Ceritra
Ceritra Warga

Sholat Sering Melamun? Coba 6 Teknik Ini agar Lebih Khusyuk

Refa - Thursday, 15 January 2026 | 02:00 PM

Background
Sholat Sering Melamun? Coba 6 Teknik Ini agar Lebih Khusyuk
Ilustrasi sholat (Pinterest/muslimorid)

Kekhusyukan bukanlah kondisi mistis yang datang tiba-tiba, melainkan hasil dari latihan fokus dan kesadaran penuh (mindfulness) yang dibangun sebelum dan selama ibadah berlangsung. Pikiran manusia secara alami aktif dan mudah beralih, sehingga wajar jika konsentrasi kadang terganggu. Namun, ada metode teknis untuk meminimalisir gangguan tersebut dan mengembalikan fokus kepada Allah SWT.

1. Jadikan Wudhu sebagai Fase Transisi

Jangan menganggap wudhu hanya sebagai ritual membersihkan anggota tubuh dari kotoran fisik. Gunakan waktu wudhu (sekitar 2-3 menit) sebagai masa transisi untuk memutus pikiran dari urusan duniawi (pekerjaan, gawai, masalah rumah) menuju urusan akhirat. Rasakan dinginnya air yang menyentuh kulit dan niatkan dalam hati bahwa kamu sedang bersiap menghadap Pencipta. Fase transisi ini membantu otak tidak "kaget" dan lebih siap untuk masuk ke dalam suasana ibadah.

2. Pahami Arti Bacaan (Minimal Al-Fatihah)

Sulit untuk fokus jika kamu tidak mengerti apa yang diucapkan. Kamu tidak perlu menjadi ahli bahasa Arab, tetapi cobalah menghafal terjemahan inti dari bacaan sholat, terutama Surat Al-Fatihah. Ketika mulut mengucapkan "Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in", hati harus ikut menerjemahkan "Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan." Penyelarasan antara lisan dan pikiran ini akan mengikat perhatian Anda pada isi doa, sehingga pikiran tidak memiliki celah untuk melamun.

3. Terapkan Tuma’ninah (Berhenti Sejenak)

Ketergesa-gesaan adalah musuh utama kekhusyukan. Pastikan kamu melakukan tuma’ninah, yaitu diam sejenak (sekitar durasi membaca "Subhanallah") di setiap perpindahan gerakan. Saat rukuk, pastikan punggung lurus dan diam, baru baca doanya. Saat sujud, letakkan semua anggota tubuh dengan tenang, baru baca tasbihnya. Gerakan yang perlahan dan tenang memberikan sinyal kepada otak untuk rileks dan menurunkan ritme jantung, yang secara otomatis mendukung ketenangan batin.

4. Jaga Arah Pandangan Mata

Secara fikih, disunnahkan untuk mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud (kecuali saat tasyahud akhir melihat telunjuk). Secara psikologis, membatasi ruang pandang sangat efektif mengurangi gangguan visual. Jangan memejamkan mata (kecuali sangat mendesak karena gangguan visual di depan), karena memejamkan mata justru sering memicu imajinasi atau kantuk. Fokuslah menatap satu titik di sajadah untuk menjaga konsentrasi visual.

5. Anggap Sebagai "Sholat Perpisahan"

Tanamkan pola pikir bahwa ini mungkin sholat terakhir yang bisa dikerjakan sebelum meninggal dunia. Dalam hadis, konsep ini disebut Sholat Muwaddi'. Jika seseorang sadar bahwa nyawanya mungkin dicabut setelah salam, ia pasti tidak akan membiarkan pikirannya memikirkan makan siang atau urusan pekerjaan. Ia akan sholat dengan sebaik-baiknya, memohon ampun dengan sungguh-sungguh, dan menikmati setiap detiknya.

6. Latihan Menarik Kembali Fokus

Saat sholat, jika tiba-tiba pikiran teringat kunci motor yang hilang atau tugas kantor, jangan panik atau marah pada diri sendiri. Sadari bahwa pikiran sedang melayang, lalu secara lembut kembalikan lagi fokus ke bacaan sholat yang sedang diucapkan. Lakukan ini berulang-ulang. Khusyuk adalah proses "tarik-ulur" melatih otot fokus. Semakin sering kamu sadar dan mengembalikannya, semakin kuat konsentrasimu.

Logo Radio
🔴 Radio Live