Ceritra
Ceritra Warga

Revolusi Budaya Kerja, Ketika Kantor Menjadi Ramah bagi Keluarga

Nisrina - Friday, 19 December 2025 | 11:47 AM

Background
Revolusi Budaya Kerja, Ketika Kantor Menjadi Ramah bagi Keluarga
Ilustrasi budaya di perusahaan (Freepik/)

Transformasi dunia kerja modern kini menuntut lebih dari sekadar kompensasi finansial yang tinggi. Kesejahteraan psikologis karyawan dan keseimbangan peran dalam keluarga telah menjadi mata uang baru yang sangat bernilai dalam mempertahankan talenta terbaik. Semangat pembaruan inilah yang dibawa oleh UN Women Indonesia dalam kolaborasi strategisnya bersama Srikandi Danantara Indonesia dan Danantara Indonesia. Melalui agenda bertajuk Boost Up Session yang digelar pada Oktober 2025 lalu, mereka memfasilitasi dua belas perusahaan terpilih atau WEPs Changemakers untuk mempertajam strategi dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. Acara yang didukung penuh oleh DFAT Australia ini menjadi kawah candradimuka bagi gagasan-gagasan progresif tentang tempat kerja yang responsif gender.

Dalam forum tersebut, para peserta diajak menyelami praktik terbaik dari tiga perusahaan besar yang telah berhasil membuktikan bahwa kepedulian terhadap keluarga karyawan berbanding lurus dengan kemajuan bisnis. Pembelajaran pertama datang dari Sekisui House. Perusahaan pengembang properti asal Jepang ini memegang teguh filosofi bahwa kebahagiaan di rumah adalah fondasi utama bagi produktivitas di kantor. Mereka mendobrak stigma lama dengan kebijakan cuti ayah yang revolusioner. Karyawan laki-laki didorong secara aktif untuk mengambil peran pengasuhan melalui cuti minimal satu bulan hingga satu tahun penuh.

Komitmen Sekisui House tidak main-main. Sejak tahun 2019, tercatat seratus persen karyawan laki-laki yang memenuhi syarat telah memanfaatkan fasilitas ini. Kebijakan tersebut diperkuat dengan berbagai alat bantu pendukung, seperti kampanye video internal dan lembar pertemuan keluarga untuk membantu pasangan membagi peran domestik. Dampaknya ternyata luar biasa positif. Para ayah mengaku lebih bahagia karena terlibat mengurus anak, dan suasana kolaborasi di tempat kerja pun meningkat berkat budaya saling dukung yang terbangun antar rekan kerja.

Perspektif menarik lainnya hadir dari PwC Malaysia yang menawarkan solusi fleksibilitas waktu kerja. Sejak tahun 2013, mereka telah memperkenalkan inisiatif yang memberikan otonomi kepada karyawan untuk mengatur ritme kerja mereka sendiri tanpa mengorbankan kualitas luaran. Salah satu program primadonanya adalah FlexFriday atau Jumat Fleksibel, di mana karyawan diperbolehkan pulang lebih awal di hari Jumat jika tanggung jawab pekerjaan mereka telah tuntas. Pendekatan ini terbukti sangat ampuh menjaga performa sekaligus memberikan ruang bagi karyawan untuk menjalankan peran pengasuhan di rumah. Strategi ini sukses meningkatkan keterikatan karyawan secara signifikan dan menjadikan perusahaan sebagai magnet kuat bagi talenta muda Generasi Z yang memprioritaskan keseimbangan hidup atau work-life balance.

Aspek krusial terakhir yang menjadi sorotan adalah kesehatan mental. Dalam sesi diskusi ini, L'Oreal Indonesia bersama Indonesia Business Council on Women’s Empowerment atau IBCWE menekankan pentingnya menyediakan ruang aman bagi jiwa karyawan. L'Oreal mewujudkannya secara konkret melalui pemberian cuti khusus selama lima hari di luar jatah cuti tahunan, serta menyediakan bantuan finansial darurat yang dapat digunakan untuk biaya konsultasi dengan psikolog. Langkah humanis ini ditegaskan oleh IBCWE sebagai keputusan bisnis yang sangat strategis. Berdasarkan studi yang ada, setiap satu dolar yang diinvestasikan untuk kesehatan mental karyawan akan memberikan imbal balik nyata berupa peningkatan produktivitas dan penurunan angka ketidakhadiran secara drastis.

Rangkaian praktik baik dari ketiga perusahaan tersebut membuka mata para pelaku industri bahwa menciptakan lingkungan kerja ramah keluarga bukanlah sebuah beban biaya operasional. Sebaliknya, hal ini adalah investasi jangka panjang untuk keberlanjutan bisnis. Karyawan yang merasa didukung perannya sebagai manusia utuh, baik sebagai pekerja maupun anggota keluarga, akan tumbuh menjadi aset terbaik yang loyal, kreatif, dan produktif.

Logo Radio
🔴 Radio Live