Ceritra
Ceritra Warga

Ini Cara Tepat Membersihkan Motor Setelah Terabas Hujan Agar Awet

Nisrina - Thursday, 15 January 2026 | 01:45 PM

Background
Ini Cara Tepat Membersihkan Motor Setelah Terabas Hujan Agar Awet
Pengendara sepeda motor (Freepik/)

Bagi para pengendara sepeda motor, menerobos guyuran hujan sering kali menjadi skenario yang tidak terelakkan, terutama di negara tropis dengan cuaca yang sulit diprediksi. Setelah sampai di tujuan dengan kondisi basah kuyup, dorongan alami manusia adalah segera masuk ke dalam rumah, mengeringkan diri, dan beristirahat, membiarkan sepeda motor terparkir begitu saja di garasi hingga esok hari. Padahal, momen penundaan inilah yang menjadi awal mula petaka bagi kesehatan kendaraan. Air hujan yang turun dari langit bukanlah air murni yang tidak berbahaya. Dalam perjalanan turun ke bumi, air tersebut bercampur dengan berbagai polutan di atmosfer sehingga bersifat asam. Ketika air yang bersifat korosif ini bercampur dengan lumpur, pasir, dan kotoran jalanan yang menempel pada komponen logam yang panas, proses oksidasi atau pengkaratan dapat terjadi jauh lebih cepat dari yang kita bayangkan. Oleh karena itu, perawatan pasca-hujan bukanlah sekadar masalah estetika agar motor terlihat bersih, melainkan sebuah prosedur penyelamatan komponen vital yang wajib dilakukan.

Langkah pertama dan paling krusial yang harus dilakukan sesegera mungkin adalah membilas seluruh bodi motor dengan air bersih. Banyak pemilik kendaraan melakukan kesalahan fatal dengan hanya mengelap motor menggunakan kain kanebo atau lap kering tanpa membilasnya terlebih dahulu. Tindakan ini sangat berbahaya karena partikel pasir halus dan debu yang terbawa air hujan masih menempel pada permukaan cat. Jika langsung dilap, partikel-partikel tajam tersebut akan bergesekan dengan cat dan menyebabkan goresan halus atau swirl marks yang membuat cat motor tampak kusam permanen. Membilas dengan air bertekanan sedang dari selang atau ember akan meluruhkan kandungan asam dari air hujan sekaligus merontokkan pasir-pasir kasar tersebut, sehingga proses pencucian selanjutnya menjadi aman bagi permukaan bodi kendaraan.

Setelah kotoran kasar hilang, perhatian harus dialihkan ke area kaki-kaki dan mesin bagian bawah. Area ini adalah medan tempur yang paling kotor karena cipratan roda depan dan belakang secara konstan melemparkan lumpur bercampur oli jalanan ke area tersebut. Jika dibiarkan mengering, lumpur ini akan mengeras dan menahan kelembapan dalam waktu lama yang menjadi resep sempurna untuk timbulnya karat pada sasis, standar samping, hingga knalpot. Penggunaan sabun cuci motor khusus sangat disarankan di sini karena sabun cuci piring atau detergen pakaian sering kali terlalu keras dan dapat mengikis lapisan lilin pelindung cat. Pastikan menyikat sela-sela jari-jari velg, area sekitar shockbreaker, dan kolong sepatbor hingga benar-benar bersih dari residu pasir.

Komponen yang paling menderita setelah terguyur hujan adalah rantai roda pada motor non-matik. Air hujan memiliki kemampuan luar biasa untuk melarutkan dan menghilangkan pelumas atau grease yang melapisi rantai. Rantai yang kering dan kehilangan pelumas akan menimbulkan suara berisik, cepat panas, kaku, dan pada akhirnya berkarat. Karat pada rantai tidak hanya membuatnya mudah putus yang membahayakan nyawa, tetapi juga memperpendek umur gir set secara keseluruhan. Oleh sebab itu, setelah motor dicuci dan dikeringkan, melumasi kembali rantai dengan cairan khusus atau chain lube adalah hukum yang wajib. Hindari penggunaan oli bekas karena oli bekas mengandung gram-gram besi sisa gesekan mesin yang justru akan memperparah keausan rantai.

Selain rantai, sistem pengereman juga memerlukan inspeksi khusus. Pada rem cakram, residu pasir yang terjebak di antara kampas rem dan piringan cakram dapat menyebabkan piringan tergerus secara tidak rata. Suara decit yang sering terdengar setelah hujan biasanya berasal dari kotoran ini. Cukup semprotkan air bersih ke area kaliper rem untuk membuang kotoran yang terjebak. Sementara untuk rem tromol, air sering kali masuk dan terperangkap di dalam drum, bercampur dengan debu kampas rem menjadi lumpur yang licin. Hal ini bisa menyebabkan rem menjadi kurang pakem atau justru terkunci. Menekan tuas rem beberapa kali saat memanaskan motor bisa membantu mengeringkan area tersebut melalui panas yang dihasilkan dari gesekan.

Aspek lain yang sering luput dari perhatian adalah panel kelistrikan, khususnya area tutup busi atau kop busi. Meskipun motor modern sudah didesain tahan air, komponen karet pelindung busi bisa getas seiring berjalannya waktu. Air yang merembes masuk ke celah ini dapat mengganggu percikan api, menyebabkan motor mogok atau tersendat saat dinyalakan kembali. Membuka cop busi, membersihkannya, dan meniup sisa air adalah langkah preventif yang cerdas. Begitu juga dengan batang as shockbreaker depan. Kotoran yang mengering dan menempel keras pada batang as yang mengkilap dapat merobek sil karet saat suspensi bekerja naik turun, menyebabkan kebocoran oli suspensi yang mahal biaya perbaikannya.

Pada akhirnya, merawat motor setelah kehujanan adalah tentang kedisiplinan dan pola pikir jangka panjang. Memang terasa berat untuk mencuci motor saat tubuh lelah dan kedinginan, namun biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki tangki bensin yang bocor karena karat, mengganti rantai yang putus, atau mengecat ulang bodi yang kusam jauh lebih besar daripada harga air dan sabun cuci. Menjadikan cuci motor pasca-hujan sebagai ritual rutin akan menjaga nilai jual kembali kendaraan tetap tinggi dan memastikan performa motor selalu prima. Ingatlah bahwa musuh terbesar besi bukanlah air itu sendiri, melainkan waktu yang kita biarkan berlalu saat air dan kotoran tersebut diam-diam memakan kekuatan logam kendaraan kita.

Tags

Logo Radio
🔴 Radio Live