8 Rekomendasi Minuman Elektrolit untuk Menjaga Hidrasi dan Mempercepat Pemulihan


Minuman elektrolit diformulasikan untuk menggantikan cairan serta mineral penting yang hilang dari tubuh, sekaligus membantu mencegah dehidrasi. Selain itu, jenis minuman ini juga berperan dalam mengurangi rasa lelah dan mempercepat proses pemulihan setelah beraktivitas fisik.
Mengutip laman Health, Minggu (28/12/2025), terdapat delapan jenis minuman elektrolit yang dinilai efektif untuk menjaga hidrasi tubuh:
1. Infused Water
Infused water merupakan air yang diperkaya mineral seperti magnesium, natrium, dan kalium, dengan tambahan perisa alami seperti lemon atau mentimun. Konsumsi sebelum berolahraga dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan mencegah dehidrasi. Meski umumnya rendah gula, beberapa produk memiliki kadar gula setara minuman olahraga sehingga perlu mencermati label kemasan.
2. Air Kelapa
Air kelapa mengandung kalium, natrium, klorida, serta karbohidrat, dengan kadar gula yang relatif lebih rendah dibanding minuman elektrolit lainnya. Kandungan antioksidannya membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat aktivitas fisik berkepanjangan. Air kelapa juga kerap digunakan sebagai cairan rehidrasi oral pada kondisi dehidrasi berat.
3. Minuman Olahraga (Sports Drinks)
Minuman olahraga mengandung 6–8 persen karbohidrat, elektrolit, air, dan vitamin yang dirancang untuk mendukung hidrasi, menambah energi, serta mempercepat pemulihan setelah aktivitas fisik intens dan berdurasi panjang. Namun, bagi yang hanya berolahraga ringan hingga sedang, konsumsi minuman ini berpotensi menambah asupan gula berlebih.
4. Pedialyte
Pedialyte merupakan larutan rehidrasi oral yang mengandung air, elektrolit, seng, dan gula. Minuman ini terbukti lebih efektif dibanding air putih dalam menggantikan cairan tubuh, baik untuk anak di atas satu tahun maupun orang dewasa. Pedialyte cocok digunakan saat dehidrasi akibat muntah atau diare, meski kandungan karbohidratnya tergolong rendah.
5. Susu Sapi
Susu sapi mengandung elektrolit seperti natrium dan kalsium, serta karbohidrat dan protein yang membantu proses hidrasi sekaligus pemulihan pascaolahraga. Sejumlah studi menyebut susu sapi dapat menjadi alternatif minuman olahraga untuk memenuhi kebutuhan energi dan cairan tubuh.
6. Air Acar
Air acar kaya akan natrium, kalium, seng, dan vitamin C yang dapat membantu mencegah atau meredakan kram otot. Namun, kandungan natriumnya sangat tinggi—sekitar 821 mg per 240 mililiter—sehingga tidak dianjurkan bagi penderita hipertensi atau individu yang membatasi asupan garam.
7. Air Maple
Air maple menjadi pilihan baru untuk rehidrasi dan pemulihan otot. Minuman ini mengandung elektrolit seperti kalsium, kalium, karbonat, dan sulfat, serta antioksidan yang berpotensi mengurangi peradangan otot. Karena kadar natriumnya rendah, air maple sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan air putih untuk hasil hidrasi yang optimal.
8. Susu Cokelat Rendah Lemak
Susu cokelat rendah lemak menyediakan cairan, elektrolit, karbohidrat, protein, dan natrium yang mendukung pemulihan setelah olahraga. Kandungan kalsium dan vitaminnya juga berperan dalam menjaga kekuatan serta pertumbuhan otot, sehingga menjadi alternatif pemulihan yang praktis dan terjangkau.
Next News

Alasan Kenapa Makanan Bioskop Lebih Mahal Daripada Tiket Film Yang Dijual
10 hours ago

Kenapa Film Horor Selalu Laris di Indonesia? Membedah Fenomena Genre Paling Konsisten
14 hours ago

Kenapa Abu Vulkanik Sangat Berbahaya Bagi Mesin Pesawat?
11 hours ago

Kenapa Ada Orang Harus Dengar Musik Agar Bisa Konsentrasi?
8 days ago

Alasan Medis Kenapa Toleransi Pedas Tiap Orang Berbeda
8 days ago

Termometer Sang Konduktor: Bagaimana Suhu Mengatur Jam Kehidupan Surabaya
9 days ago

Tren Belanja Online Warga Surabaya: Dari Marketplace ke Live Shopping
9 days ago

Bukan Sekadar 'Buta Aturan': Menelusuri Akar Rendahnya Kepatuhan Hukum di Indonesia
20 days ago

Trotoar Berbagi: Dilema Pedagang Kaki Lima Antara Hak Ekonomi dan Hak Pejalan Kaki
20 days ago

Graffiti: Seni atau Perusak Lingkungan?
20 days ago

