Ceritra
Ceritra Warga

Otak Nge-Hang Milih Aplikasi Musik? Spotify vs Apple Music!

Elsa - Friday, 05 December 2025 | 01:00 PM

Background
Otak Nge-Hang Milih Aplikasi Musik? Spotify vs Apple Music!
Spotify X Apple Music (memberful.com/)

Pernah nggak sih kamu lagi santai, pas lagi mau dengerin musik, tiba-tiba otak nge-hang? Bukan karena lupa lirik lagu, tapi bingung milih mau buka aplikasi yang mana. Antara Spotify yang udah jadi teman setia atau Apple Music yang akhir-akhir ini bikin banyak orang kepincut. Dilema ini bukan cuma isapan jempol belaka, lho. Hampir semua penikmat musik digital pasti pernah merasakan galau yang satu ini. Rasanya kayak nonton drakor, tapi endingnya bikin kamu kepikiran terus: siapa yang paling jagoan di antara dua raksasa streaming musik ini?

Mari kita bedah satu per satu, biar nggak makin pusing tujuh keliling. Ibarat dua klub sepak bola top, Spotify dan Apple Music punya basis fansnya masing-masing, dengan kelebihan dan kekurangan yang bikin perdebatan selalu seru.

Pertarungan Harga: Kantong Anak Gaul Mesti Aman!

Oke, kita mulai dari yang paling sensitif: harga langganan. Dua-duanya sih sebelas dua belas, nggak jauh beda. Kalau kamu mau yang gratisan, Spotify punya tier gratis dengan iklan-iklan yang kadang bikin mood buyar kayak mantan tiba-tiba muncul di timeline. Tapi lumayanlah buat iseng-iseng, sambil sesekali berkorban waktu dengerin iklan motor atau iklan skincare. Nah, Apple Music? Dia nggak punya tier gratisan model begitu. Kamu cuma bisa nyicipin free trial beberapa bulan, habis itu ya bayar full. Jadi, kalau kamu tipikal yang suka 'icip-icip' dulu tanpa komitmen jangka panjang, Spotify mungkin lebih menggoda di awal.

Untuk yang premium, baik Spotify maupun Apple Music sama-sama punya opsi individu, keluarga (yang bisa dipakai rame-rame sampai enam akun, lumayan buat patungan sama bestie atau keluarga inti biar lebih hemat), dan juga paket mahasiswa yang harganya lebih murah. Biasanya, paket mahasiswa ini juga dilengkapi dengan bonus langganan layanan lain, lho. Jadi, secara nominal, perbedaannya nggak terlalu signifikan. Ujung-ujungnya, pilihan ada di kamu: mau bayar buat pengalaman bebas iklan di Spotify atau langsung terjun ke dunia premium Apple Music dengan segala benefitnya.

Koleksi Lagu & Konten: Siapa Paling Lengkap?

Soal gudang lagu, dua-duanya sih punya koleksi yang super duper banyak. Dari lagu-lagu hits yang baru rilis sampai lagu lawas yang bikin nostalgia, hampir semua ada. Jadi, nggak perlu khawatir kehabisan stok buat playlist kamu, apalagi kalau kamu tipikal yang suka ganti-ganti genre atau lagi mood galau dengerin lagu pop, tiba-tiba besoknya pengen dengerin metal. Semua lengkap!

Tapi, ada satu area di mana Spotify itu rajanya: podcast. Serius deh, kalau kamu penikmat podcast, Spotify itu kayak surga dunia. Koleksi podcastnya bejibun, dari yang edukatif, komedi, sampai horor yang bikin bulu kuduk merinding di malam hari. Banyak juga podcast eksklusif yang cuma bisa kamu dengerin di Spotify, bikin kamu nggak bisa pindah ke lain hati. Dulu sih Apple Music agak keteteran soal podcast, tapi sekarang udah mulai ngejar dengan koleksi yang makin banyak dan radio-radio eksklusif yang kadang suka ngundang musisi top dunia buat siaran atau wawancara. Jadi, kalau kamu doyan dengerin obrolan-obrolan seru selain musik, Spotify masih unggul tipis, tapi Apple Music mulai nggak kalah saing.

Kualitas Suara: Manjakan Telinga atau Sekadar Asal Dengar?

Nah, ini dia nih bagian yang seringkali jadi ajang perang argumen paling sengit di tongkrongan anak-anak audiophile atau yang sekadar 'kepo' soal kualitas suara: kualitas audio. Dulu banget, Spotify itu kayak anak tiri yang kualitas suaranya biasa aja, paling banter cuma 320 kbps Ogg Vorbis. Udah bagus sih buat kebanyakan orang, tapi kalau dibandingkan dengan CD asli atau format Hi-Res, ya jelas kerasa bedanya, detailnya kurang nendang.

Tapi, tunggu dulu! Apple Music datang dengan jurus pamungkasnya: Lossless Audio dan Spatial Audio. Ini bukan kaleng-kaleng, lho! Dengan Lossless, kamu bisa dengerin musik seolah-olah lagi dengerin langsung dari studio rekaman, detailnya itu berasa banget, suara simbal, napas penyanyi, gesekan senar gitar, semuanya jernih kayak air pegunungan. Apalagi ditambah Spatial Audio yang bikin musik serasa mengelilingi kamu, seolah ada di konser pribadi yang mewah. Cuma ya gitu, buat ngerasain semua keajaiban ini, kamu butuh perangkat pendukung yang mumpuni juga, kayak headphone atau speaker yang bener-bener support format ini. Gak bisa asal colok earphone seribuan di pinggir jalan, ya nggak?

Spotify sendiri sebenarnya juga sudah janji mau merilis Spotify HiFi sejak lama, tapi sampai sekarang masih abu-abu nasibnya, jadi belum ada kejelasan kapan kita bisa menikmati kualitas setara di platform mereka. Jadi, untuk saat ini, kalau prioritas utamamu adalah kualitas suara yang bikin kuping dimanjakan maksimal tanpa kompresi, Apple Music jelas unggul telak di sini dan sudah gratis pula untuk para pelanggan premiumnya.

Antarmuka & Pengalaman Pengguna: Nyaman atau Bikin Bingung?

Ngomongin user interface (UI) dan user experience (UX), ini balik lagi ke selera masing-masing, mirip kayak milih baju. Tapi, ada beberapa ciri khas yang bisa kita amati.

Spotify itu jago banget dalam urusan algoritma dan rekomendasi. Fitur Discover Weekly, Release Radar, atau Daily Mixes-nya itu kayak punya cenayang pribadi yang tahu banget selera musik kamu bahkan sebelum kamu tahu. Tiap minggu pasti ada aja lagu baru yang nongol di playlist rekomendasi yang langsung nyangkut di hati. Terus, fitur Spotify Wrapped di akhir tahun itu sukses bikin semua orang excited pamerin rangkuman musiknya di media sosial. Tampilan Spotify juga terasa lebih "fun" dan interaktif, gampang banget buat dicari dan di-share ke teman-teman, cocok buat kamu yang sosialita.

Sementara Apple Music, tampilannya lebih minimalis, elegan, dan terasa premium. Rekomendasinya juga ada, tapi kadang terasa lebih "human touch" karena banyak playlist kurasi dari editor-editor musik mereka. Buat beberapa orang, ini terasa lebih personal dan nggak melulu dibaca sama robot. Fitur liriknya juga seringkali lebih akurat dan interaktif, lengkap dengan penanda waktu, bikin kamu bisa karaokean dadakan di mana aja, bahkan di kamar mandi sekalipun!

Integrasi Ekosistem: Anak Emas atau Anak Gaul Universal?

Ini juga poin penting yang nggak boleh dilewatkan. Kalau kamu adalah pengguna setia produk-produk Apple (iPhone, iPad, MacBook, Apple Watch, HomePod), jelas Apple Music itu kayak jodoh yang udah ditakdirkan. Integrasinya mulus banget, nggak ada drama. Kamu bisa panggil Siri buat putar lagu, pindah-pindah perangkat tanpa jeda, pokoknya semua terasa seamless dan bikin hidup makin gampang. Rasanya seperti semua perangkatmu saling memahami.

Tapi kalau kamu bukan anak Apple atau punya berbagai macam perangkat dari merek berbeda (misalnya HP Android, laptop Windows, Smart TV Samsung), Spotify itu lebih universal. Mau di HP Android, Smart TV Samsung, konsol game PlayStation, speaker pintar Google Home, bahkan sampai kulkas pintar tertentu, Spotify itu ada. Dia kayak anak gaul yang bisa bergaul sama siapa aja, di mana aja, tanpa pilih-pilih. Jadi, kalau kamu butuh fleksibilitas platform yang bisa 'nongkrong' di mana aja, Spotify jelas jawara tanpa tanding.

Siapa Pemenangnya? Ya Kamu Sendiri!

Setelah kita bedah satu per satu, jadi siapa pemenangnya di duel sengit antara Spotify dan Apple Music ini? Jawabannya sebenarnya sederhana: nggak ada pemenang mutlak. Ujung-ujungnya balik lagi ke selera, kebutuhan, dan prioritas kamu sebagai pendengar musik. Tiap orang punya 'preferensi' sendiri, kan?

  • Kalau kamu seorang penggila kualitas suara, punya perangkat audio yang mumpuni, dan nggak masalah dengan tampilan yang lebih elegan serta suka dengan kurasi playlist yang 'berasa', mungkin Apple Music dengan Lossless dan Spatial Audio-nya bisa bikin kamu teriak kegirangan dan betah berlama-lama.
  • Tapi kalau kamu lebih suka algoritma yang jago baca pikiran, suka sharing playlist sama teman, doyan podcast yang melimpah ruah, dan butuh aplikasi yang bisa jalan di semua platform tanpa ribet, Spotify adalah pilihan yang solid banget dan nggak akan mengecewakan.

Saran terbaikku sih, kalau memungkinkan, coba deh pakai free trial-nya masing-masing. Rasakan sendiri pengalaman yang ditawarkan, baru deh tentukan mana yang paling bikin betah dan sesuai dengan gaya hidup bermusik kamu. Yang penting, kuping kamu senang, hati riang gembira, dan soundtrack hidupmu selalu ada!

Logo Radio
🔴 Radio Live