Gaji Dia, Kerjaannya Kamu? Cara Bijak Pasang Batasan dengan Rekan Kerja Toxic
Refa - Wednesday, 18 February 2026 | 10:00 AM


Menghadapi Rekan Kerja Toxic yang Hobi Lempar Tugas: Antara Sabar dan Pengen Resign
Bayangin deh, pagi hari yang harusnya lo awali dengan semangat membara tiba-tiba buyar gitu aja. Lo baru duduk, baru naruh tas, dan baru mau nyeruput kopi hitam favorit lo, eh, tiba-tiba si rekan kerja "ajaib" ini datang ke meja lo. Dengan senyum manis yang penuh kepalsuan, dia bilang, "Eh, bantuin gue dong, ini tugasnya urgent banget tapi gue ada meeting mendadak. Lo kan jago nih soal ginian."
Awalnya mungkin lo ngerasa bangga karena dianggap jago. Tapi kalau polanya berulang tiap minggu, bahkan tiap hari, itu namanya bukan kolaborasi, Bos. Itu namanya lo lagi dijadiin "tempat pembuangan akhir" tugas-tugas dia. Menghadapi rekan kerja yang toxic dan hobi melimpahkan beban kerja ke orang lain itu emang butuh kesabaran setebal kamus bahasa Inggris. Kalau nggak pinter-pinter jaga diri, yang ada lo malah burnout sendirian, sementara dia asik-asikan nongkrong di pantry atau pulang on-time setiap hari.
Kenapa Sih Ada Orang yang Hobi "Oper Bola"?
Sebelum kita bahas cara ngelawan, kita harus paham dulu kenapa spesies kayak gini bisa eksis di ekosistem kantor. Biasanya, mereka ini punya kemampuan "manipulasi halus". Mereka tahu siapa orang yang nggak enak buat nolak alias si people pleaser. Mereka bakal pakai alasan apa aja, mulai dari anak sakit, internet lemot, sampai alasan filosofis kalau mereka lagi "mencari inspirasi".
Masalahnya, di budaya kerja kita yang seringkali menjunjung tinggi "kekeluargaan", menolak permintaan tolong itu rasanya kayak berdosa banget. Kita takut dianggap nggak solider, takut dianggap nggak kompeten, atau takut ngerusak suasana kantor. Padahal ya, yang ngerusak suasana itu sebenernya si tukang oper tugas itu sendiri. Dia makan gaji buta, lo yang matanya merah karena lembur kerjain tugas yang bukan job desc lo.
1. Pasang Pager: Belajar Bilang "Enggak" Tanpa Rasa Berdosa
Langkah pertama yang paling krusial adalah belajar pasang batasan atau boundaries. Gue tahu, bilang "nggak" itu susahnya minta ampun, apalagi kalau lo orangnya emang dasarnya baik hati dan tidak sombong. Tapi inget, lo itu karyawan, bukan yayasan sosial. Cara nolak yang elegan itu nggak harus pakai urat. Gunakan teknik "Yes, but...".
Contohnya gini: "Gue pengen banget bantu, tapi jadwal gue hari ini full banget buat selesaiin laporan mingguan. Kalau gue ambil tugas lo, laporan gue malah berantakan. Mungkin lo bisa tanya ke yang lain atau dikerjain pelan-pelan sendiri?" Dengan begini, lo nggak langsung nutup pintu, tapi lo ngasih alasan yang logis dan profesional. Lo harus tegas sama kapasitas diri lo sendiri sebelum orang lain makin ngelunjak.
2. Dokumentasi adalah Koentji
Rekan kerja toxic tipe ini biasanya pinter banget bersilat lidah. Kalau suatu saat ada masalah sama tugas yang dia oper ke lo, dia bisa aja cuci tangan dan bilang itu tanggung jawab lo. Makanya, jangan pernah terima limpahan tugas cuma lewat obrolan mulut atau chat santai di WhatsApp. Ajak dia buat kirim email atau lewat aplikasi project management yang kantor pake.
Kenapa? Biar ada jejak digitalnya. Kalau bos nanya kenapa kerjaan utama lo lambat, lo punya bukti kalau lo lagi ngerjain "titipan" si fulan. Dokumentasi ini juga berfungsi sebagai pelindung lo dari gaslighting. Jangan biarkan mereka memanipulasi ingatan lo seolah-olah itu emang tugas lo dari awal.
3. Main Halus dengan Teknik "Tanya Atasan"
Kalau si rekan kerja ini posisinya lebih senior atau emang bebal banget, lo bisa pakai kartu as: bawa-bawa nama atasan. Tapi bukan dengan cara ngadu kayak anak SD ya. Pas dia mau oper tugas, lo bisa bilang, "Eh, bentar ya, gue tanya Pak/Bu [Nama Atasan] dulu. Soalnya kemarin beliau minta gue prioritasin proyek A. Gue takut kalau ambil tugas lo, proyek A jadi keganggu. Gimana?"
Biasanya, si tukang oper tugas bakal mikir dua kali kalau urusannya udah nyangkut ke atasan. Mereka itu cuma pengen cari jalan pintas, bukan cari masalah sama bos. Dengan membawa nama otoritas, lo secara nggak langsung bilang kalau lo punya prioritas yang lebih penting daripada jadi asisten dadakan dia.
4. Jangan Terlalu Available
Sadar nggak sih, kadang kita jadi target karena kita kelihatan terlalu santai atau terlalu cepat nyelesain kerjaan? Di dunia kerja, efisiensi itu seringkali malah "dihukum" dengan tambahan kerjaan. Kalau lo kelar kerjaan lebih cepet, jangan langsung pamer atau kelihatan bengong. Gunakan waktu itu buat pengembangan diri atau sekadar napas sejenak.
Kalau lo selalu bilang "siap" dan selalu ada kapan pun dia manggil, lo lagi ngelatih dia buat terus-terusan manfaatin lo. Sesekali, tunjukin kalau lo juga sibuk. Bukan berarti lo harus akting, tapi lo harus menghargai waktu lo sendiri. Kalau lo nggak menghargai waktu lo, jangan harap orang toxic kayak dia bakal menghargainya.
Jangan Biarkan Mental Lo Runtuh demi Kerjaan Orang Lain
Pada akhirnya, kantor itu cuma tempat cari nafkah, bukan tempat buat jadi martir bagi kemalasan orang lain. Menghadapi rekan kerja toxic emang bikin capek hati, tapi jangan sampai itu ngerusak kesehatan mental lo. Kalau semua cara di atas udah dicoba dan dia tetep nggak berubah, mungkin ini saatnya lo bicara jujur ke atasan atau HRD soal pembagian beban kerja yang nggak adil ini.
Ingat, lo punya hak buat kerja dengan tenang. Jangan merasa bersalah kalau harus menjaga jarak atau bersikap dingin sama orang yang nggak tahu terima kasih. Hidup udah berat, jangan ditambahin beban kerja orang yang sebenernya bisa ngerjain tugasnya sendiri kalau dia niat. Tetap profesional, tetap waras, dan yang paling penting, jangan mau jadi keset kaki di kantor sendiri!
Next News

Kenapa Kita Sering Bilang Belum Lima Menit Saat Makanan Jatuh?
6 hours ago

Mengapa Like dan Komentar Tak Bisa Mengobati Rasa Sepimu?
7 hours ago

Sering Merasa HP Bergetar Padahal Tidak? Simak Penjelasannya
8 hours ago

Mitos atau Fakta Sinyal Ponsel Bisa Mengganggu Navigasi Pesawat
8 hours ago

Sering Dapat Ide Pas Mandi? Kamu Gak Sendiri, Ini Alasannya
9 hours ago

Cuma Pajangan? Simak Fakta Menarik Mengapa Pria Memiliki Puting
10 hours ago

Trik Tetap Produktif Meski Ngantuk Melanda Setelah Makan
11 hours ago

Mengenal Istilah Generasi Micin dan Ironi di Balik Gurihnya MSG
12 hours ago

Sering Oles Odol ke Jerawat? Kenali Risikonya Sebelum Terlambat
12 hours ago

Benarkah Mandi Malam Picu Rematik? Simak Penjelasannya di Sini
13 hours ago






