Sering Lelah, Mood Berantakan, Tulang Nyeri? Ini Gejala Kekurangan Vitamin D
Refa - Wednesday, 21 January 2026 | 12:30 PM


Kelelahan kronis sering kali dianggap sebagai akibat dari kurang tidur atau beban kerja yang berat. Padahal, kondisi fisik yang terus melemah bisa jadi merupakan sinyal alarm dari tubuh yang kekurangan nutrisi vital, yakni Vitamin D.
Banyak masyarakat belum menyadari bahwa defisiensi atau kekurangan Vitamin D tidak hanya berdampak pada kesehatan tulang, tetapi juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Mengabaikan tanda-tanda awal ini dapat berujung pada masalah kesehatan serius di kemudian hari.
Berikut adalah gejala-gejala yang wajib diwaspadai serta cara praktis untuk memenuhinya:
Sinyal Fisik yang Sering Diabaikan
Tubuh memiliki cara tersendiri untuk memberitahu saat kadar Vitamin D anjlok. Gejala yang paling umum muncul meliputi:
- Kelelahan Ekstrem: Rasa capek yang tidak hilang meski sudah beristirahat cukup.
- Nyeri Tulang dan Punggung: Rasa ngilu yang menusuk pada persendian dan tulang belakang.
- Penyembuhan Luka Lambat: Luka gores atau bekas operasi membutuhkan waktu lebih lama untuk menutup.
- Perubahan Suasana Hati: Munculnya perasaan cemas berlebih atau gejala depresi tanpa pemicu yang jelas.
- Kerontokan Rambut: Rambut menjadi rapuh dan rontok dalam jumlah tidak wajar.
Sumber Terbaik dari Matahari dan Makanan
Untuk mengatasi masalah ini, cara paling efektif dan murah adalah dengan membiarkan kulit terpapar sinar matahari pagi secara langsung selama 15-20 menit. Sinar UVB membantu tubuh memproduksi Vitamin D secara alami.
Selain itu, asupan dari makanan juga sangat diperlukan. Konsumsi rutin jenis makanan berikut sangat disarankan: ikan berlemak (salmon, tuna, sarden), kuning telur, jamur, serta makanan yang difortifikasi (susu, sereal, atau jus jeruk).
Risiko Jangka Panjang
Jika defisiensi ini dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan, risiko terkena osteoporosis atau pengeroposan tulang akan meningkat drastis. Selain itu, sistem imun yang lemah membuat tubuh lebih rentan terserang infeksi virus dan bakteri. Konsultasi dengan dokter untuk cek darah dan pemberian suplemen sangat dianjurkan jika gejala terus berlanjut.
Next News

Kebiasaan Mepet di Lampu Merah Ternyata Simpan Bahaya Maut, Ini Jarak Amannya
in 4 hours

Stop Kebiasaan Bernapas Lewat Mulut, Risikonya Bisa Ubah Struktur Wajah Hingga Gigi Hancur!
in 4 hours

Makan Sehari Sekali Bikin Kurus? Hati-Hati, Tren OMAD Bisa Berujung Operasi Batu Empedu
in 3 hours

Janji Energi Instan Berujung Petaka, Bahaya Energy Drink bagi Tubuh dan Otak
in 3 hours

Tak Disangka, Air Putih di Botol Minum Bisa Picu Infeksi Jika Lakukan Ini
in 2 hours

Siapa Saja yang Wajib Vaksin Dengue? Ini Rekomendasi Resmi Dokter
in 2 hours

4 Gejala Klasik Ini Bisa Jadi Tanda Arteri Jantung Tersumbat
in an hour

Fenomena Hilangnya Kemampuan Mengeja pada Generasi Digital dan Dampak Jangka Panjangnya
in 2 hours

Pesona Magis Celak Mata Warisan Budaya Lintas Peradaban
in 2 hours

Menikmati Kehangatan Budaya Kopi Khas Arab Saudi di Pegunungan Sarawat
in an hour






