Ceritra
Ceritra Warga

Tren Jorts dan Baggy Jeans 2026: Alasan Mengapa Celana Lebar Lebih Disukai daripada Skinny Jeans

Nizar - Monday, 13 April 2026 | 06:10 PM

Background
Tren Jorts dan Baggy Jeans 2026: Alasan Mengapa Celana Lebar Lebih Disukai daripada Skinny Jeans
Celana Jorts (depop/)

Selamat Tinggal Skinny Jeans: Alasan Jorts dan Baggy Jeans Jadi Seragam Wajib Gen Z Hari Ini

Kalau kita flashback ke sekitar tahun 2010-an, dunia fashion sempat "dijajah" oleh satu jenis celana yang bikin sirkulasi darah di kaki terancam: skinny jeans. Makin ketat, makin keren. Bahkan saking ketatnya, kita butuh perjuangan luar biasa hanya untuk sekadar mengeluarkan ponsel dari kantong depan. Tapi, mari kita beri tepuk tangan untuk waktu yang terus berjalan, karena sekarang era itu sudah resmi tamat. Gen Z telah memproklamirkan kemerdekaan kaki mereka melalui tren celana lebar yang kita kenal sebagai baggy jeans dan saudaranya yang lebih pendek, jorts.

Berjalan di area populer seperti Tunjungan di Surabaya, SCBD di Jakarta, atau sekadar scrolling di TikTok, pemandangan celana-celana berukuran raksasa ini sudah jadi hal lumrah. Fenomena ini bukan sekadar soal malas beli baju yang pas di badan, tapi ada pergeseran budaya yang cukup dalam di baliknya. Ada semacam pernyataan tersirat bahwa kenyamanan adalah hukum tertinggi dalam berpakaian, dan estetika "anti-fit" adalah cara baru untuk terlihat keren tanpa harus terlihat seperti sedang berusaha keras.

Jorts: Celana "Bapak-Bapak" yang Naik Kelas

Mari kita bicara soal Jorts—singkatan dari jeans shorts. Sebenarnya, jorts bukanlah barang baru. Kalau kamu melihat foto lama ayahmu saat liburan di tahun 90-an, kemungkinan besar beliau memakai celana jeans potong di bawah lutut yang terlihat agak gombrang. Dulu, ini dianggap sebagai fashion disaster. Tapi di tangan Gen Z, jorts bertransformasi menjadi item paling dicari. Kuncinya ada pada siluetnya yang longgar dan panjangnya yang tanggung—biasanya tepat di bawah lutut atau sedikit di atasnya.

Tren ini sering dikaitkan dengan estetika "Adam Sandler Core". Aktor komedi tersebut memang legendaris karena gaya berpakaiannya yang sangat santai, bahkan cenderung berantakan dengan kaos oversized dan celana pendek lebar. Gen Z melihat ini bukan sebagai ketidakteraturan, melainkan sebagai bentuk pemberontakan terhadap standar kecantikan atau kegantengan yang terlalu kaku. Memakai jorts memberikan kesan "unbothered" alias tidak peduli, tapi tetap terlihat estetik saat dipadukan dengan sepatu kets bongsor atau loafers dengan kaos kaki putih tinggi.

Jujurly, jorts itu sangat fungsional. Kamu punya kantong yang cukup besar untuk membawa powerbank, dompet, sampai kunci motor tanpa takut celanamu akan robek di bagian paha. Selain itu, udara bisa mengalir bebas, sesuatu yang mustahil didapatkan saat kamu masih terjebak di era celana pensil yang mencekik.

Baggy Jeans dan Nostalgia Y2K yang Tak Ada Habisnya

Kalau jorts adalah pilihan untuk cuaca panas Jakarta yang makin gila, maka baggy jeans adalah pilihan utama untuk tampil totalitas. Kebangkitan baggy jeans tidak bisa dilepaskan dari meledaknya kembali tren Y2K dan budaya skate tahun 90-an. Gen Z, yang mungkin saat itu baru lahir atau bahkan belum ada, merasa romantis dengan estetika masa lalu yang dianggap lebih jujur dan ekspresif.

Baggy jeans yang populer sekarang bukan cuma sekadar "sedikit longgar", tapi benar-benar lebar hingga menutupi sepatu. Ada rasa puas tersendiri ketika melihat kain celana yang menumpuk di atas sepatu (pooling effect). Pengaruh dari grup K-Pop seperti NewJeans atau ikon fashion global seperti Bella Hadid makin memperkuat posisi baggy jeans sebagai "item wajib punya".

Selain soal nostalgia, baggy jeans adalah bentuk perlawanan terhadap objektivitas tubuh. Di era skinny jeans, bentuk kaki kita terpampang nyata. Baggy jeans memberikan ruang bagi semua jenis bentuk tubuh untuk merasa nyaman. Tidak peduli ukuran pahamu kecil atau besar, di dalam baggy jeans, semuanya setara. Ini adalah inklusivitas dalam bentuk denim.

Thrifting dan Alasan Keberlanjutan

Salah satu alasan kenapa jorts dan baggy jeans makin menjamur adalah kemudahannya ditemukan di toko baju bekas atau thrift shop. Mencari celana baggy yang otentik justru lebih mudah di pasar loak seperti Pasar Senen atau Gedebage daripada di gerai fast fashion mall. Denim lama dari tahun 90-an memiliki kualitas bahan yang lebih tebal dan kaku, memberikan struktur yang lebih bagus saat dipakai daripada jeans modern yang banyak mengandung stretch.

Banyak anak muda sekarang yang lebih bangga bilang, "Ini dapet thrifting cuma 50 ribu," daripada pamer merk terkenal. Ada kepuasan tersendiri saat berhasil menemukan celana Levi's jadul yang ukurannya tiga kali lebih besar dari pinggang mereka, lalu mengakalinya dengan ikat pinggang sampai menciptakan kerutan yang artistik di bagian perut. Ini adalah bentuk kreativitas yang personal.

Bukan Sekadar Tren, Tapi Identitas

Pada akhirnya, tren celana lebar ini mencerminkan mentalitas Gen Z yang lebih santai namun tetap kritis. Mereka ingin tampil beda tanpa harus merasa tersiksa. Memakai celana yang "kegedean" adalah cara mereka untuk bilang bahwa mereka tidak terikat oleh aturan fashion lama yang mengharuskan pakaian harus mengikuti lekuk tubuh.

Tentu saja, bagi generasi yang lebih tua, melihat tren ini mungkin terasa aneh. Orang tua kita mungkin akan bertanya, "Kenapa pakai celana yang kayak mau kedodoran begitu?" Tapi bukankah itu esensi dari fashion anak muda di setiap zaman? Yaitu membuat generasi sebelumnya merasa bingung. Sebagaimana dulu orang tua mereka bingung melihat celana cutbray atau rambut gondrong ala hippies.

Jadi, kalau besok kamu melihat seseorang memakai jeans yang lebarnya hampir menyapu jalanan atau celana jeans tanggung yang terlihat seperti salah potong, jangan buru-buru menghakimi. Mungkin mereka sedang menikmati kebebasan yang tidak pernah kita dapatkan di era skinny jeans. Lagipula, siapa yang butuh celana ketat kalau kamu bisa merasa seperti sedang memakai selimut saat berjalan-jalan di mall? Kenyamanan adalah kunci, dan untuk saat ini, semakin lebar celanamu, semakin keren hidupmu.

Logo Radio
🔴 Radio Live