Jangan Biarkan Alasan Teman Gagalkan Liburan Impianmu!
Elsa - Friday, 28 November 2025 | 01:00 PM


Pernah nggak sih, tiba-tiba terbersit di kepala ide gila untuk kabur sejenak dari rutinitas? Pengen jalan-jalan, liburan, tapi pas mau ngajak teman-teman, selalu saja ada drama seribu alasan: ada yang sibuk kerja, ada yang baru putus, ada yang lagi irit karena mau nikah. Ujung-ujungnya, niat liburan cuma jadi wacana hangat yang akhirnya mendingin.
Nah, di sinilah konsep solo traveling masuk ke arena. Dulu, mungkin langsung auto-panik, "Duh, nanti sendirian? Bahaya nggak ya? Nggak ada teman buat fotoin, dong?" Tapi, jangan salah, bro-sis! Solo traveling itu punya magisnya sendiri. Bukan cuma soal bisa nge-post foto keren di Instagram tanpa nungguin teman yang rewel, tapi lebih ke penemuan diri, kebebasan yang hakiki, dan kadang, bertemu orang-orang baru yang tak terduga.
Jujurly, solo traveling itu emang bikin deg-degan di awal. Apalagi buat yang belum pernah nyoba. Tapi begitu kaki melangkah, lo bakal sadar: dunia ini nggak seseram itu kok. Justru, ini jadi kesempatan emas buat menguji nyali dan kemampuan adaptasi lo. Dari situ, lo bisa pulang dengan cerita seabrek dan level kepercayaan diri yang auto-naik.
Persiapan Matang Itu Kunci (Biar Nggak Panik di Jalan)
Oke, sebelum jiwa petualang lo membara dan langsung booking tiket pesawat, ada beberapa jurus sakti yang wajib lo kantongi. Anggap saja ini bekal perang biar perjalanan lo aman, nyaman, dan pastinya nggak bikin kantong kering:
1. Riset Destinasi Itu Harga Mati!
- Jangan Asal Tunjuk Peta: Pertama dan utama, riset destinasi itu hukumnya wajib, mutlak, tidak bisa ditawar. Jangan asal tunjuk peta atau latah ikut tren di TikTok. Setiap negara, kota, bahkan desa punya karakternya sendiri. Cari tahu soal budaya lokalnya, adat istiadatnya yang kadang bikin geleng-geleng kepala (atau malah bikin kagum!), zona aman dan tidak aman, sampai hal-hal kecil seperti jam operasional toko atau angkutan umum. Masa iya mau ke negara konservatif tapi pake baju tank top doang tanpa riset? Bisa-bisa jadi pusat perhatian yang nggak enak, kan?
- Cek Musim dan Cuaca: Penting banget ini. Jangan sampai lo udah jauh-jauh ke Bromo tapi malah lagi musim hujan badai. Atau ke Jepang pas musim panas tapi cuma bawa jaket tebal. Persiapan baju dan perlengkapan jadi nggak pas.
2. Akomodasi: Pilih yang Pas di Hati dan Dompet
- Hostel, Surganya Solo Traveler: Kalau lo tipe orang yang suka berinteraksi dan pengen hemat, hostel adalah pilihan terbaik. Lo bisa ketemu banyak solo traveler lain dari berbagai penjuru dunia, tukar cerita, bahkan janjian jalan bareng. Suasananya ramah dan harganya jelas lebih ramah di kantong.
- Hotel atau Guesthouse: Kalau budget lebih dan butuh me time total tanpa gangguan, hotel atau guesthouse juga sah-sah saja. Yang penting, baca review-nya baik-baik. Pastikan lokasinya strategis dan aman, apalagi kalau lo cewek.
3. Transportasi: Jangan Sampai Nyasar!
- Pahami Angkutan Umum Lokal: Ini bagian seru sekaligus menantang. Pelajari rute bus, kereta, atau metro di destinasi lo. Angkutan umum lokal itu nggak cuma hemat, tapi juga jadi jendela buat melihat kehidupan masyarakat asli. Jangan malu bertanya, senyum itu modal utama!
- Alternatif Transportasi: Unduh aplikasi taksi online atau layanan berbagi tumpangan yang populer di sana. Tapi tetap waspada dan bandingkan harga. Kadang ada juga tawaran dari sopir taksi di bandara yang harganya bisa bikin melongo.
4. Keuangan: Biar Nggak Mendadak Miskin di Negeri Orang
- Budgeting Itu Wajib: Tentukan budget harian lo dan patuhi. Sisihkan juga dana darurat buat hal-hal yang nggak terduga (amit-amit!).
- Beberapa Opsi Pembayaran: Jangan cuma ngandelin satu kartu doang. Bawa uang tunai secukupnya buat kebutuhan sehari-hari, punya kartu kredit dan debit yang berbeda bank. Simpan di tempat terpisah. Kalau satu hilang, masih ada cadangan.
- Notifikasi Bank: Beri tahu bank lo kalau lo lagi traveling ke luar negeri, biar kartu lo nggak diblokir mendadak karena dianggap transaksi mencurigakan.
Jurus Sakti di Medan Tempur (Pas Lagi Jalan-jalan)
1. Keamanan Diri Itu Nomor Satu
- Dokumen Penting: Foto kopi paspor, visa, tiket, dan asuransi perjalanan. Simpan di beberapa tempat terpisah (di tas utama, tas kecil, dan juga di cloud atau email). Jangan pernah pisahkan dompet dari paspor lo.
- Bagikan Rencana Perjalanan: Beri tahu keluarga atau teman terdekat soal rute dan akomodasi lo. Kontak mereka secara berkala. Ini bukan berarti lo manja, tapi ini penting buat jaga-jaga kalau ada apa-apa.
- Percaya Insting: Kalau udah ngerasa nggak enak sama suatu tempat atau orang, mending cabut aja. Firasat itu seringkali nggak salah lho. Hindari jalan sendirian di tempat sepi atau gelap, apalagi pas malam hari.
- Jangan Terlalu Terbuka: Boleh ramah sama orang baru, tapi jangan terlalu curhat detail soal rencana perjalanan atau di mana lo menginap. Cukup obrolan santai saja.
- Asuransi Perjalanan: Ini bukan buat gaya-gayaan. Tapi buat jaga-jaga kalau terjadi hal yang tidak diinginkan seperti sakit, kecelakaan, atau kehilangan barang. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, kan?
2. Berani Keluar dari Zona Nyaman (Tapi Tetap Waspada)
- Senyum dan Sapa: Modal utama lo sebagai solo traveler adalah senyum dan keramahan. Jangan takut menyapa atau bertanya pada penduduk lokal. Siapa tahu malah dapat rekomendasi tempat rahasia yang nggak ada di Google!
- Ikut Tur Lokal atau Kelas: Banyak kota menawarkan walking tour gratisan atau kelas masak masakan lokal. Ini cara yang bagus buat kenalan sama orang baru dan belajar hal baru.
- Nikmati Momen Sendiri: Salah satu keindahan solo traveling adalah lo bisa punya me time yang berkualitas. Ngopi sendirian sambil baca buku, atau sekadar duduk di taman mengamati kehidupan sekitar. Itu mewah lho.
- Jangan Terlalu Fokus ke Medsos: Oke, update Instagram story itu penting. Tapi jangan sampai keasyikan scrolling IG sampe lupa nikmatin pemandangan atau momen di depan mata. Nikmati setiap detik perjalanan lo.
3. Menghadapi Rasa Kesepian (Itu Normal Kok!)
Jujur aja, pasti ada momen di mana lo ngerasa kangen rumah, kangen teman, atau pengen banget curhat tapi nggak ada siapa-siapa di samping. Wajar kok! Ini bagian dari proses. Kalau udah mulai galau, coba deh:
- Video Call: Telepon keluarga atau teman dekat. Ngobrol sebentar bisa sangat membantu menepis rasa sepi.
- Journaling: Tulis apa yang lo rasain. Kadang, menuangkan perasaan ke tulisan bisa bikin lega.
- Cari Teman Baru: Balik lagi ke hostel atau ikut tur. Lebih mudah ketemu sesama traveler yang juga sedang mencari teman.
Intinya, solo traveling itu bukan cuma jalan-jalan fisik, tapi juga perjalanan batin yang luar biasa. Lo bakal belajar banyak hal tentang diri sendiri, tentang dunia, dan tentang bagaimana rasanya menjadi mandiri seutuhnya. Pulang-pulang, auto-level up, deh! Bakal ada cerita seru buat dibagikan, pengalaman berharga yang nggak bisa dibeli, dan yang paling penting, lo jadi tahu seberapa kuat dan berani diri lo sebenarnya.
Jadi, kapan nih berani nyoba solo traveling?
Next News

Rahasia Sukses Masuk Perusahaan Big 4
a day ago

Slank Bukan Sekadar Band, Tapi Institusi Bangsa!
a day ago

Definisi Gen Z Sebenarnya: Unik atau Bikin Geleng?
a day ago

Akhir Tahun Tiba! Siap Pesta Kembang Api & Kuliner?
a day ago

Reality Club: Pengisi Soundtrack Kisah Anak Muda.
2 days ago

Pee Wee Gaskins: Ikon Pop-Punk yang Abadi
2 days ago

Ikon Kuliner Jakarta: Soto Betawi Pilihan Hati
2 days ago

Rahasia Rawon Enak: Gampang Banget!
2 days ago

Tren Tumbler: Lebih Dari Sekadar Pengisi Dahaga Biasa
2 days ago

Kecemasan Sosial di Era Komunikasi Virtual
18 days ago






