Makan Sehari Sekali Bikin Kurus? Hati-Hati, Tren OMAD Bisa Berujung Operasi Batu Empedu
Refa - Wednesday, 21 January 2026 | 04:00 PM


Laman "For You Page" (FYP) TikTok di awal tahun 2026 ini sedang dibanjiri tren diet ekstrem One Meal a Day (OMAD). Ribuan video testimoni memamerkan transformasi tubuh drastis dalam waktu singkat hanya dengan makan satu kali sehari. Namun, di balik janji manis perut rata instan tersebut, para ahli gizi dan dokter penyakit dalam membunyikan alarm bahaya.
Metode membiarkan perut kosong selama 23 jam dan memadatkan seluruh asupan kalori dalam satu jam makan ternyata bukan tanpa risiko. Alih-alih mendapatkan tubuh ideal, para pengikut tren ini justru berpotensi berakhir di meja operasi akibat pembentukan batu empedu.
Berikut adalah penjelasan medis mengapa diet viral ini bisa merusak organ dalam jika dilakukan tanpa pengawasan ketat:
Puasa Ekstrem Bikin Cairan Empedu "Membatu"
Mekanisme biologis tubuh menjadi alasan utama mengapa OMAD berisiko tinggi. Kantong empedu berfungsi menyimpan cairan empedu yang bertugas mencerna lemak. Organ ini akan berkontraksi dan mengeluarkan cairan tersebut saat makanan masuk ke dalam tubuh.
Pada penganut diet OMAD, jeda makan yang terlalu lama (hampir seharian) menyebabkan kantong empedu tidak berkontraksi dalam waktu panjang. Akibatnya, cairan empedu akan mengendap, menjadi pekat, dan lama-kelamaan mengkristal menjadi batu. Kasus batu empedu ini sering kali berakhir dengan tindakan medis pengangkatan kantong empedu karena rasa sakit yang tak tertahankan.
Ilusi Kurus Cepat, Metabolisme Justru Rusak
Selain ancaman batu empedu, ahli gizi menyoroti sulitnya memenuhi kebutuhan nutrisi harian hanya dalam satu kali makan. Memaksa tubuh menerima ribuan kalori sekaligus sering kali membuat perut begah dan penyerapan gizi tidak maksimal.
Risiko malnutrisi, rambut rontok parah, hingga gangguan siklus menstruasi pada wanita menjadi dampak lanjutan yang sering terjadi. Lebih parah lagi, tubuh yang merasa "kelaparan" akan merespons dengan memperlambat metabolisme untuk menghemat energi. Hal ini justru membuat berat badan lebih mudah naik kembali (yoyo effect) saat pola makan kembali normal.
Waspada Nyeri Perut Kanan Atas
Masyarakat diminta untuk tidak menelan mentah-mentah tips diet dari influencer yang tidak memiliki latar belakang medis. Tubuh setiap individu memiliki kondisi berbeda yang tidak bisa disamaratakan.
Jika saat menjalani diet ini muncul gejala nyeri tajam di ulu hati atau perut kanan atas yang menjalar hingga ke punggung, segera hentikan dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Gejala tersebut sering kali disalahartikan sebagai sakit maag biasa, padahal merupakan tanda adanya sumbatan pada saluran empedu yang membutuhkan penanganan medis segera.
Next News

5 Tips Mengubah Nasib Apes Jadi Hari yang Tetap Produktif
9 hours ago

Bukan Mood Swing Semata, Ini 4 Fase yang Dialami Wanita Setiap Bulan
10 hours ago

Solusi Bebas Antre BBM: Haruskah Ganti ke Mobil Listrik/Hybrid Sekarang?
4 days ago

Mengapa Kita Malah Beres-Beres Saat Ada Tugas? Ini Jawabannya
4 days ago

Merah Cat atau Darah? Menguak Misteri Jembatan Merah Surabaya
8 days ago

Team Bedong vs Team M-Shape, Mana yang Lebih Baik untuk Bayi?
8 days ago

Pilih Sepatu Olahraga Tepat Biar Kaki Stabil dan Bebas Cedera
8 days ago

Tren Dompet, Pouch dan Tas Mini: Solusi Praktis Tanpa Ransel Berat
9 days ago

Pilih Estetika Totebag atau Fungsi Ransel? Ini Panduannya!
11 days ago

Digital Detox: Solusi dari Kebiasaan Scroll Tanpa Henti di Era Digital
11 days ago





