Ceritra
Ceritra Warga

Berhenti Jadi People Pleaser! Strategi Pintar Menolak Pekerjaan di Luar Job Desk

Refa - Wednesday, 18 February 2026 | 09:00 AM

Background
Berhenti Jadi People Pleaser! Strategi Pintar Menolak Pekerjaan di Luar Job Desk
Ilustrasi tulisan "NO" (pexels.com/SHVETS production)

Cara Tolak Permintaan Rekan Kerja Tanpa Bikin Suasana Kantor Jadi Dingin

Bayangkan skenario ini: Hari Senin baru saja dimulai, kopi di meja masih mengepul panas, dan kamu baru saja membuka daftar to-do list yang panjangnya sudah mirip antrean sembako gratis. Tiba-tiba, seorang rekan kerja datang ke mejamu dengan senyum paling manis sedunia—jenis senyum yang biasanya membawa kabar buruk—dan berkata, "Eh, boleh minta tolong bantu kerjain laporan ini sebentar nggak? Kamu kan jago banget soal ginian."

Di dalam kepala, kamu ingin berteriak sekencang mungkin atau pura-pura pingsan agar tidak perlu menambah beban kerja. Tapi yang keluar dari mulutmu justru, "Oh, oke, boleh kok." Sambil tersenyum kecut, kamu menerima tumpukan tugas baru itu sementara hatimu menangis bombay. Selamat, kamu baru saja terjebak dalam pusaran setan bernama people pleaser di tempat kerja.

Fenomena "nggak enakan" ini memang sudah jadi budaya yang mendarah daging di Indonesia. Kita sering merasa bahwa menolak bantuan atau permintaan rekan kerja adalah dosa besar yang bisa merusak silaturahmi atau bikin kita dicap sombong. Padahal, terus-menerus berkata "ya" pada semua orang adalah resep paling ampuh menuju burnout dan stres berkepanjangan. Jadi, gimana sih caranya bilang "tidak" tapi tetap terlihat profesional dan nggak bikin hubungan kerja jadi retak? Mari kita bedah pelan-pelan.

1. Sadari Bahwa Kapasitasmu Bukan Karet yang Bisa Melar Tanpa Batas

Hal pertama yang harus kita tanamkan di otak adalah: waktu dan energimu itu terbatas. Kamu bukan superhero yang punya stok tenaga tak habis-habis. Mengatakan "tidak" pada tugas tambahan sebenarnya adalah bentuk tanggung jawabmu terhadap tugas-tugas utama yang sudah ada. Kalau kamu menerima semua permintaan orang lain, hasil pekerjaanmu sendiri justru bisa berantakan karena fokusmu terbagi-bagi.

Coba pikirkan begini, lebih baik menolak di awal daripada mengiyakan lalu hasilnya zonk atau malah melewati tenggat waktu. Itu jauh lebih merusak reputasi profesionalmu. Mengerti batasan diri sendiri adalah tanda bahwa kamu dewasa secara emosional dan mengerti skala prioritas. Jadi, buang jauh-jauh rasa bersalah itu ke tempat sampah terdekat.

2. Teknik Jujur Tapi Sopan (The Honest Buffer)

Menolak nggak harus kasar. Kamu nggak perlu bilang, "Nggak mau, kerjain aja sendiri!" kecuali kalau kamu memang ingin resign hari itu juga. Gunakan teknik honest buffer, yaitu memberikan penjelasan singkat yang masuk akal tanpa terlihat seperti sedang mencari alasan.

Contohnya: "Gue pengen banget bantu lo, tapi jujur jadwal gue lagi penuh banget sampai hari Kamis buat nyelesein projek A. Kalau gue ambil ini sekarang, takutnya hasilnya malah nggak maksimal buat lo." Kalimat ini menunjukkan bahwa kamu punya niat baik, tapi keadaan memang tidak memungkinkan. Kamu menolak tugasnya, bukan orangnya. Bedanya tipis, tapi pengaruhnya ke perasaan rekan kerja sangat besar.

3. Tawarkan Alternatif atau Solusi Lain

Biar nggak terkesan memutus harapan total, cobalah menawarkan jalan tengah. Ini menunjukkan bahwa kamu tetap peduli dengan masalah yang dia hadapi. Kamu bisa bilang, "Kalau sekarang gue belum bisa bantu. Tapi gimana kalau hari Jumat nanti kita bahas bareng sebentar? Mungkin gue bisa kasih sedikit masukan biar lo bisa lanjutin sendiri."

Atau kalau kamu tahu ada orang lain yang mungkin punya waktu lebih longgar, kamu bisa menyarankan, "Gue lagi ribet nih, tapi coba deh tanya si B, kemarin kayaknya dia baru beresin laporannya, mungkin dia ada waktu." Dengan memberikan alternatif, kamu tetap terlihat sebagai rekan kerja yang kooperatif tanpa harus mengorbankan waktu berhargamu sendiri.

4. Berhenti Meminta Maaf Secara Berlebihan

Banyak dari kita yang kalau menolak pasti diawali dengan kata "Aduh, maaf banget ya..." berkali-kali. Meminta maaf sekali itu sopan, tapi kalau berlebihan, kamu malah terkesan melakukan kesalahan besar. Padahal, menolak tambahan beban kerja saat kamu sedang sibuk bukanlah sebuah kesalahan.

Gunakan bahasa yang lebih tegas tapi tetap ramah. Daripada bilang "Maaf ya gue nggak bisa bantu karena gue cupu nggak sempat ngerjain," lebih baik gunakan "Terima kasih sudah percayain ini ke gue, tapi saat ini fokus gue lagi di tugas X agar selesai tepat waktu." Kalimat ini memberikan kesan bahwa kamu adalah orang yang terorganisir dan tahu apa yang sedang dikerjakan.

5. Terapkan Skala Prioritas Saat Berhadapan dengan Bos

Nah, gimana kalau yang minta bantuan itu atasan langsung? Ini levelnya beda lagi. Kamu nggak bisa asal bilang "nggak" begitu saja. Caranya adalah dengan membalikkan bola prioritas ke tangan mereka.

Coba katakan: "Pak/Bu, saat ini saya sedang fokus mengerjakan proyek A dan B sesuai arahan kemarin. Kalau saya harus mengerjakan tugas baru ini sekarang, mana di antara proyek A atau B yang harus saya geser tenggat waktunya?" Dengan begitu, atasanmu akan tersadar bahwa kamu sudah penuh, dan dia sendiri yang akan memutuskan mana yang lebih penting. Ini cara paling aman untuk "menolak" tanpa harus membangkang.

6. Konsistensi Adalah Kunci

Membangun batasan atau boundaries di kantor itu butuh waktu. Orang-orang akan terus mencoba "menitipkan" kerjaan ke kamu kalau mereka tahu kamu adalah tipe orang yang gampang luluh. Tapi kalau kamu konsisten menunjukkan bahwa kamu punya jadwal yang ketat dan berani berkata tidak saat memang tidak sanggup, perlahan rekan kerjamu akan mulai menghargai waktumu.

Pada akhirnya, lingkungan kerja yang sehat adalah lingkungan di mana setiap orang saling menghargai batasan masing-masing. Menjadi rekan kerja yang baik bukan berarti harus jadi keset yang bisa diinjak-injak kapan saja. Justru dengan berani berkata tidak pada hal-hal yang tidak krusial, kamu punya lebih banyak energi untuk memberikan performa terbaik pada hal-hal yang benar-benar penting.

Jadi, mulai sekarang, jangan takut lagi untuk bilang "enggak". Tarik napas, tetap tenang, dan sampaikan penolakanmu dengan kepala tegak. Percayalah, dunia nggak akan kiamat hanya karena kamu menolak membantu membuatkan slide presentasi rekanmu yang malas itu. Yuk, mulai hargai diri sendiri biar orang lain juga menghargaimu!

Logo Radio
🔴 Radio Live