4 Gejala Klasik Ini Bisa Jadi Tanda Arteri Jantung Tersumbat
Refa - Wednesday, 21 January 2026 | 02:00 PM


Penyakit jantung sering kali datang tanpa permisi dan menjadi pembunuh senyap yang menakutkan. Namun, Dr. Jeremy London, seorang ahli bedah kardiovaskular ternama, mengungkapkan bahwa tubuh sebenarnya selalu memberikan sinyal peringatan sebelum terlambat. Sayangnya, banyak orang sering mengabaikan tanda-tanda ini karena menganggapnya hanya kelelahan biasa.
Dr. London membagikan metode praktis untuk mendeteksi potensi penyumbatan arteri tanpa perlu alat canggih seperti EKG atau rontgen, cukup dengan mendengarkan alarm alami tubuh.
Berikut adalah tanda-tanda bahaya dan langkah penyelamatan yang wajib diketahui semua orang:
Waspadai 4 Gejala "Klasik" Ini
Tanda utama adanya penyumbatan pembuluh darah jantung biasanya muncul saat beraktivitas fisik dan mereda saat istirahat. Gejala tersebut meliputi:
- Dada terasa sesak atau berat.
- Nyeri dada yang spesifik.
- Sesak napas (napas pendek).
- Nyeri yang menjalar ke rahang atau lengan kiri.
Jika gejala ini muncul saat tubuh bekerja keras (misalnya naik tangga) dan hilang saat duduk santai, kemungkinan besar ada area jantung yang kekurangan suplai darah. Segera periksakan diri ke dokter profesional meskipun gejala tersebut hilang timbul.
Trik Bertahan Hidup Saat Sendirian
Serangan jantung bisa terjadi kapan saja, bahkan saat seseorang sendirian di rumah. Dr. London memberikan panduan langkah darurat yang bisa menyelamatkan nyawa:
- Hubungi Layanan Darurat Segera: Jangan menunda panggilan ke ambulans atau rumah sakit terdekat.
- Nyalakan Semua Lampu: Jika kejadian di malam hari, nyalakan lampu dalam dan luar rumah untuk memudahkan petugas medis menemukan lokasi.
- Buka Pintu Depan: Buka kunci pintu agar petugas medis bisa langsung masuk jika penghuni rumah sudah tidak berdaya atau pingsan.
- Posisi Duduk atau Berbaring: Jangan berdiri atau berjalan-jalan. Duduklah di lantai untuk mencegah cedera kepala akibat jatuh pingsan.
Persiapan rencana darurat seperti ini sangat krusial agar penanganan medis bisa dilakukan secepat mungkin dalam periode emas (golden period) penyelamatan.
Next News

Kenapa Petinggi Korporat Sekarang Lebih Pilih Ransel daripada Pakai Koper?
15 hours ago

Keren Sejak Dulu! Intip Skena Musik Indonesia Zaman Kolonial
20 hours ago

Penyelamat Nasi Putih: Bagaimana Sambal Menjadi Simbol Kemewahan Paling Murah di Indonesia
9 hours ago

Kenapa Radang Tenggorokan Lebih Sering Menyerang Anak-Anak Daripada Orang Dewasa?
21 hours ago

Lebih dari Sekadar "Jamet": Membedah Filosofi di Balik Gaya Rambut Sasuke dan Subkultur Emo
3 days ago

Jangan Kaget Dulu! Membedah Kenapa "Jancok" Jadi Bahasa Cinta Arek Suroboyo
3 days ago

Tren Jorts dan Baggy Jeans 2026: Alasan Mengapa Celana Lebar Lebih Disukai daripada Skinny Jeans
4 days ago

Emang Masih Jaman Baca Koran? Alasan Koran Masih Tetap Layak Untuk Dibeli di Era Digital
4 days ago

Bukan Sekadar Mendayu, Ini Alasan Politis di Balik Vibe Melayu pada Lagu Nasional Indonesia
7 days ago

Bukan Sekadar Lomba 17-an, Egrang adalah "Life Lesson" Tentang Keseimbangan dan Ego
7 days ago






