Menguji Batasan Produk dan Merek di Ketinggian Ekstrem
Nisrina - Saturday, 13 December 2025 | 09:58 AM


Dalam dunia pemasaran yang semakin jenuh, mencari strategi yang benar-benar orisinal untuk membuktikan kualitas produk seringkali menjadi tantangan besar. Nobutaka Sada, CEO dari perusahaan jas asal Jepang, SADA, berhasil menarik perhatian global dengan aksi yang melampaui batas konvensional: ia mendaki puncak Gunung Kinabalu di Malaysia, salah satu gunung tertinggi di Asia Tenggara, dengan mengenakan setelan jas wol lengkap. Tindakan ekstrem ini bukan sekadar sensasi pribadi, melainkan sebuah demonstrasi produk yang cerdas dan strategi branding yang brilian.
Aksi pendakian Gunung Kinabalu dengan ketinggian puncaknya mencapai 4.095 meter di atas permukaan laut adalah ujian ketahanan yang luar biasa bagi pakaian formal. Secara tradisional, setelan jas wol (wool suit) diasosiasikan dengan lingkungan kantor yang terkontrol atau acara formal. Namun, dalam pendakian ini, setelan jas SADA dihadapkan pada fluktuasi suhu ekstrem: dari panasnya hutan tropis di kaki gunung hingga dingin, angin kencang, dan kelembapan tinggi di zona alpin.
Motivasi utama di balik aksi Nobutaka Sada ini adalah untuk membuktikan dua aspek kunci dari produk SADA: kenyamanan (comfort) dan durabilitas (durability).
- Kenyamanan Material: Setelan jas yang digunakan umumnya terbuat dari wol alami. Wol dikenal memiliki sifat termoregulasi yang unggul, mampu menghangatkan tubuh dalam suhu dingin sekaligus bernapas (breathable) dalam kondisi hangat. Aksi ini menunjukkan bahwa jas SADA dirancang bukan hanya untuk penampilan, tetapi juga untuk fungsi dan kenyamanan dalam berbagai kondisi lingkungan yang menuntut.
- Ketahanan Konstruksi: Pergerakan intens, gesekan, dan tekanan fisik saat mendaki gunung menjadi tes nyata terhadap jahitan dan struktur jas. Melalui demonstrasi ini, SADA mengirimkan pesan kuat kepada konsumen bahwa jas buatan mereka tidak mudah robek, kusut, atau kehilangan bentuk, menjamin investasi yang tahan lama bagi pemakainya.
Fenomena Nobutaka Sada ini juga merupakan contoh utama dari pemasaran berbasis experiential dan viral. Di tengah banjirnya iklan digital, menciptakan cerita nyata (authentic story) yang memadukan brand dengan tantangan pribadi menghasilkan engagement yang jauh lebih tinggi. Kisah CEO yang bersedia mempertaruhkan kenyamanan pribadi demi membuktikan kualitas produknya berhasil membangun narasi merek yang kuat: SADA bukan sekadar produsen jas, tetapi simbol ketahanan, kualitas, dan keberanian. Dengan demikian, pendakian Kinabalu ini tidak hanya menghasilkan foto yang ikonik, tetapi juga menyuntikkan kepercayaan yang mendalam pada produk, mengubah sebuah setelan jas formal menjadi pakaian yang dapat diandalkan dalam segala situasi, bahkan di puncak gunung sekalipun.
Next News

Malam Paling Agung di Masjidil Aqsa Saat Nabi Muhammad SAW Menjadi Imam Seluruh Nabi
4 hours ago

4 Lokasi Bersejarah yang Disinggahi dan Menjadi Tempat Sholat Rasulullah Saat Isra' Mi'raj
5 hours ago

Bukan Sekadar Perjalanan, Ini Protokol Langit Saat Nabi Muhammad SAW Naik Buraq
5 hours ago

Langkahnya Sejauh Pandangan Mata, Keajaiban Buraq dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj
5 hours ago

Kenapa Rajaban Selalu Dinanti? Tradisi Jawa Rayakan Isra’ Mi’raj dengan Cara Berbeda
6 hours ago

Mengapa Isra’ Mi’raj Terjadi Setelah Tahun Kesedihan? Ini Jawabannya
6 hours ago

Salat Masih Terasa Hampa? Coba Renungi Makna Al-Fatihah Ayat per Ayat
7 hours ago

Bukan Sihir! Penyakit Aneh Ini Bisa Bikin Kamu Mabuk Berat Cuma Gara-gara Sepotong Roti
5 hours ago

Sholat Sering Melamun? Coba 6 Teknik Ini agar Lebih Khusyuk
8 hours ago

Bukan Beban, Ini Alasan Sholat Disebut Hadiah Langsung dari Allah
8 hours ago






