Ceritra
Ceritra Warga

Team Bedong vs Team M-Shape, Mana yang Lebih Baik untuk Bayi?

Shannon - Tuesday, 26 May 2026 | 11:00 AM

Background
Team Bedong vs Team M-Shape, Mana yang Lebih Baik untuk Bayi?
Bedong Bayi M-Shape (KlikDokter/)

Bedong Bayi dan M-Shape: Antara Tradisi Lontong dan Fakta Medis yang Sering Bikin Gontok-gontokan

Pernah nggak sih kamu mampir ke rumah saudara yang baru punya bayi, terus melihat si kecil dibungkus rapat dari bahu sampai ujung kaki sampai nggak bisa berkutik? Mirip lontong atau lemper, gitu. Itulah tradisi bedong yang sudah mendarah daging di Indonesia. Katanya sih, kalau nggak dibedong kencang, nanti kakinya bakal bengkok atau bentuknya jadi huruf 'O'. Tapi, di sisi lain, sekarang lagi ramai banget istilah M-Shape yang katanya justru posisi paling natural buat bayi. Nah, di sinilah biasanya perang dingin antara mertua dan menantu dimulai.

Mari kita jujur-jujuran saja. Menjadi orang tua baru di zaman sekarang itu tantangannya dobel. Selain harus tahan begadang, kita juga harus tahan telinga dengerin petuah-petuah legendaris dari para sesepuh yang kadang bertabrakan sama anjuran dokter spesialis anak. Masalah bedong ini salah satunya. Satu sisi bilang "Biar kakinya lurus, Nak!", sisi lain bilang "Jangan kenceng-kenceng, nanti pinggulnya geser!". Pusing, kan? Makanya, yuk kita bedah pelan-pelan mana yang mitos dan mana yang fakta biar nggak gagal paham.

Mitos Kaki 'O' yang Menghantui Turun-temurun

Salah satu alasan utama kenapa orang tua zaman dulu hobi banget membedong bayi sampai super ketat adalah ketakutan akan kaki yang melengkung atau kaki 'O'. Logikanya sederhana tapi keliru: kalau dibedong lurus dan kencang, nanti pas gede kakinya bakal jenjang kayak model. Padahal, secara medis, kaki bayi yang baru lahir memang secara alami bentuknya agak melengkung. Ini karena mereka meringkuk di dalam rahim yang sempit selama sembilan bulan. Jadi, itu bukan cacat atau kelainan, melainkan posisi alami yang bakal lurus sendiri seiring bertambahnya usia dan aktivitas si kecil seperti merangkak dan berjalan.

Memaksa kaki bayi lurus dengan bedongan kencang justru berisiko tinggi. Bayangkan kamu disuruh berdiri tegak tapi kaki diikat rapat selama berjam-jam. Nggak enak, kan? Nah, bayi juga begitu. Memaksa sendi panggul bayi lurus secara prematur malah bisa memicu kondisi yang disebut Developmental Dysplasia of the Hip (DDH), alias pergeseran sendi panggul. Alih-alih pengen punya anak berkaki lurus, malah risikonya pinggul si kecil nggak berkembang sempurna. Duh, ngeri juga ya?

Kenalan Sama Posisi M-Shape: Bukan Gaya-gayaan Doang

Belakangan ini, istilah M-Shape makin populer, terutama di kalangan komunitas menggendong. M-Shape adalah posisi di mana kaki bayi menekuk ke atas, lutut lebih tinggi dari bokong, dan paha terbuka lebar ke samping. Kalau dilihat dari depan, posisi kaki bayi ini memang menyerupai huruf 'M' atau posisi kodok (froggy position). Ternyata, ini bukan sekadar tren gaya hidup minimalis atau pengaruh media sosial, lho.

Faktanya, posisi M-Shape adalah posisi paling aman dan nyaman buat sendi panggul bayi. Dalam posisi ini, kepala tulang paha berada tepat di dalam cekungan panggul, sehingga sendi panggul bisa berkembang dengan stabil. Jadi, kalau ada yang bilang M-Shape itu bikin kaki bayi mengangkang atau jelek, itu fix mitos. Justru posisi inilah yang menjaga kesehatan tulang jangka panjang. Bahkan, organisasi kesehatan internasional dan ahli ortopedi sangat menyarankan posisi ini saat bayi digendong maupun saat berada dalam bedongan yang lebih fleksibel.

Bedong Itu Tetap Boleh, Tapi Ada Syarat dan Ketentuannya

Terus, apakah berarti bedong itu terlarang? Ya nggak juga. Bedong tetap punya fungsi yang bagus kok, asal caranya benar. Fungsi utama bedong sebenarnya bukan untuk meluruskan kaki, tapi untuk memberikan kehangatan dan mengurangi moro reflex atau refleks kaget yang sering bikin bayi tiba-tiba terbangun dan menangis. Bayi yang dibedong biasanya bakal merasa lebih tenang karena sensasinya mirip kayak waktu masih di dalam perut ibu yang sempit tapi nyaman.

Tapi ingat, kunci bedong zaman sekarang itu "Longgar di Bawah, Pas di Atas". Bagian tangan boleh dibalut agak rapi biar bayinya nggak kaget, tapi bagian kaki harus diberikan ruang yang luas. Bayi harus tetap bisa menekuk kakinya ke posisi M-Shape di dalam bedongan tersebut. Jangan lagi deh narik kaki bayi kuat-kuat terus diikat kencang pakai kain jarik. Kalau bayinya masih bisa menendang-nendang di dalam bedongan, berarti itu sudah benar. Istilah kerennya, hip-healthy swaddling.

Menghadapi Kritik 'Generasi Jadul' dengan Elegan

Tantangan terberat biasanya bukan cara membedongnya, tapi gimana cara menjelaskan ke nenek atau kakek si bayi. Kadang mereka merasa lebih berpengalaman karena sudah membesarkan banyak anak. "Dulu kamu juga dibedong kenceng nggak apa-apa tuh, sekarang jadi orang juga," begitu biasanya kalimat pamungkasnya. Kalau sudah begini, kita nggak perlu ngegas atau sok pintar.

Coba jelasin pelan-pelan kalau ilmu pengetahuan itu berkembang. Dulu mungkin belum ada penelitian sedalam sekarang soal struktur tulang bayi. Bisa juga dengan cara mengajak mereka pas kontrol ke dokter anak, biarkan dokter yang menjelaskan. Biasanya kalau omongan "orang pakai baju putih" alias dokter, para sesepuh bakal lebih manut. Intinya, kita pengen yang terbaik buat si kecil tanpa harus merusak hubungan keluarga, kan?

Kesimpulan: Mana yang Harus Dipilih?

Jadi, kesimpulannya sederhana: bedong itu fakta bermanfaat buat menenangkan bayi, tapi meluruskan kaki lewat bedong adalah mitos yang berbahaya. Sementara itu, M-Shape adalah fakta medis yang harus kita dukung demi kesehatan tulang panggul si buah hati. Kita hidup di masa di mana informasi sangat mudah diakses, jadi jangan sampai kita menutup mata dari kemajuan ilmu kesehatan hanya karena alasan tradisi.

Menjadi orang tua memang perjalanan belajar yang nggak ada habisnya. Kita boleh menghargai tradisi, tapi jangan ragu untuk meninggalkannya kalau memang terbukti merugikan secara medis. Yuk, mulai sekarang kita terapkan bedong yang lebih manusiawi dan mendukung posisi M-Shape. Biar bayi tidur nyenyak, pinggul sehat, dan kita sebagai orang tua pun bisa istirahat dengan tenang tanpa rasa khawatir berlebih. Semangat ya, para pejuang popok!

Logo Radio
🔴 Radio Live