Langkahnya Sejauh Pandangan Mata, Keajaiban Buraq dalam Peristiwa Isra' Mi'raj


Dalam peristiwa Isra' Mi'raj, salah satu elemen yang paling memancing rasa ingin tahu adalah kendaraan yang digunakan oleh Rasulullah SAW. Kendaraan tersebut bernama Buraq. Ia bukanlah hewan biasa yang ada di bumi, melainkan makhluk dari surga yang didatangkan khusus oleh Malaikat Jibril untuk memuliakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga ke langit. Buraq menjadi simbol kemahakuasaan Allah dalam melipat jarak dan waktu.
Asal-Usul Nama: Mengapa Disebut "Buraq"?
Secara etimologi (bahasa), nama Buraq (براق) berasal dari akar kata bahasa Arab "Barq" (برق) yang berarti Kilat atau Cahaya. Penamaan ini merujuk pada dua karakteristik utamanya:
- Kecepatan: Seperti halnya kilat yang menyambar dalam hitungan detik, Buraq memiliki kecepatan yang luar biasa. Ia mampu menempuh perjalanan Mekkah ke Palestina (yang normalnya satu bulan perjalanan unta) hanya dalam sekejap mata.
- Warna: Kata Barq juga berkonotasi pada sesuatu yang berkilau atau cemerlang. Hal ini sesuai dengan deskripsi fisiknya yang berwarna putih bersih dan bercahaya.
Ciri-Ciri Fisik Menurut Hadis
Banyak ilustrasi seni budaya yang menggambarkan Buraq sebagai kuda bersayap dengan kepala wanita cantik. Namun, penggambaran ini tidak berdasar pada dalil yang kuat. Berdasarkan hadis shahih (seperti riwayat Bukhari dan Muslim), ciri-ciri fisik Buraq adalah:
- Jenis: Disebut sebagai Dabbah (hewan melata/tunggangan).
- Warna: Putih (abyad).
- Ukuran: Tubuhnya panjang, lebih besar daripada keledai (himar) tetapi lebih kecil daripada bighal (peranakan kuda dan keledai).
- Telinga: Memiliki telinga yang gelisah atau bergerak-gerak (menunjukkan kepekaan dan aktivitas yang tinggi).
Cara Bergerak yang Ajaib
Keunikan utama Buraq terletak pada langkah kakinya. Dalam hadis disebutkan: "Ia meletakkan langkah kakinya di ujung pandangannya." Artinya, sejauh mata Buraq memandang, di situlah kakinya memijak dalam satu langkah. Inilah teknologi ilahiah yang memungkinkan perjalanan ribuan kilometer ditempuh dalam waktu yang sangat singkat.
Selain itu, Buraq memiliki kemampuan adaptasi medan yang canggih. Kaki belakangnya akan memanjang saat menuruni jalan, dan kaki depannya akan memanjang saat mendaki, sehingga punggungnya tetap datar. Hal ini menjaga agar Nabi Muhammad SAW tetap duduk dengan nyaman dan stabil selama perjalanan super cepat tersebut.
Perasaan dan Kecerdasan Buraq
Buraq bukanlah mesin atau robot, melainkan makhluk hidup yang memiliki perasaan. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, saat Nabi Muhammad SAW hendak menaikinya, Buraq sempat "menari" atau bersikap liar (enggan ditunggangi). Malaikat Jibril kemudian menegurnya dengan berkata, "Wahai Buraq, tidakkah engkau malu? Demi Allah, tidak ada manusia yang menunggangimu yang lebih mulia di sisi Allah daripada orang ini (Muhammad)." Mendengar ucapan itu, Buraq pun bercucuran keringat karena rasa malu dan hormat, lalu ia diam dan tenang membiarkan Rasulullah menaikinya. Ini menunjukkan bahwa Buraq memiliki kecerdasan emosional dan rasa takzim kepada kekasih Allah.
Next News

Bukan Sekadar Bedak, Makeup Adalah Rekaman Sejarah
a month ago

Mendengarkan Musik Saat Berkendara: Bikin Fokus atau Justru Bahaya?
a month ago

Transformasi Artis: Tinggalkan Panggung Demi Kursi Politik
a month ago

Waspada Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan dan Cat Mobil
a month ago

Dari War Tiket ke OOTD: Rahasia Dibalik Ritual Konser Masa Kini
a month ago

Mahalnya Harga di Balik Wajah yang "Nggak Pakai Apa-Apa"
a month ago

Akademik vs Praktisi: Rahasia Memilih Sekolah yang Tepat
a month ago

Alasan Kenapa Makanan Bioskop Lebih Mahal Daripada Tiket Film Yang Dijual
2 months ago

Kenapa Film Horor Selalu Laris di Indonesia? Membedah Fenomena Genre Paling Konsisten
2 months ago

Kenapa Abu Vulkanik Sangat Berbahaya Bagi Mesin Pesawat?
2 months ago

