Ceritra
Ceritra Warga

Genre Otome Bukan Sekadar Ceruk Kecil di Tengah Raksasa MOBA

Nisrina - Tuesday, 16 December 2025 | 12:38 PM

Background
Genre Otome Bukan Sekadar Ceruk Kecil di Tengah Raksasa MOBA
Kelima karakter pada game Love and Deepspae (Instagram/@loveanddeepspace)

Dunia teknologi dan perangkat gawai telah menjadi perpanjangan tangan yang tidak terpisahkan bagi orang dewasa di zaman modern. Ponsel pintar kini bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan gerbang utama menuju hiburan digital yang masif. Dalam lanskap ini, industri gim video sering kali dipandang sebagai arena yang didominasi oleh laki-laki, baik dari sisi pengembang maupun target pasarnya. Namun, pandangan lawas tersebut perlahan mulai runtuh seiring dengan munculnya kekuatan baru yang selama ini bergerak dalam senyap yaitu para gamer perempuan.

Fenomena kebangkitan perempuan di ranah yang didominasi pria (male-dominated field) ini terekam jelas melalui ledakan popularitas genre Otome Game. Secara definisi, otome adalah jenis permainan video berbasis cerita yang menyasar perempuan dewasa sebagai target utamanya. Gim ini menawarkan simulasi romansa yang dipadukan dengan narasi mendalam, visual memukau, dan interaksi emosional yang intens.

Salah satu nama yang kini menjadi buah bibir dan mengubah peta persaingan industri adalah Love and Deepspace. Gim simulasi kencan berbalut elemen fiksi ilmiah ini sukses mencuri perhatian jutaan perempuan di seluruh dunia. Berbeda dengan pendahulunya yang masih menggunakan visual dua dimensi, Love and Deepspace menghadirkan pengalaman 3D yang sangat realistis dan imersif sehingga membuat pemain merasa benar-benar terlibat secara emosional dengan karakter di dalamnya.

Kehadiran gim ini bukan sekadar tren sesaat. Ia adalah manifestasi dari kebutuhan perempuan akan hiburan berkualitas yang dirancang khusus untuk memenuhi preferensi visual dan emosional mereka.

Bukti paling valid dari dominasi pasar perempuan ini terlihat dari sebuah peristiwa menarik di pasar Tiongkok yang merupakan barometer industri gim dunia. Beberapa waktu lalu, Love and Deepspace bersaing ketat dengan Honor of Kings (HoK). Perlu diketahui bahwa HoK adalah gim bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang memiliki basis pemain laki-laki sangat besar dan konsisten menduduki peringkat teratas pendapatan global.

Pada momen ketika kedua gim ini meluncurkan event besar secara bersamaan, terjadi sebuah kejutan yang mengguncang industri. Love and Deepspace berhasil melesat ke peringkat satu dalam daftar pendapatan atau nilai top-up harian dan sukses menggeser Honor of Kings.

Pencapaian ini sangat impresif dan memiliki makna simbolis yang kuat. Sebuah gim otome yang pasarnya spesifik untuk perempuan mampu mengalahkan gim aksi kompetitif yang pasarnya jauh lebih umum dan maskulin. Hal ini mematahkan stereotip bahwa perempuan tidak loyal atau tidak mau mengeluarkan uang untuk hobi digital mereka. Sebaliknya, data ini menunjukkan bahwa ketika produk yang ditawarkan sesuai dengan selera dan menghargai keinginan mereka, daya beli perempuan adalah kekuatan ekonomi yang sangat dahsyat.


Perempuan Sebagai Penentu Arah Industri

Kemenangan Love and Deepspace atas raksasa seperti Honor of Kings mengajarkan kita satu hal penting. Perempuan tidak lagi menjadi warga kelas dua di industri teknologi dan permainan. Mereka adalah konsumen cerdas dengan standar tinggi yang mampu menentukan hidup matinya sebuah produk digital.

Peristiwa ini memaksa para pelaku industri untuk membuka mata. Area yang selama ini dianggap "milik pria" kini harus beradaptasi menjadi lebih inklusif. Pengembang gim tidak bisa lagi mengabaikan potensi pasar perempuan atau sekadar memberi mereka konten ala kadarnya.

Di era digital ini, gawai di tangan perempuan adalah alat yang kuat. Melalui dukungan mereka terhadap gim seperti Love and Deepspace, para perempuan ini secara tidak langsung sedang mengirimkan pesan kepada dunia bahwa suara mereka, selera mereka, dan dompet mereka memiliki pengaruh yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Logo Radio
🔴 Radio Live