Malam Paling Agung di Masjidil Aqsa Saat Nabi Muhammad SAW Menjadi Imam Seluruh Nabi
Refa - Thursday, 15 January 2026 | 05:30 PM


Setibanya di Palestina, Nabi Muhammad SAW mengikat Buraq pada sebuah cincin batu di dinding sebelah barat masjid (kini dikenal sebagai Dinding Buraq). Beliau kemudian melangkah masuk ke dalam Masjidil Aqsa. Namun, malam itu bukanlah malam biasa. Masjid suci tersebut tidak sepi, melainkan dipenuhi oleh kumpulan manusia-manusia paling mulia yang pernah berjalan di muka bumi. Allah SWT mengumpulkan arwah para nabi dan rasul terdahulu, mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Isa AS, untuk menyambut kedatangan Nabi Penutup Zaman.
Penunjukan Sang Pemimpin oleh Jibril
Ketika waktu sholat tiba dan iqamah dikumandangkan, barisan shaf telah tersusun rapi. Para nabi berdiri siap menghadap Allah. Timbul pertanyaan, siapakah yang pantas menjadi imam bagi makmum sekelas Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa? Secara etika, imam biasanya adalah orang yang paling tua atau "tuan rumah". Namun, Malaikat Jibril memegang tangan Rasulullah SAW dan menuntun beliau maju ke mihrab (tempat imam). Tindakan Jibril ini adalah isyarat mutlak dari langit bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Imamul Anbiya wal Mursalin (Pemimpin para Nabi dan Rasul).
Simbol Perpindahan Kepemimpinan Spiritual
Momen Nabi Muhammad SAW menjadi imam memiliki makna simbolis yang sangat dalam. Ini menandakan perpindahan kepemimpinan dunia (imamah) dan pemegang amanah agama Allah. Jika sebelumnya kepemimpinan dipegang oleh Bani Israil (melalui banyaknya nabi dari keturunan Ishak dan Yaqub), malam itu tongkat estafet resmi berpindah kepada Nabi Muhammad SAW (keturunan Ismail) dan umatnya. Ini adalah deklarasi bahwa syariat yang dibawa Nabi Muhammad adalah penyempurna dan pamungkas bagi syariat nabi-nabi sebelumnya.
Satu Aqidah dalam Satu Barisan
Sholat berjamaah ini juga menegaskan kesatuan ajaran tauhid. Meskipun para nabi terdahulu memiliki syariat (hukum fikih) yang berbeda-beda sesuai zamannya, cara ibadah Nabi Musa mungkin berbeda dengan Nabi Isa, namun pada malam itu, mereka semua ruku' dan sujud mengikuti gerakan satu imam, yaitu Muhammad SAW. Ini menunjukkan bahwa pada hakikatnya, agama seluruh nabi adalah satu: Islam (berserah diri kepada Allah). Mereka semua tunduk pada Tuhan yang sama.
Ikatan Abadi Umat Islam dengan Al-Aqsa
Peristiwa ini mengukuhkan status Masjidil Aqsa sebagai milik umat Islam juga, bukan hanya milik umat terdahulu. Karena Nabi Muhammad SAW pernah sujud dan memimpin sholat di sana, maka menjaga kehormatan dan kesucian Baitul Maqdis menjadi tanggung jawab seluruh umat Islam hingga akhir zaman. Tanah Palestina bukan sekadar tanah asing, melainkan "sajadah" tempat Nabi kita pernah menjadi imam bagi ayah-ayah rohani kita.
Next News

Kenapa Petinggi Korporat Sekarang Lebih Pilih Ransel daripada Pakai Koper?
12 hours ago

Keren Sejak Dulu! Intip Skena Musik Indonesia Zaman Kolonial
17 hours ago

Penyelamat Nasi Putih: Bagaimana Sambal Menjadi Simbol Kemewahan Paling Murah di Indonesia
5 hours ago

Kenapa Radang Tenggorokan Lebih Sering Menyerang Anak-Anak Daripada Orang Dewasa?
18 hours ago

Lebih dari Sekadar "Jamet": Membedah Filosofi di Balik Gaya Rambut Sasuke dan Subkultur Emo
3 days ago

Jangan Kaget Dulu! Membedah Kenapa "Jancok" Jadi Bahasa Cinta Arek Suroboyo
3 days ago

Tren Jorts dan Baggy Jeans 2026: Alasan Mengapa Celana Lebar Lebih Disukai daripada Skinny Jeans
3 days ago

Emang Masih Jaman Baca Koran? Alasan Koran Masih Tetap Layak Untuk Dibeli di Era Digital
4 days ago

Bukan Sekadar Mendayu, Ini Alasan Politis di Balik Vibe Melayu pada Lagu Nasional Indonesia
6 days ago

Bukan Sekadar Lomba 17-an, Egrang adalah "Life Lesson" Tentang Keseimbangan dan Ego
7 days ago






