Ceritra
Ceritra Warga

Demam Matcha, Pecahkan Rekor Tertinggi dalam 70 Tahun

Nisrina - Friday, 19 December 2025 | 10:37 AM

Background
Demam Matcha, Pecahkan Rekor Tertinggi dalam 70 Tahun
Bubuk matcha dan perlengkapannya (Freepik/)

Jika Anda perhatikan menu di kedai kopi kekinian atau toko kue di berbagai kota besar dunia, warna hijau pekat kini semakin mendominasi etalase. Mulai dari latte hangat, es krim lembut, hingga cokelat batangan, semuanya berlomba-lomba menawarkan varian rasa matcha. Fenomena ini ternyata bukan sekadar tren kuliner sesaat yang hanya ramai di media sosial. Gelombang kecintaan masyarakat global terhadap bubuk teh hijau ini telah menciptakan dampak ekonomi nyata yang luar biasa bagi negeri asalnya. Laporan perdagangan terbaru mencatat sejarah baru, di mana ekspor teh hijau Jepang berhasil menyentuh angka tertinggi dalam kurun waktu 70 tahun terakhir.

Lonjakan permintaan yang fantastis ini menandai pergeseran budaya yang menarik. Selama berabad-abad, teh hijau dan matcha dikenal sebagai elemen sakral dalam upacara minum teh tradisional Jepang yang hening dan penuh tata krama. Namun kini, komoditas tersebut telah bertransformasi menjadi ikon budaya pop global yang sangat luwes. Matcha tidak lagi terkurung dalam mangkuk keramik kuno di Kyoto, melainkan telah melebur ke dalam gaya hidup modern masyarakat urban di New York, Paris, hingga Jakarta. Fleksibilitas rasa matcha yang unik, yakni perpaduan antara sedikit pahit dan gurih atau umami, membuatnya mudah diterima dan dikreasikan menjadi ribuan jenis makanan serta minuman.

Di balik rasa yang nikmat, faktor kesadaran kesehatan juga menjadi bahan bakar utama yang melesatkan angka ekspor ini. Masyarakat dunia pascapandemi semakin gencar mencari asupan yang mendukung imunitas dan kesehatan jangka panjang. Teh hijau Jepang yang kaya akan antioksidan alami dan diyakini mampu memberikan efek ketenangan serta fokus menjadi jawaban yang dicari banyak orang. Citra matcha sebagai superfood atau makanan super telah tertanam kuat di benak konsumen global, menjadikannya pilihan utama bagi mereka yang ingin menjalani gaya hidup sehat tanpa mengorbankan kenikmatan rasa.

Pencapaian rekor ekspor ini menjadi angin segar bagi para petani teh di Jepang. Di saat konsumsi teh hijau domestik di dalam negeri Jepang sendiri cenderung stagnan atau bahkan menurun karena perubahan selera generasi muda, pasar internasional justru hadir sebagai penyelamat industri ini. Pemerintah dan pelaku industri teh Jepang pun semakin agresif memperkenalkan produk mereka ke luar negeri. Mereka tidak hanya menjual daun teh, tetapi juga menjual cerita, tradisi, dan kualitas premium yang tidak bisa ditiru oleh produsen dari negara lain.

Kabar mengenai rekor ekspor 70 tahun ini menegaskan satu hal penting. Jepang telah berhasil melakukan diplomasi lunak yang sangat efektif melalui secangkir teh. Mereka sukses meyakinkan dunia bahwa warna hijau dari matcha adalah simbol cita rasa berkelas dan kesehatan. Selama inovasi kuliner terus berkembang dan tren hidup sehat masih menjadi prioritas, tampaknya demam matcha ini belum akan mereda dalam waktu dekat. Dunia telah jatuh cinta pada pesona teh Jepang dan angka statistik perdagangan hanyalah bukti tertulis dari kisah cinta rasa tersebut.

Logo Radio
🔴 Radio Live