Hati-hati! 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Diam-diam Merusak Kepercayaan Diri Anak
Refa - Monday, 12 January 2026 | 08:00 PM


Kepercayaan diri merupakan dasar penting dalam perkembangan emosional dan sosial anak. Sikap ini membantu anak berani menghadapi tantangan, mencoba hal baru, serta yakin terhadap kemampuan yang dimilikinya. Anak yang memiliki kepercayaan diri cenderung lebih siap menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari.
Namun demikian, terdapat sejumlah perilaku yang kerap dilakukan tanpa disadari dan justru dapat melemahkan rasa percaya diri anak. Berikut lima di antaranya, beserta cara menyikapinya.
1. Kritik yang Terlalu Sering dan Menyakitkan
Anak memang membutuhkan arahan, tetapi kritik yang disampaikan terus-menerus, apalagi dengan nada keras, dapat meninggalkan luka emosional. Kondisi ini membuat anak meragukan kemampuannya sendiri. Sebaiknya, orang tua memberikan masukan yang bersifat membangun. Alih-alih menyalahkan, arahkan anak untuk menemukan solusi bersama.
2. Membandingkan Anak dengan Orang Lain
Ucapan yang membandingkan anak dengan saudara atau teman dapat menurunkan rasa percaya diri dan menimbulkan perasaan tidak mampu. Anak bisa merasa dirinya selalu kurang dibandingkan orang lain. Menghargai keunikan dan kelebihan anak secara personal jauh lebih efektif dalam menumbuhkan rasa percaya diri.
3. Sikap Terlalu Melindungi
Keinginan untuk melindungi anak dari kegagalan adalah hal yang wajar. Namun, perlindungan berlebihan justru menghambat anak belajar menghadapi masalah. Anak perlu diberi kesempatan untuk mencoba, membuat kesalahan, dan belajar menyelesaikan persoalan kecil secara mandiri agar percaya pada kemampuannya sendiri.
4. Mengabaikan Usaha dan Prestasi Anak
Ketika usaha atau pencapaian anak tidak mendapat pengakuan, mereka dapat merasa tidak dihargai. Hal ini berpotensi membuat anak kehilangan motivasi untuk mencoba hal baru. Memberikan apresiasi sederhana atas usaha yang dilakukan, sekecil apa pun, dapat membantu memperkuat kepercayaan diri anak.
5. Memberikan Label Negatif
Pemberian label seperti “malas”, “pemalu”, atau “tidak bisa” dapat melekat dalam benak anak dan memengaruhi cara mereka memandang diri sendiri. Dalam jangka panjang, anak bisa mempercayai label tersebut sebagai identitasnya. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua menyoroti perilaku yang perlu diperbaiki tanpa memberi cap negatif pada kepribadian anak.
Next News

Malam Paling Agung di Masjidil Aqsa Saat Nabi Muhammad SAW Menjadi Imam Seluruh Nabi
in 5 hours

4 Lokasi Bersejarah yang Disinggahi dan Menjadi Tempat Sholat Rasulullah Saat Isra' Mi'raj
in 4 hours

Bukan Sekadar Perjalanan, Ini Protokol Langit Saat Nabi Muhammad SAW Naik Buraq
in 4 hours

Langkahnya Sejauh Pandangan Mata, Keajaiban Buraq dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj
in 4 hours

Kenapa Rajaban Selalu Dinanti? Tradisi Jawa Rayakan Isra’ Mi’raj dengan Cara Berbeda
in 3 hours

Mengapa Isra’ Mi’raj Terjadi Setelah Tahun Kesedihan? Ini Jawabannya
in 3 hours

Salat Masih Terasa Hampa? Coba Renungi Makna Al-Fatihah Ayat per Ayat
in 2 hours

Bukan Sihir! Penyakit Aneh Ini Bisa Bikin Kamu Mabuk Berat Cuma Gara-gara Sepotong Roti
in 4 hours

Sholat Sering Melamun? Coba 6 Teknik Ini agar Lebih Khusyuk
in an hour

Bukan Beban, Ini Alasan Sholat Disebut Hadiah Langsung dari Allah
in an hour






