Musim Hujan Bikin Tas Bau? Ini Solusi Simpel yang Jarang Diketahui
Refa - Monday, 19 January 2026 | 10:30 AM


Tas merupakan benda esensial yang digunakan setiap hari, baik untuk keperluan sekolah maupun bekerja. Frekuensi penggunaan yang tinggi sering kali membuat tas menjadi lembap dan mengeluarkan aroma tidak sedap atau apek. Penyebabnya beragam, mulai dari keringat yang menempel pada punggung tas, sisa makanan yang tertinggal, hingga pengaruh cuaca lembap di musim penghujan.
Mencuci tas tentu menjadi solusi paling tuntas. Namun, tidak semua jenis tas bisa dicuci sembarangan, terutama yang berbahan kulit atau memiliki struktur kaku. Selain itu, proses pengeringan tas tebal membutuhkan waktu lama yang sering kali tidak praktis bagi mereka yang sibuk.
Untungnya, terdapat beberapa metode efektif untuk menetralkan bau tidak sedap tersebut tanpa harus membasahi seluruh bagian tas. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan di rumah.
Kosongkan dan Angin-anginkan Tas
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengeluarkan seluruh isi tas. Sering kali sumber bau berasal dari benda-benda kecil yang terlupakan di dasar tas, seperti bungkus makanan, tisu bekas, atau kaus kaki kotor. Setelah kosong, buka semua ritsleting dan kompartemen tas selebar mungkin.
Gantung tas di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik, seperti di teras rumah yang teduh atau di dekat jendela. Hindari paparan sinar matahari langsung yang terlalu terik karena dapat memudarkan warna kain atau merusak material kulit sintetis. Biarkan angin membawa pergi aroma lembap yang terperangkap di dalam serat kain.
Manfaatkan Bubuk Kopi Hitam
Kopi dikenal sebagai penetral aroma alami yang sangat ampuh. Bubuk kopi hitam dapat menyerap bau tidak sedap dan menggantikannya dengan aroma kopi yang segar. Caranya cukup mudah, siapkan bubuk kopi kering (bukan ampas basah) dan masukkan ke dalam kantong kain kecil, kaus kaki bersih yang tidak terpakai, atau bungkus dengan tisu makan.
Letakkan bungkusan kopi tersebut ke dalam kompartemen utama tas dan tutup rapat ritsletingnya. Biarkan selama semalam suntuk. Keesokan harinya, aroma apek akan berkurang drastis dan berganti dengan wangi kopi yang menenangkan. Pastikan bubuk kopi terbungkus rapat agar tidak tumpah dan mengotori bagian dalam tas.
Gunakan Kantong Teh Celup Kering
Jika tidak menyukai aroma kopi, teh celup bisa menjadi alternatif. Daun teh memiliki sifat menyerap kelembapan dan bau. Gunakan beberapa kantong teh celup baru (kering) atau kantong teh bekas yang sudah dikeringkan total. Varian teh seperti melati, peppermint, atau teh hijau sangat direkomendasikan karena memiliki aroma terapi yang menyegarkan.
Sebarkan tiga hingga lima kantong teh di berbagai saku tas, mulai dari saku utama hingga saku kecil tempat menyimpan alat tulis. Diamkan selama 24 jam dalam keadaan tas tertutup rapat. Tanin dalam teh akan bekerja efektif mengikat bau tidak sedap.
Taburkan Soda Kue untuk Menyerap Bau Menyengat
Soda kue atau baking soda adalah bahan dapur serbaguna yang terkenal mampu membunuh bakteri penyebab bau. Untuk tas berbahan kanvas atau kain, soda kue bisa ditaburkan sedikit ke bagian dalam tas, lalu didiamkan semalaman. Setelah itu, sisa bubuk bisa dibersihkan menggunakan penyedot debu (vacuum cleaner).
Namun, untuk menghindari residu bubuk yang sulit dibersihkan, sebaiknya masukkan soda kue ke dalam wadah kecil terbuka atau mangkuk kecil, lalu letakkan di dasar tas dengan hati-hati. Tutup tas dan biarkan semalaman. Soda kue akan menyerap partikel bau yang beredar di udara dalam tas.
Semprotkan Campuran Cuka dan Air
Cuka putih memiliki sifat asam yang dapat mematikan jamur dan bakteri penyebab bau apek. Buatlah larutan pembersih dengan mencampurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1 ke dalam botol semprot (spray).
Semprotkan cairan ini tipis-tipis ke bagian dalam tas dan bagian luar yang berbau. Jangan khawatir dengan bau cuka yang menyengat, karena aroma tersebut akan menguap dan hilang dengan sendirinya setelah kering. Setelah disemprot, angin-anginkan kembali tas hingga benar-benar kering sebelum digunakan. Metode ini sangat efektif untuk tas berbahan kain atau poliester.
Masukkan Arang atau Silica Gel
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, pastikan untuk selalu meletakkan penyerap kelembapan di dalam tas. Arang aktif atau charcoal memiliki pori-pori yang sangat baik untuk menyerap racun dan bau udara. Sepotong kecil arang yang dibungkus kain bisa diletakkan permanen di dasar tas.
Alternatif yang lebih modern adalah menggunakan silica gel. Benda kecil ini berfungsi menjaga tingkat kelembapan di dalam ruang tertutup tetap rendah, sehingga bakteri dan jamur tidak mudah berkembang biak. Dengan menjaga kelembapan tetap rendah, tas akan senantiasa segar dan bebas dari aroma apek meskipun dipakai setiap hari.
Next News

Kebiasaan Mepet di Lampu Merah Ternyata Simpan Bahaya Maut, Ini Jarak Amannya
in 2 hours

Stop Kebiasaan Bernapas Lewat Mulut, Risikonya Bisa Ubah Struktur Wajah Hingga Gigi Hancur!
in 2 hours

Makan Sehari Sekali Bikin Kurus? Hati-Hati, Tren OMAD Bisa Berujung Operasi Batu Empedu
in an hour

Janji Energi Instan Berujung Petaka, Bahaya Energy Drink bagi Tubuh dan Otak
in an hour

Tak Disangka, Air Putih di Botol Minum Bisa Picu Infeksi Jika Lakukan Ini
13 minutes ago

Siapa Saja yang Wajib Vaksin Dengue? Ini Rekomendasi Resmi Dokter
in 17 minutes

4 Gejala Klasik Ini Bisa Jadi Tanda Arteri Jantung Tersumbat
43 minutes ago

Fenomena Hilangnya Kemampuan Mengeja pada Generasi Digital dan Dampak Jangka Panjangnya
in 32 minutes

Pesona Magis Celak Mata Warisan Budaya Lintas Peradaban
in 2 minutes

Menikmati Kehangatan Budaya Kopi Khas Arab Saudi di Pegunungan Sarawat
28 minutes ago






