

Mengapa Kita Malah Beres-Beres Saat Ada Tugas? Ini Jawabannya
5 days ago

Merah Cat atau Darah? Menguak Misteri Jembatan Merah Surabaya
8 days ago

Team Bedong vs Team M-Shape, Mana yang Lebih Baik untuk Bayi?
8 days ago

Pilih Sepatu Olahraga Tepat Biar Kaki Stabil dan Bebas Cedera
8 days ago

Tren Dompet, Pouch dan Tas Mini: Solusi Praktis Tanpa Ransel Berat
9 days ago

Pilih Estetika Totebag atau Fungsi Ransel? Ini Panduannya!
11 days ago

Digital Detox: Solusi dari Kebiasaan Scroll Tanpa Henti di Era Digital
11 days ago





