Grogi Bikin Mulas? Ternyata Usus dan Otak Sedang Ngobrol
Nisrina - Saturday, 21 February 2026 | 08:45 AM


Pernah nggak sih lo ngerasa perut tiba-tiba mulas luar biasa pas mau maju presentasi di depan bos? Atau mendadak pengen ke toilet berkali-kali pas lagi nungguin gebetan balas chat yang cuma di-read doang? Kalau lo pikir itu cuma sekadar "nervous" biasa, lo salah besar. Fenomena "butterflies in my stomach" itu bukan cuma kiasan puitis, tapi bukti nyata kalau usus lo lagi ngobrol intens sama otak lo.
Selama ini kita selalu menganggap otak yang ada di kepala adalah bos tunggal yang mengendalikan segalanya. Kita mikir kalau rasa cemas, bahagia, atau sedih itu urusan neuron di kepala. Tapi, sains belakangan ini makin yakin kalau kita punya "Second Brain" atau otak kedua yang letaknya justru di sistem pencernaan. Namanya kerennya: Enteric Nervous System (ENS). Dan percayalah, si otak kedua ini punya pengaruh yang gede banget buat menentukan apakah hari lo bakal ceria atau penuh kecemasan (anxiety).
Kenapa Usus Disebut Otak Kedua?
Secara struktur, usus kita itu bukan cuma saluran buat lewatnya seblak atau kopi susu gula aren yang lo minum tadi siang. Di dinding sistem pencernaan kita, ada lebih dari 100 juta sel saraf. Jumlah ini bahkan lebih banyak daripada saraf yang ada di sumsum tulang belakang. Meskipun si usus ini nggak bisa dipakai buat ngerjain soal kalkulus atau mikirin cicilan pinjol, dia punya otonomi sendiri buat ngatur perasaan lo.
Hubungan antara otak dan usus ini sifatnya dua arah, alias bidirectional. Mereka dihubungkan oleh sebuah jalur tol raksasa yang namanya saraf Vagus. Jadi, kalau otak lo stres karena kerjaan numpuk, dia bakal kirim sinyal ke perut yang bikin pencernaan lo kacau. Sebaliknya—dan ini yang sering kita lupain—kalau kondisi perut lo lagi berantakan gara-gara bakteri jahat, usus bakal kirim sinyal "bahaya" ke otak yang bikin lo ngerasa cemas tanpa alasan yang jelas.
Bakteri di Perut: DJ yang Ngatur Playlist Emosi
Di dalam perut kita, ada ekosistem raksasa yang isinya triliunan mikroorganisme, alias mikrobiota usus. Bayangin aja ada "kota metropolitan" kecil di dalam perut lo. Nah, bakteri-bakteri ini bukan cuma numpang hidup, mereka itu produsen kimia yang luar biasa. Lo tau Serotonin? Hormon yang bikin kita merasa tenang, happy, dan stabil? Faktanya, sekitar 90 sampai 95 persen Serotonin di tubuh kita itu diproduksi di usus, bukan di otak!
Jadi, kalau populasi bakteri di perut lo lagi nggak seimbang—istilah ilmiahnya dysbiosis—produksi hormon kebahagiaan ini bakal terganggu. Inilah kenapa orang yang punya masalah pencernaan kronis kayak GERD atau IBS (Irritable Bowel Syndrome) sering banget ngerasa gampang cemas, low mood, atau bahkan depresi. Bakteri di perut lo itu ibarat DJ; kalau mereka lagi setel lagu jedag-jedug yang berisik, pikiran lo pun bakal ikutan gaduh.
Gaya Hidup Modern dan "Anxiety" yang Datang dari Piring
Coba deh inget-inget, kapan terakhir kali lo makan beneran "makanan", bukan sekadar makanan olahan (processed food)? Zaman sekarang, kita sering banget manjain lidah tapi nyiksa usus. Makanan tinggi gula, gorengan pakai minyak yang sudah hitam legam, sampai makanan instan yang penuh pengawet itu adalah musuh bebuyutan bakteri baik di perut.
Pas lo kebanyakan makan junk food, bakteri jahat bakal pesta pora. Mereka memicu peradangan (inflamasi) yang bisa nembus ke aliran darah dan akhirnya sampai ke otak. Dampaknya? Lo jadi gampang kena brain fog (sulit fokus), gampang tersinggung, dan rasa cemas lo bakal naik ke level yang nggak wajar. Jadi, kalau lo ngerasa mental health lo lagi keganggu, coba cek dulu piring makan lo. Bisa jadi itu bukan cuma karena trauma masa lalu, tapi karena usus lo lagi protes keras.
Terus, Gimana Biar Usus (dan Otak) Kita Tetap Waras?
Berita baiknya, usus itu sangat fleksibel. Lo bisa memperbaiki mood dan ngurangin rasa cemas cuma dengan cara ngatur apa yang masuk ke mulut. Nggak perlu ribet, kok. Berikut beberapa langkah receh tapi impactful buat kesehatan otak kedua lo:
- Asupan Probiotik: Ajak "temen-temen baik" masuk ke perut lewat makanan fermentasi kayak yoghurt, tempe, kimchi, atau kefir. Tempe yang harganya murah meriah itu ternyata superfood buat kesehatan mental lo, lho.
- Hajar Pakai Serat: Bakteri baik itu makanannya serat. Sayuran hijau, buah-buahan, dan kacang-kacangan itu ibarat bahan bakar buat mereka biar tetap rajin produksi hormon bahagia.
- Kurangi Gula Berlebih: Gula itu kayak "narkoba" buat bakteri jahat. Semakin banyak lo konsumsi gula rafinasi, semakin berkuasa bakteri jahat di usus lo.
- Kelola Stres: Inget, jalurnya dua arah. Kalau lo stres, usus lo kaku. Kalau usus kaku, penyerapan nutrisi keganggu, dan akhirnya lo makin stres. Lingkaran setan ini harus diputus dengan cara meditasi, olahraga ringan, atau sekadar tidur cukup.
Dengerin "Gut Feeling" Lo
Ternyata, istilah "gut feeling" itu punya dasar biologis yang kuat banget. Tubuh kita itu satu kesatuan sistem yang canggih banget. Jangan cuma fokus ngerawat wajah pakai skincare sepuluh layer, tapi daleman perut lo diabaikan. Kesehatan mental nggak cuma soal apa yang lo pikirkan, tapi juga soal apa yang lo makan dan gimana kondisi "penghuni" di perut lo.
Jadi, mulai sekarang kalau lo ngerasa cemas atau galau nggak jelas, coba minum air putih yang banyak, makan buah, atau konsumsi yoghurt. Siapa tahu, kecemasan yang lo rasain itu bukan karena lo kurang motivasi, tapi cuma karena bakteri di perut lo lagi kelaparan dan butuh perhatian. Sayangi ususmu, sayangi kewarasanmu!
Next News

Kenapa Kita Sering Bilang Belum Lima Menit Saat Makanan Jatuh?
in 2 hours

Mengapa Like dan Komentar Tak Bisa Mengobati Rasa Sepimu?
in an hour

Sering Merasa HP Bergetar Padahal Tidak? Simak Penjelasannya
in 14 minutes

Mitos atau Fakta Sinyal Ponsel Bisa Mengganggu Navigasi Pesawat
in 14 minutes

Sering Dapat Ide Pas Mandi? Kamu Gak Sendiri, Ini Alasannya
an hour ago

Cuma Pajangan? Simak Fakta Menarik Mengapa Pria Memiliki Puting
2 hours ago

Trik Tetap Produktif Meski Ngantuk Melanda Setelah Makan
3 hours ago

Mengenal Istilah Generasi Micin dan Ironi di Balik Gurihnya MSG
4 hours ago

Sering Oles Odol ke Jerawat? Kenali Risikonya Sebelum Terlambat
4 hours ago

Benarkah Mandi Malam Picu Rematik? Simak Penjelasannya di Sini
5 hours ago






