Ceritra
Ceritra Warga

Berjalan Kaki 450 Kilometer Demi Meredakan Amarah: Kisah Unik Suami di Italia

Nisrina - Monday, 22 December 2025 | 03:41 AM

Background
Berjalan Kaki 450 Kilometer Demi Meredakan Amarah: Kisah Unik Suami di Italia
Jarak yang ditempuh dari kota Como-Fano sejauh 280 mil atau 450 km. (MailOnline/)

Pertengkaran dalam rumah tangga adalah bumbu kehidupan yang wajar terjadi pada pasangan mana pun. Biasanya saat adu argumen memanas, salah satu pihak akan memilih untuk keluar rumah sebentar sekadar mencari udara segar agar kepala kembali dingin. Namun kisah nyata yang dialami seorang pria di Italia ini membawa definisi "mencari udara segar" ke level yang benar-benar ekstrem dan sulit dipercaya nalar.

Peristiwa unik ini terjadi pada akhir tahun 2020 saat dunia sedang bergelut dengan pandemi. Seorang pria berusia 48 tahun asal Como, sebuah wilayah indah di utara Italia, terlibat perselisihan sengit dengan istrinya. Berniat meredakan emosi yang memuncak, ia memutuskan untuk keluar rumah dan berjalan kaki tanpa tujuan yang jelas.

Awalnya ia mungkin hanya berniat berjalan di sekitar kompleks perumahan. Namun tanpa sadar langkah kakinya membawanya berjalan terus menerus selama satu minggu penuh. Ia tidak menumpang bus, kereta, ataupun kendaraan lain. Ia hanya berjalan, melangkah, dan terus melangkah ke arah selatan menjauhi rumahnya.

Petualangan emosionalnya terhenti ketika ia tiba di kota pesisir bernama Fano. Jika dilihat di peta, jarak antara rumahnya di Como hingga ke titik pemberhentiannya di Fano mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar 450 kilometer atau setara dengan 280 mil. Sebagai gambaran bagi kita di Indonesia, jarak ini kurang lebih setara dengan berjalan kaki dari Jakarta hingga ke Semarang.

Perjalanan epik sang suami harus berakhir ketika polisi patroli menemukannya sedang berjalan sendirian di jalan raya pada pukul dua dini hari. Pada masa itu Italia sedang menerapkan aturan jam malam yang sangat ketat akibat pandemi COVID-19. Polisi yang bertugas awalnya merasa curiga dan memberhentikannya karena melanggar aturan pembatasan gerak.

Ketika diinterogasi, polisi awalnya sulit mempercayai pengakuan pria tersebut bahwa ia berjalan kaki dari Como. Jarak ratusan kilometer itu rasanya mustahil ditempuh hanya dengan berjalan kaki dalam waktu seminggu bagi orang awam tanpa persiapan matang.

Namun pria itu dengan jujur mengatakan bahwa ia sendiri pun terkejut dengan kemampuan kakinya. Ia menjelaskan kepada petugas bahwa ia tidak menggunakan transportasi apa pun dan hanya mengikuti ke mana kakinya melangkah untuk menenangkan pikiran yang kalut. Selama perjalanan panjang tersebut, ia mengaku bertahan hidup berkat kebaikan hati orang-orang asing yang ditemuinya di jalan yang memberinya makanan dan minuman.

Akhir yang Sedikit Pahit

Setelah identitasnya diverifikasi, polisi menemukan fakta bahwa sang istri di Como ternyata telah melaporkan suaminya sebagai orang hilang karena tidak kunjung pulang berhari-hari. Sang suami yang kelelahan itu akhirnya diamankan di sebuah hotel setempat agar bisa beristirahat.

Kisah pelarian ini berakhir dengan sedikit ironi. Meskipun polisi kagum dengan ketahanan fisiknya, mereka tetap harus menegakkan aturan. Pria tersebut dikenakan denda sebesar 400 Euro atau sekitar enam juta rupiah karena melanggar aturan jam malam yang berlaku saat itu.

Keesokan harinya, sang istri harus menempuh perjalanan jauh ke Fano untuk menjemput suaminya pulang dan membayar denda tersebut. Kisah ini sempat viral dan membuat pria tersebut dijuluki oleh media massa sebagai "Forrest Gump dari Italia". Kejadian ini menjadi pengingat jenaka bagi kita semua bahwa terkadang kita memang butuh ruang sendiri saat sedang marah, tetapi mungkin tidak perlu sampai berjalan kaki ratusan kilometer jauhnya hingga menguras tabungan untuk membayar denda.

Logo Radio
🔴 Radio Live