Alasan Ilmiah Mengapa Bentuk Jendela Pesawat Selalu Oval
Nisrina - Thursday, 19 February 2026 | 10:15 PM


Mengapa Jendela Pesawat Berbentuk Oval dan Bukan Kotak? Pelajaran Mahal dari Sebuah Tragedi
Pernah nggak sih, pas lagi duduk manis di kursi window seat, menatap awan sambil dengerin lagu galau, tiba-tiba kepikiran satu hal receh tapi krusial: "Kenapa ya jendela pesawat bentuknya oval semua? Kok nggak ada yang bentuknya kotak kayak jendela kamar kosan atau rumah minimalis masa kini?"
Mungkin sebagian dari kita mikirnya itu cuma urusan estetika biar kelihatan lebih futuristik atau biar pas difoto buat konten Instagram makin aesthetic. Tapi nyatanya, lekukan halus di pinggir jendela itu bukan hasil kerjaan desainer interior yang gabut. Di balik bentuknya yang melengkung itu, ada sejarah kelam, air mata, dan teori fisika tingkat dewa yang menyelamatkan ribuan nyawa setiap harinya. Ini bukan sekadar soal gaya-gayaan, tapi soal hidup dan mati di ketinggian 35.000 kaki.
Era Kejayaan de Havilland Comet yang Berakhir Tragis
Mari kita tarik mundur waktu ke tahun 1950-an. Zaman itu, dunia penerbangan lagi euforia banget. Bayangkan, setelah sekian lama terbang pakai mesin baling-baling yang berisik dan lambat, tiba-tiba muncul sebuah mahakarya bernama de Havilland Comet. Ini adalah pesawat komersial bermesin jet pertama di dunia buatan Inggris. Bentuknya gagah, mewah, dan yang paling penting: jendelanya kotak sempurna. Sangat elegan dan kelihatan modern pada masanya.
Comet jadi primadona. Semua orang ingin naik pesawat ini karena dia bisa terbang lebih tinggi dan lebih cepat dari pesawat mana pun. Tapi, masa bulan madu itu nggak lama. Tahun 1954 jadi tahun yang kelam buat dunia dirgantara. Dua pesawat de Havilland Comet hancur berkeping-keping di udara dalam waktu yang berdekatan. Yang bikin ngeri, pesawat-pesawat ini jatuh tanpa ada peringatan, tanpa cuaca buruk, dan tanpa ada kerusakan mesin yang terdeteksi sebelumnya. Seolah-olah, badan pesawat itu mendadak "meledak" karena lelah.
Misteri "Kelelahan Logam" yang Tersembunyi di Sudut Tajam
Investigasi besar-besaran pun dilakukan. Para ahli dirgantara saat itu bingung setengah mati. Mereka sampai menenggelamkan satu badan pesawat utuh ke dalam tangki air raksasa untuk melakukan uji tekanan (pressure test). Tujuannya buat melihat apa sih yang terjadi sama badan pesawat saat terus-menerus mengalami perubahan tekanan udara.
Hasilnya mengejutkan sekaligus mengerikan. Ternyata, biang keroknya adalah jendela kotak yang terlihat keren itu. Dalam dunia teknik, ada istilah yang namanya stress concentration atau konsentrasi tegangan. Jendela yang punya sudut tajam 90 derajat adalah titik paling lemah pada struktur pesawat.
Begini logikanya: saat pesawat naik ke ketinggian, tekanan udara di dalam kabin sengaja dibuat lebih tinggi supaya kita tetap bisa bernapas dengan normal (karena udara di luar sana tipis banget). Nah, perbedaan tekanan ini bikin badan pesawat sedikit "mengembang" kayak balon. Pas pesawat mendarat, tekanannya berkurang lagi dan badan pesawat balik ke ukuran semula.
Masalahnya, pada jendela yang berbentuk kotak, tekanan itu nggak tersebar merata. Tekanan justru numpuk di pojok-pojok jendela yang tajam itu. Bayangkan kalian mencoba merobek selembar kain; kalau kainnya rata, susah robeknya. Tapi kalau kalian kasih sedikit guntingan kecil (sudut), kain itu bakal gampang banget robek dari titik tersebut. Hal yang sama terjadi pada Comet. Tekanan yang menumpuk terus-menerus bikin logam di pojokan jendela mengalami metal fatigue atau kelelahan logam. Muncul retakan kecil yang nggak kasat mata, makin lama makin lebar, sampai akhirnya—boom—badan pesawat robek total saat terbang.
Lahirnya Jendela Oval: Solusi Sederhana yang Genius
Setelah tragedi itu, para insinyur sadar kalau mereka nggak boleh lagi pakai sudut tajam buat bagian pesawat yang menahan tekanan tinggi. Mereka mulai merancang jendela yang melengkung atau oval. Kenapa? Karena pada bentuk oval, nggak ada titik kumpul tekanan. Tekanan udara mengalir dengan halus mengikuti lengkungan jendela tersebut, didistribusikan secara merata ke seluruh struktur badan pesawat.
Sejak saat itu, standar penerbangan dunia berubah total. Nggak ada lagi ruang buat ego desainer yang pengen jendela kotak. Keamanan jadi harga mati. Kalau kalian perhatikan, bukan cuma jendela penumpang saja yang oval. Pintu pesawat, lubang kargo, sampai jendela kokpit pun didesain dengan prinsip yang sama: menghindari sudut tajam sebisa mungkin.
Pelajaran Buat Kita Semua
Kisah jendela pesawat ini sebenarnya adalah pengingat bahwa dalam dunia teknik dan sains, kesalahan kecil bisa berdampak fatal. Kita belajar dari kegagalan. Tragedi de Havilland Comet mungkin sangat menyedihkan, tapi berkat investigasi mendalam dari kejadian itu, jutaan penerbangan setelahnya jadi jauh lebih aman. Inovasi seringkali lahir dari "luka" masa lalu yang dipelajari dengan serius.
Selain soal jendela, sebenarnya masih banyak detail di pesawat yang punya alasan teknis di baliknya. Misalnya lubang kecil di bawah jendela (bleed hole) yang fungsinya buat menyeimbangkan tekanan antara kaca dalam dan kaca luar. Jadi, kalau kalian lagi bosen di atas pesawat, coba deh perhatikan detail-detail itu. Semuanya ada tujuannya, nggak ada yang cuma buat pajangan doang.
Jadi, lain kali kalau kalian duduk di dekat jendela pesawat, eluslah sedikit pinggiran jendela yang melengkung itu. Katakan "terima kasih" dalam hati karena lengkungan itulah yang menjaga kalian tetap utuh di angkasa, bukan berakhir jadi serpihan logam karena kelelahan. Dunia dirgantara memang keras, tapi dia juga sangat jujur dalam belajar dari kesalahan. Selamat terbang dan jangan lupa nikmati pemandangan lewat jendela ovalmu!
Next News

Bukan Sekadar Hiasan, Ini Fungsi Penting Gerigi pada Koin
in 4 hours

Manfaat Rutin Ganti Sarung Bantal Untuk Cegah Jerawat Muncul
in 3 hours

Ternyata Ini Fungsi Saku Kecil di Celana Jeans yang Bikin Kesal
in 3 hours

Sejarah Unik di Balik Warna Biru Indigo pada Celana Jeans
in 2 hours

Fakta Keju Emmental Ikon Kartun Tom and Jerry yang Mendunia
in 36 minutes

Cara Cepat Bersihkan Alat Masak Berminyak Usai Iftar
in 2 hours

Saus Tomat Tak Mau Keluar? Simak Tips Ampuh Agar Tidak Tumpah
24 minutes ago

Kenapa Donat Bolong Tengahnya? Ini Alasan Unik di Baliknya
an hour ago

Rahasia Ruang Operasi: Kenapa Dokter Tidak Pakai Jas Putih?
2 hours ago

Perut Kembung Setelah Buka Puasa? Lakukan Ini Agar Begah Hilang
an hour ago






