Fakta Ilmiah Minuman Kolagen Benarkah Ampuh Mencerahkan Kulit atau Sekadar Gimmick
Nisrina - Sunday, 22 February 2026 | 04:16 PM


Industri kecantikan saat ini sedang dibanjiri oleh tren minuman dan suplemen kolagen. Mulai dari selebritas internet hingga iklan di televisi, semuanya menjanjikan kulit yang kenyal, bebas kerutan, dan bercahaya hanya dengan mengonsumsi serbuk manis tersebut setiap hari. Bagi banyak orang yang mendambakan kulit awet muda, klaim ini tentu terdengar seperti keajaiban. Namun sebelum kamu menghabiskan jutaan rupiah untuk membeli produk ini secara rutin, ada baiknya kita membedah fakta medis di baliknya agar tidak terjebak oleh trik pemasaran belaka.
Kolagen sebenarnya adalah protein struktural paling melimpah di dalam tubuh manusia. Protein ini bertindak layaknya lem yang merekatkan tulang, tendon, ligamen, dan tentu saja kulit. Saat kita masih muda, tubuh memproduksi kolagen dalam jumlah besar. Sayangnya produksi ini akan terus menurun secara alami seiring bertambahnya usia yang ditandai dengan munculnya garis halus dan kulit yang mengendur. Pemahaman inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh perusahaan kecantikan untuk menjual kolagen siap minum.
Perjalanan Kolagen di Dalam Sistem Pencernaan
Klaim bahwa meminum kolagen akan langsung mengubahnya menjadi kolagen di wajah adalah sebuah kesalahpahaman biologis yang sangat besar. Tubuh manusia memiliki sistem pencernaan yang cerdas sekaligus tanpa kompromi. Ketika kamu meminum suplemen kolagen, asam lambung dan enzim pencernaan akan langsung memecah protein tersebut menjadi unit dasar yang disebut asam amino. Asam amino inilah yang kemudian diserap oleh usus dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Masalahnya adalah tubuh kita memiliki prioritasnya sendiri. Setelah dipecah menjadi asam amino, tubuh tidak akan peduli apakah protein itu tadinya berasal dari minuman mahal atau sekadar dari sepotong tempe. Tubuh akan mengirimkan asam amino tersebut ke organ yang paling membutuhkan perbaikan terlebih dahulu. Jika sendi lututmu sedang meradang atau ototmu butuh pemulihan setelah berolahraga, asam amino tersebut akan dikirim ke sana. Kulit wajah sering kali berada di urutan terakhir dalam skala prioritas tubuh untuk bertahan hidup.
Cara Paling Efektif Meningkatkan Kolagen Kulit
Meskipun minuman kolagen tidak sepenuhnya tidak berguna karena tetap memberikan asupan protein, ada cara yang jauh lebih ilmiah dan terbukti secara medis untuk merangsang produksi kolagen di kulit. Daripada meminum kolagen jadi, para dokter kulit atau dermatolog lebih menyarankan penggunaan produk topikal yang mengandung Retinol atau Vitamin C. Retinol bekerja dengan cara memaksa sel kulit untuk mempercepat regenerasi dan memproduksi kolagen baru dari luar.
Sementara itu dari dalam tubuh, kamu membutuhkan asupan Vitamin C yang tinggi. Vitamin C adalah kofaktor wajib dalam sintesis kolagen. Tanpa Vitamin C yang cukup, tubuh tidak akan bisa menyatukan asam amino menjadi struktur kolagen yang kuat betapapun banyaknya suplemen protein yang kamu minum. Oleh karena itu menjaga pola makan sehat dengan banyak buah jeruk, kiwi, dan sayuran hijau sering kali memberikan hasil yang jauh lebih nyata bagi elastisitas kulit dibandingkan bergantung pada suplemen instan.
Next News

Blue Light Layar Gadget, Haruskah Kita Memakai Sunscreen di Dalam Ruangan
4 hours ago

Mitos Tidur Delapan Jam Sehari dan Fakta Ilmiah Siklus Sirkadian Tubuh Manusia
5 hours ago

Alasan Medis Mengapa Stres Bikin Rambut Rontok Parah
5 hours ago

Mengapa Tubuh Sangat Sulit Menolak Camilan Manis
6 hours ago

Rahasia Autofagi Cara Alami Tubuh Memperbaiki Sel Rusak Lewat Puasa Agar Awet Muda
8 hours ago

Resep Gyoza Ayam Ala Jepang Kenyal dan Juicy di Rumah
12 hours ago

Kenapa Kita Sering Bilang Belum Lima Menit Saat Makanan Jatuh?
a day ago

Mengapa Like dan Komentar Tak Bisa Mengobati Rasa Sepimu?
a day ago

Sering Merasa HP Bergetar Padahal Tidak? Simak Penjelasannya
a day ago

Mitos atau Fakta Sinyal Ponsel Bisa Mengganggu Navigasi Pesawat
a day ago






