Mengenal Big Ben, Menara Jam Ikonik Penjaga Kota London
Nisrina - Friday, 20 March 2026 | 10:15 AM


Kalau kita bicara soal London, apa sih yang pertama kali terlintas di kepala? Selain bus tingkat warna merah yang ikonik itu atau mungkin wajah anggota keluarga kerajaan yang sering muncul di berita, pasti ada satu benda raksasa yang nggak mungkin terlewatkan: Big Ben. Menara jam yang berdiri tegak di pinggir Sungai Thames ini sudah kayak "wajah" resmi buat Inggris. Kalau sebuah film setting-nya di London tapi nggak nampilin Big Ben, rasanya kayak makan seblak tapi nggak pakai kencur—ada yang kurang, hambar, dan nggak afdol.
Tapi, pernah nggak sih kalian kepikiran, kenapa dari sekian banyak bangunan tua dan keren di London, justru menara jam ini yang jadi primadona? Kenapa bukan Jembatan Tower Bridge yang bisa kebuka itu, atau London Eye yang modern? Nah, mari kita bedah pelan-pelan kenapa si "Opa" jam raksasa ini bisa sepopuler itu sampai sekarang.
Salah Nama yang Jadi Legenda
Gini lho, ada satu fakta unik yang sering bikin orang salah paham. Kebanyakan dari kita—termasuk mungkin kalian yang lagi baca ini—menganggap "Big Ben" adalah nama menara jamnya. Padahal, secara teknis, itu salah besar. Nama resmi menaranya adalah Elizabeth Tower (dulu namanya cuma Clock Tower). Terus, jamnya sendiri ya cuma disebut Great Clock.
Jadi, Big Ben itu siapa? Big Ben itu sebenarnya adalah nama lonceng raksasa seberat 13,7 ton yang ada di dalam menara itu. Lonceng inilah yang bunyinya menggelegar setiap satu jam sekali. Tapi ya namanya juga lidah manusia, pengennya yang simpel-simpel aja. Akhirnya seantero dunia malah nyebut seluruh bangunan itu sebagai Big Ben. Mau dikoreksi berkali-kali pun, kayaknya nama Big Ben sudah terlanjur melekat di hati rakyat. Lagian, nama "Big Ben" terdengar jauh lebih akrab dan friendly daripada "Elizabeth Tower" yang kesannya kaku banget, kan?
Saksi Bisu Sejarah yang Kepala Batu
Big Ben bukan cuma bangunan estetik buat latar foto Instagram doang. Dia ini saksi sejarah yang bener-bener "kepala batu". Selesai dibangun tahun 1859 setelah Istana Westminster sempat ludes terbakar pada 1834, Big Ben langsung jadi standar waktu dunia. Yang bikin dia makin dihormati adalah daya tahannya. Pas Perang Dunia II, saat London dibombardir habis-habisan oleh Jerman dalam peristiwa The Blitz, banyak bangunan di sekitarnya yang hancur lebur. Tapi Big Ben? Dia tetap berdiri tegak dan—yang paling gokil—jamnya tetap detak dengan akurat!
Bagi warga London saat itu, bunyi lonceng Big Ben di radio BBC adalah simbol harapan. Selama Big Ben masih bunyi, artinya Inggris belum kalah. Dari sinilah nilai emosionalnya muncul. Dia bukan sekadar mesin penunjuk waktu, tapi simbol ketangguhan sebuah bangsa. Nggak heran kalau sampai sekarang, orang Inggris ngelihat Big Ben itu kayak ngelihat pahlawan veteran yang tetap gagah meski usianya sudah seabad lebih.
Akurasi yang Pakai "Recehan"
Zaman sekarang kita sudah pakai jam atom atau sinkronisasi internet buat tahu waktu yang presisi. Tapi tahu nggak gimana cara Big Ben menjaga akurasinya? Ternyata rahasianya ada di sekeping koin kuno! Di atas bandul jam yang besar itu, para teknisi meletakkan tumpukan koin satu sen (penny) Inggris yang sudah jadul. Kalau jamnya mulai kecepetan atau kelambatan dikit, mereka tinggal nambah atau ngurangin koin itu. Satu koin bisa mengubah kecepatan jam sebanyak 0,4 detik per hari. Sederhana banget, tapi efektifnya bukan main. Sentuhan manual dan tradisional inilah yang bikin Big Ben punya jiwa, beda sama jam digital di HP kita yang kerasa dingin dan mekanis.
Bahkan pas direnovasi besar-besaran dari tahun 2017 sampai 2022 kemarin, banyak orang yang merasa kehilangan. Bayangin aja, London jadi sepi tanpa suara "dong... dong..." yang ikonik itu. Pas jamnya balik berfungsi lagi dengan wajah yang lebih segar (angka jamnya dicat biru lagi, balik ke warna aslinya), warga London nyambutnya kayak nungguin artis papan atas balik dari wajib militer. Heboh!
Magnet Pop Culture
Faktor lain yang bikin Big Ben jadi ikon abadi adalah peran "cameo"-nya di berbagai film Hollywood. Mulai dari Peter Pan yang hinggap di jarum jamnya, aksi James Bond, sampai kehancurannya di film-film bencana kayak Mars Attacks! atau V for Vendetta. Hollywood seolah sepakat kalau mau nunjukin lokasi di London secara instan, ya pakai Big Ben.
Secara visual, desain arsitektur Gothic Revival-nya emang cakep banget sih. Detailnya rumit, elegan, dan punya aura misterius sekaligus megah. Kalau kalian berdiri di Jembatan Westminster pas matahari mau terbenam, terus lampu-lampu di empat sisi jamnya mulai nyala, suasananya emang magis banget. Nggak heran kalau ribuan turis rela desak-desakan tiap hari cuma buat dapet angle foto yang pas.
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Jam
Jadi, kenapa Big Ben jadi ikon? Karena dia adalah perpaduan antara kecanggihan teknik masa lalu, ketangguhan sejarah, dan identitas budaya yang kuat. Dia mengingatkan kita kalau di tengah dunia yang berubah serba cepat ini, ada sesuatu yang tetap konstan dan bisa diandalkan. Dia adalah pengingat bahwa waktu terus berjalan, tapi sejarah nggak boleh dilupakan.
Kalau suatu saat kalian berkesempatan main ke London, sempetin deh duduk sebentar di pinggir sungai, dengerin bunyi loncengnya, dan rasain getarannya. Di saat itulah kalian bakal sadar kalau Big Ben bukan cuma soal jam raksasa, tapi soal detak jantung kota London itu sendiri. Lagian, siapa sih yang nggak jatuh cinta sama bangunan tua yang tetap eksis dan kece meski usianya sudah lebih dari 160 tahun? Big Ben itu definisi asli dari "tua-tua keladi", makin tua makin jadi!
Next News

"Aku Memang Turunan Pemarah": Benarkah Sifat Mudah Marah Bisa Diwariskan?
4 days ago

Mengenal Silent Flexing, Tren Baru yang Diam-Diam Mengubah Media Sosial
4 days ago

Mencuri Waktu dari Tidur: Kebiasaan Scroll Malam yang Diam-Diam Menjadi Alasan "Insomnia" Kita
8 days ago

Masih Perlu Pakai Hand Sanitizer Setiap Saat? Simak Faktanya!
9 days ago

Fashion: Instrumen Politik Paling Tua yang Jarang Disadari
9 days ago

Tips Pilih Warna Baju Saat Cuaca Panas Biar Tetap Nyaman dan Adem
9 days ago

5 Tips Mengubah Nasib Apes Jadi Hari yang Tetap Produktif
10 days ago

Bukan Mood Swing Semata, Ini 4 Fase yang Dialami Wanita Setiap Bulan
10 days ago

Solusi Bebas Antre BBM: Haruskah Ganti ke Mobil Listrik/Hybrid Sekarang?
14 days ago

Mengapa Kita Malah Beres-Beres Saat Ada Tugas? Ini Jawabannya
14 days ago





