Ceritra
Ceritra Warga

Blue Light Layar Gadget, Haruskah Kita Memakai Sunscreen di Dalam Ruangan

Nisrina - Sunday, 22 February 2026 | 09:11 PM

Background
Blue Light Layar Gadget, Haruskah Kita Memakai Sunscreen di Dalam Ruangan

Rutinitas menggunakan tabir surya atau sunscreen telah lama diakui sebagai langkah perlindungan paling krusial untuk mencegah penuaan dini dan kanker kulit akibat sengatan sinar matahari. Kita sangat paham pentingnya mengoleskan krim pelindung sebelum pergi ke pantai atau beraktivitas di luar rumah. Namun belakangan ini muncul sebuah anjuran baru dari para pegiat perawatan kulit yang memicu perdebatan panjang yakni kewajiban memakai tabir surya meskipun kita hanya duduk manis bekerja di depan layar laptop di dalam ruangan seharian penuh.

Alasan utama yang mendasari anjuran ini adalah ancaman dari paparan blue light atau cahaya biru berenergi tinggi yang dipancarkan oleh layar gadget seperti ponsel pintar, tablet, dan televisi. Banyak produk kecantikan kini menggunakan taktik pemasaran yang menakut nakuti konsumen tentang bahaya radiasi cahaya biru yang konon bisa merusak kulit sama parahnya dengan sinar matahari. Mari kita bedah kebenaran ilmiah mengenai isu yang meresahkan para pekerja kantoran ini.

Perbedaan Dampak Sinar UV dan Cahaya Biru

Sinar ultraviolet dari matahari terbagi menjadi UVA yang menembus dalam dan merusak kolagen, serta UVB yang membakar lapisan luar kulit. Keduanya secara medis terbukti kuat dapat menyebabkan mutasi DNA yang berujung pada kanker kulit melanoma. Berbeda dengan sinar matahari, cahaya biru atau High Energy Visible (HEV) light memiliki panjang gelombang yang berbeda. Cahaya biru memang mampu menembus lapisan kulit lebih dalam daripada sinar UV, namun cahaya ini tidak memiliki energi yang cukup untuk merusak DNA sel kulit secara langsung.

Penelitian dermatologi terbaru menunjukkan bahwa ancaman utama dari blue light bukanlah kanker melainkan peningkatan stres oksidatif. Terlalu lama menatap layar gadget yang terang dapat merangsang produksi radikal bebas di dalam sel kulit. Radikal bebas ini jika dibiarkan akan mengganggu kinerja melanosit yang merupakan sel penghasil pigmen kulit. Akibatnya kulit menjadi lebih rentan mengalami hiperpigmentasi seperti munculnya bintik hitam, flek, atau memperparah kondisi melasma terutama pada orang yang memiliki warna kulit lebih gelap.

Perlukah Menggunakan Tabir Surya di Depan Laptop

Meskipun cahaya biru memang membawa dampak buruk bagi pigmentasi kulit, intensitas cahaya yang dipancarkan oleh layar gadget sebenarnya sangat kecil jika dibandingkan dengan cahaya biru alami yang ada di bawah terik matahari. Kamu harus duduk berjam jam di depan layar monitor hanya untuk mendapatkan paparan cahaya biru yang setara dengan paparan matahari siang selama beberapa menit saja.

Jika ruangan kerjamu memiliki jendela besar di mana sinar matahari bisa masuk menerobos masuk, penggunaan sunscreen wajib dilakukan untuk menangkal sinar UVA yang bisa menembus kaca. Namun jika kamu benar benar berada di ruangan tertutup tanpa jendela, fokus utama perawatan kulitmu sebaiknya diarahkan pada penggunaan serum antioksidan seperti vitamin C. Antioksidan jauh lebih efektif dalam menetralisir radikal bebas akibat cahaya biru layar gadget dibandingkan dengan sunscreen biasa. Pada akhirnya merawat kulit di dalam ruangan adalah perpaduan antara perlindungan antioksidan dan kewarasan agar tidak mudah termakan klaim iklan berlebihan.

Logo Radio
🔴 Radio Live