Sering Makan Manis? Waspada Kulit Keriput Lebih Cepat
Refa - Friday, 23 January 2026 | 12:30 PM


Banyak orang rela mengeluarkan biaya besar untuk produk perawatan kulit (skincare) demi terlihat awet muda. Namun, upaya tersebut sering kali tidak maksimal karena pola makan yang salah. Dokter spesialis kulit dan kelamin memperingatkan bahwa konsumsi gula berlebih adalah salah satu penyebab utama penuaan dini pada kulit.
Fenomena ini secara medis dikenal sebagai proses Glikasi (Glycation). Proses ini merusak jaringan kulit dari dalam, menyebabkan wajah tampak lebih tua dari usia sebenarnya.
Berikut adalah penjelasan medis mengapa gula dapat merusak kecantikan dan kesehatan kulit Anda:
1. Gula Merusak Kolagen (Proses Glikasi)
Saat Anda mengonsumsi makanan manis, kadar gula dalam darah akan meningkat. Molekul gula yang berlebih ini kemudian menempel pada protein di dalam tubuh, termasuk kolagen dan elastin.
Ikatan antara gula dan protein ini menghasilkan senyawa berbahaya yang disebut Advanced Glycation End-products (AGEs). Senyawa AGEs inilah yang merusak serat kolagen, membuatnya menjadi kaku dan rapuh. Padahal, kolagen berfungsi menjaga kulit tetap kenyal dan kencang.
2. Kulit Menjadi Kendur dan Berkerut
Akibat kerusakan kolagen tersebut, kulit kehilangan elastisitasnya. Dampak yang terlihat secara fisik adalah kulit menjadi kendur (sagging) dan muncul garis-garis halus atau kerutan lebih cepat, terutama di area sekitar mata dan garis senyum.
Selain itu, kulit yang terpapar gula tinggi cenderung lebih tipis dan kering, sehingga tekstur wajah terlihat kasar dan tidak bercahaya.
3. Meningkatkan Peradangan (Jerawat)
Gula memiliki sifat inflamasi atau memicu peradangan. Konsumsi gula yang tinggi dapat meningkatkan produksi minyak (sebum) di wajah dan memicu peradangan sistemik. Hal ini memperburuk kondisi kulit yang rentan berjerawat, serta membuat jerawat yang sudah ada menjadi lebih sulit sembuh dan meninggalkan bekas kemerahan.
4. Solusi: Batasi Gula dan Pilih Alternatif
Dokter menyarankan untuk membatasi konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 25-50 gram per hari (sekitar 2-4 sendok makan).
Sebagai pengganti rasa manis, pilihlah sumber alami seperti buah-buahan segar yang mengandung serat. Serat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah. Untuk pemanis minuman, pertimbangkan penggunaan pemanis alami nol kalori seperti Stevia atau ekstrak buah Monk (Monk fruit) yang tidak memicu proses glikasi.
Next News

Pilih Sepatu Olahraga Tepat Biar Kaki Stabil dan Bebas Cedera
an hour ago

Tren Dompet, Pouch dan Tas Mini: Solusi Praktis Tanpa Ransel Berat
7 hours ago

Pilih Estetika Totebag atau Fungsi Ransel? Ini Panduannya!
3 days ago

Digital Detox: Solusi dari Kebiasaan Scroll Tanpa Henti di Era Digital
3 days ago

Selama Ini Dibenci, Kecoak Justru Punya Kebiasaan yang Lebih Higienis dari Kita
3 days ago

Transformasi Gaya: Pilih Makeup Baddie Bold atau Soft Korean Kalem
3 days ago

Lebih dari Pelindung: Fungsi Tersembunyi Casing HP Lipat Ala Bapak-bapak
3 days ago

Mengenal Midnight Craving: Alasan Ilmiah Perut Keroncongan Saat Scrolling Medsos di Malam Hari
3 days ago

Kamar Cantik Tapi Lembap? Waspada Bahaya Jamur dan Atasi Masalah Udara Sekarang
3 days ago

Bukan Malas, Ini Alasan Kenapa Kamu Merasa Lelah Luar Dalam
4 days ago


