Bukan Beban, Ini Alasan Sholat Disebut Hadiah Langsung dari Allah
Refa - Thursday, 15 January 2026 | 01:30 PM


Dalam tradisi manusia, seseorang yang pulang dari perjalanan jauh biasanya membawa buah tangan atau oleh-oleh untuk orang-orang terkasih. Demikian pula dengan Rasulullah SAW. Sepulangnya dari perjalanan agung menembus tujuh lapis langit menuju Sidratul Muntaha, beliau tidak membawa emas, permata, atau kekayaan duniawi. Beliau membawa pulang perintah sholat lima waktu. Para ulama menyebut sholat ini sebagai "hadiah" dan bukan sekadar "beban kewajiban", karena di dalamnya terkandung keistimewaan dan kasih sayang Allah yang tidak dimiliki oleh syariat lainnya.
Keistimewaan "Jalur VIP" Tanpa Perantara
Sholat adalah satu-satunya ibadah yang perintahnya diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT tanpa perantara Malaikat Jibril. Perintah puasa, zakat, dan haji diturunkan melalui wahyu yang dibawa Jibril di bumi.
Namun untuk sholat, Allah "mengundang" langsung Nabi-Nya naik ke tempat tertinggi. Ini menandakan bahwa sholat adalah ibadah spesial, sebuah privilege atau hak istimewa bagi seorang hamba untuk bisa berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta, sebagaimana Nabi berbicara langsung dengan Allah di malam itu.
Diskon Besar dengan Pahala Utuh
Konsep "hadiah" sangat terasa dalam proses penetapan jumlah rakaat. Awalnya, Allah mewajibkan 50 kali sholat sehari semalam. Namun, melalui proses "negosiasi" yang penuh kasih sayang (syafaat) dan saran dari Nabi Musa AS, jumlah itu dikurangi hingga menjadi 5 waktu saja.
Meski jumlah kerjanya berkurang drastis (diskon 90%), Allah SWT menjanjikan bahwa pahalanya tetap setara dengan 50 kali sholat. Inilah bentuk kemurahan hati Allah. Memberikan beban yang ringan namun dengan ganjaran yang penuh dan berat di timbangan amal.
Sholat Adalah Mi'raj-nya Orang Mukmin
Ada ungkapan masyhur di kalangan ulama tasawuf, "As-Shalatu Mi'rajul Mu'min" (Sholat adalah Mi'raj-nya orang beriman). Jika Rasulullah SAW melakukan Mi'raj secara fisik naik ke langit untuk bertemu Allah, maka umatnya diberi "alat" untuk melakukan mi'raj secara rohani melalui sholat.
Setiap kali seorang muslim bertakbiratul ihram, hakikatnya ia sedang meninggalkan urusan dunia dan "naik" menghadap Allah. Sholat adalah hadiah berupa akses eksklusif bagi setiap hamba untuk mengetuk pintu langit kapan saja, lima kali sehari, tanpa perlu menunggu undangan khusus.
Penawar Rindu dan Kesedihan
Perintah sholat turun pada tahun kesedihan (Amul Huzni), saat Nabi sedang sangat berduka. Oleh karena itu, sholat didesain sebagai mekanisme penyembuhan (healing) bagi jiwa. Allah memberikan sholat agar manusia memiliki tempat untuk mengadu, menangis, dan melepaskan beban hidup yang menghimpit dada.
Rasulullah SAW sendiri jika menghadapi masalah pelik, beliau akan segera mendirikan sholat (Idza hazabahu amrun faza'a ilash sholah). Jadi, sholat adalah hadiah berupa ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk dunia yang melelahkan.
Next News

Kenapa Rajaban Selalu Dinanti? Tradisi Jawa Rayakan Isra’ Mi’raj dengan Cara Berbeda
in 7 hours

Mengapa Isra’ Mi’raj Terjadi Setelah Tahun Kesedihan? Ini Jawabannya
in 6 hours

Salat Masih Terasa Hampa? Coba Renungi Makna Al-Fatihah Ayat per Ayat
in 6 hours

Sholat Sering Melamun? Coba 6 Teknik Ini agar Lebih Khusyuk
in 5 hours

Bagaimana Danur Mengubah Takdir Karier Prilly Latuconsina Selamanya
in 5 hours

Kupas Tuntas Penyebab Kebocoran Halus pada Ban Tubeless yang Sering Luput dari Pandangan
in 5 hours

Ini Cara Tepat Membersihkan Motor Setelah Terabas Hujan Agar Awet
in 4 hours

Bagaimana Gelombang Alfa Menentukan Batas Antara 'Aku' dan Dunia Luar
in 3 hours

Sekali Coba Pasti Ketagihan! Ini Resep Nasi Bogana Lengkap ala Tradisi
in 4 hours

Bukan Sekadar Ibadah, Begini Uniknya Cara Orang Indonesia Merayakan Isra’ Mi’raj
in 3 hours






