Ceritra
Ceritra Warga

Cara Cepat Bersihkan Alat Masak Berminyak Usai Iftar

Refa - Thursday, 19 February 2026 | 08:00 PM

Background
Cara Cepat Bersihkan Alat Masak Berminyak Usai Iftar
Ilustrasi piring kotor (Freepik/Freepik)

Dilema Cucian Piring Pasca Buka Puasa: Melawan Lemak Tanpa Harus Menguras Tenaga

Momen buka puasa itu memang magis. Setelah menahan lapar dan dahaga seharian, seteguk es buah dan sepiring nasi hangat dengan lauk pauk melimpah rasanya seperti memenangkan lotre. Tapi, kegembiraan itu biasanya bertahan sampai suapan terakhir saja. Begitu piring kosong dan perut mulai kenyang, sebuah kenyataan pahit muncul di depan mata: tumpukan peralatan masak yang berminyak di wastafel. Rasanya seperti baru saja selesai perang, lalu disuruh membersihkan medan tempur sendirian.

Apalagi kalau menu buka puasanya sejenis opor ayam, rendang, atau gorengan yang minyaknya minta ampun. Lemak-lemak itu menempel erat di wajan seolah-olah mereka punya ikatan batin yang tak terpisahkan. Kalau dipikir-pikir, mencuci alat masak berminyak dalam kondisi kenyang dan mengantuk (alias food coma) adalah salah satu ujian kesabaran paling berat di bulan Ramadan. Namun tenang saja, wahai kaum rebahan yang mendambakan dapur bersih dengan usaha minimal. Kamu nggak perlu kok menggosok wajan sampai otot bisep keluar. Ada cara cerdas, alias cara "sat-set sat-set", untuk menaklukkan lemak-lemak bandel itu tanpa banyak tenaga.

Langkah Pertama: Jangan Langsung Disiram Air!

Kesalahan paling umum yang sering kita lakukan adalah langsung mengguyur wajan atau panci berminyak dengan air dingin begitu sampai di wastafel. Padahal, air dingin justru bikin lemak membeku dan makin susah dibersihkan. Ibarat hubungan yang lagi dingin, masalahnya makin sulit diselesaikan, kan? Strategi pertama yang harus kamu lakukan adalah "pre-cleaning" alias pembersihan awal menggunakan tisu dapur atau kertas koran bekas.

Lap dulu sisa-sisa minyak yang menggenang di wajan saat kondisinya masih agak hangat. Tujuannya supaya beban kerja sabun cuci piring kamu nggak berat-berat amat. Dengan menyeka minyak pakai tisu, kamu sudah mengurangi sekitar 50 persen penderitaan saat mencuci nanti. Selain itu, cara ini juga mencegah saluran pembuangan air kamu mampet gara-gara lemak yang menggumpal. Inat, wastafel mampet di tengah malam adalah mimpi buruk yang lebih seram daripada film horor mana pun.

Senjata Rahasia: Air Panas Adalah Kunci

Kalau kamu ingin mencuci piring dengan level "Dewa", lupakan air keran biasa. Air panas adalah sahabat terbaikmu dalam urusan lemak. Kalau kamu malas merebus air, cukup ambil air panas dari dispenser. Tuangkan air panas ke dalam wajan atau panci yang berminyak, lalu tambahkan sedikit sabun cuci piring. Aduk-aduk sebentar sampai berbusa, lalu diamkan selama 5 sampai 10 menit. Sambil menunggu, kamu bisa lanjut selonjoran atau main HP sebentar.

Proses perendaman dengan air panas ini fungsinya untuk memecah molekul lemak yang membandel. Istilah kerennya, proses emulsifikasi. Jadi, pas nanti kamu gosok pakai spons, minyaknya bakal lepas dengan sendirinya tanpa perlu tenaga dalam. Ini adalah trik paling efektif buat kamu yang merasa "mager" tingkat nasional tapi tetap ingin dapur terlihat estetik di mata ibu atau pasangan.

Gunakan Kekuatan Lemon atau Jeruk Nipis

Kadang-kadang, sabun cuci piring saja nggak cukup buat menghilangkan bau amis atau sisa minyak yang benar-benar "strong". Di sinilah peran bahan alami masuk. Kalau ada sisa jeruk nipis atau lemon di kulkas (mungkin sisa bahan es buah tadi sore), jangan dibuang. Peras jeruk nipis ke atas permukaan wajan yang berminyak. Asam dari jeruk nipis itu ampuh banget buat melunturkan lemak dan menghilangkan bau tak sedap.

Bau sisa ikan goreng atau bumbu gulai yang biasanya nempel berhari-hari bisa hilang sekejap. Plus, aroma jeruk nipis bikin sesi cuci piring jadi terasa lebih segar, nggak bikin pusing. Kalau nggak ada jeruk nipis, bubuk baking soda juga bisa jadi alternatif. Taburkan sedikit, tambahkan air, biarkan bereaksi, lalu bilas. Beres!

Spons Juga Punya Aturan Main

Jangan asal pakai spons. Pastikan kamu memisahkan spons untuk peralatan makan (piring, gelas) dengan spons khusus peralatan masak yang sangat berminyak. Kalau kamu pakai spons yang sama, minyak dari wajan malah bakal pindah ke gelas-gelas cantikmu. Hasilnya? Gelas jadi keruh dan licin. Malu-maluin kalau ada tamu yang datang buat tarawih bareng, kan?

Gunakan bagian spons yang kasar (biasanya yang warna hijau) untuk menggosok noda yang agak keras. Tapi ingat, jangan terlalu semangat menggosok wajan anti-lengket (teflon) pakai bagian kasar ini kalau nggak mau lapisan anti-lengketnya rontok. Cukup pakai bagian halus, tapi pastikan sabunnya melimpah. Kalau minyaknya benar-benar banyak, cuci dulu sekali untuk membuang minyak, lalu bilas, dan cuci kedua kalinya untuk memastikan kesat sempurna.

Filosofi Mencuci Piring: Sedikit Demi Sedikit Lama-lama Bersih

Mencuci peralatan masak sisa buka puasa itu sebenarnya soal manajemen mental. Jangan dilihat tumpukannya, tapi kerjakan satu per satu. Mulailah dari yang paling kecil atau paling tidak berminyak, baru akhiri dengan "bos terakhir" alias wajan penggorengan. Dengan begitu, kamu merasa ada progres yang cepat dan nggak gampang menyerah di tengah jalan.

Ada sebuah kepuasan tersendiri saat mendengar bunyi "cit-cit" ketika jari kita mengusap piring yang sudah bersih dari lemak. Itu adalah suara kemenangan. Setelah dapur bersih, kamu bisa pergi tarawih atau istirahat dengan perasaan tenang tanpa beban pikiran "besok sahur cucian masih numpuk". Karena sejujurnya, nggak ada yang lebih menyedihkan daripada harus mencuci piring berminyak jam 3 pagi saat mata masih lengket dan nyawa belum terkumpul sepenuhnya.

Jadi, mumpung semangat masih ada setelah kenyang makan takjil, langsung saja eksekusi cucian piringmu dengan trik di atas. Cepat, hemat tenaga, dan pastinya bikin dapur kembali kinclong. Selamat mencoba, dan semoga sisa puasamu makin berkah tanpa drama cucian piring!

Logo Radio
🔴 Radio Live