Ceritra
Ceritra Warga

Era Skinny Jeans yang Telah Berakhir dan Jeans Lebar Kini Menguasai Jalanan

Nisrina - Monday, 19 January 2026 | 11:45 AM

Background
Era Skinny Jeans yang Telah Berakhir dan Jeans Lebar Kini Menguasai Jalanan
Pergeseran era jeans. (Freepik/)

Dunia mode selalu berputar bagaikan roda yang tidak pernah berhenti. Apa yang dianggap kuno hari ini bisa menjadi tren paling panas esok hari, dan apa yang mendominasi lemari pakaian kita selama satu dekade bisa tiba-tiba terlihat usang dalam sekejap mata. Fenomena inilah yang sedang terjadi pada salah satu item pakaian paling ikonik dalam sejarah manusia, yaitu celana denim atau jeans. Setelah lebih dari sepuluh tahun lamanya kita didikte oleh hegemoni skinny jeans atau celana pensil yang ketat membalut kaki, kini angin perubahan bertiup kencang ke arah yang berlawanan. Tren penggunaan pakaian denim diperkirakan bergeser secara signifikan, meninggalkan siluet ketat yang menyesakkan menuju potongan yang lebih longgar, santai, dan membebaskan gerak tubuh.

Pergeseran ini bukan sekadar pergantian musim mode biasa, melainkan sebuah respons budaya yang lebih dalam. Dominasi skinny jeans yang memuncak pada era 2010-an adalah simbol dari estetika yang rapi, ramping, dan terkadang menyiksa demi penampilan. Namun, generasi baru dan perubahan gaya hidup pascapandemi telah mengubah prioritas tersebut. Kenyamanan kini menduduki takhta tertinggi dalam hierarki pemilihan busana. Masyarakat tidak lagi bersedia mengorbankan sirkulasi darah di kaki mereka demi terlihat modis. Celana dengan potongan wide-leg, baggy, cargo, hingga dad jeans kini menjadi primadona baru. Potongan-potongan ini memberikan ruang napas bagi kulit dan memungkinkan pemakainya bergerak dengan leluasa tanpa batasan kain yang kaku.

Faktor pendorong utama dari tren denim longgar ini adalah nostalgia budaya pop, khususnya kebangkitan estetika tahun 2000-an atau yang dikenal dengan istilah Y2K. Generasi Z sebagai penggerak tren masa kini gemar menggali arsip mode masa lalu dan menemukan kembali kejayaan celana gombrong yang pernah dipopulerkan oleh ikon hip-hop dan bintang pop awal milenium. Bagi mereka, mengenakan denim longgar adalah bentuk pemberontakan terhadap gaya milenial yang serba pas badan dan terstruktur. Selain itu, denim longgar memberikan kesan effortless atau keren tanpa perlu berusaha keras, sebuah sikap yang sangat dihargai dalam lanskap mode kontemporer yang lebih santai dan inklusif.

Dari sisi industri, para produsen denim raksasa pun mulai memutar otak dan strategi. Mereka yang terlambat menyadari pergeseran ini akan tertinggal karena tumpukan stok skinny jeans mereka tidak lagi dilirik pembeli. Rak-rak toko kini dipenuhi dengan variasi denim yang mengutamakan volume. Kita melihat kembalinya celana kargo dengan banyak kantong yang fungsional, celana bootcut yang memberikan ilusi kaki jenjang namun tetap nyaman di paha, hingga straight cut klasik yang tak lekang oleh waktu. Bahan denim yang digunakan pun berevolusi menjadi lebih lembut dan tidak seberat denim masa lalu, mendukung jatuhnya kain yang indah pada potongan yang longgar tersebut.

Bagi Anda yang terbiasa dengan skinny jeans, transisi ke denim longgar mungkin terasa menakutkan karena takut terlihat tenggelam dalam pakaian. Namun, kunci dari tren ini adalah permainan proporsi. Jika bawahan sudah bervolume besar, maka atasan yang lebih pas badan atau cropped bisa menjadi penyeimbang yang sempurna untuk mempertahankan siluet tubuh. Sebaliknya, gaya oversized dari atas ke bawah juga sah-sah saja bagi mereka yang ingin tampil dengan pernyataan gaya streetwear yang berani. Tren ini mengajarkan kita untuk bermain dengan siluet dan tidak terpaku pada satu aturan baku.

Pada akhirnya, pergeseran tren denim ini mengajarkan kita bahwa mode adalah refleksi dari kenyamanan dan ekspresi diri. Era skinny jeans mungkin sedang "tidur" untuk sementara waktu, digantikan oleh kenyamanan celana longgar yang merayakan kebebasan bergerak. Apakah skinny jeans akan kembali lagi suatu hari nanti? Jawabannya hampir pasti ya, karena mode itu siklus. Namun untuk saat ini, mari kita nikmati kebebasan kaki kita dalam balutan denim longgar yang nyaman, fungsional, dan tentu saja, sangat bergaya. Ini adalah era di mana kita tidak perlu menahan napas saat mengancingkan celana, dan itu adalah sebuah kemajuan kecil namun berarti dalam sejarah berpakaian kita.

Logo Radio
🔴 Radio Live