Ceritra
Ceritra Warga

5 Perbedaan Antara Gula Pasir dan Stevia, Ketahui Demi Kesehatan Tubuh

Nisrina - Wednesday, 21 January 2026 | 10:15 AM

Background
5 Perbedaan Antara Gula Pasir dan Stevia, Ketahui Demi Kesehatan Tubuh
Ilustrasi gula pasir (Freepik/jcomp)

Kesadaran masyarakat akan bahaya konsumsi gula berlebih kini semakin meningkat. Tren gaya hidup sehat mendorong banyak orang untuk mencari alternatif pemanis yang lebih aman bagi tubuh namun tetap memanjakan lidah. Di tengah pencarian ini, nama stevia muncul sebagai pesaing kuat bagi gula pasir konvensional. Sering disebut sebagai pemanis ajaib, stevia menawarkan janji manis tanpa rasa bersalah. Namun sebelum Anda memutuskan untuk mengganti seluruh stok gula di dapur Anda dengan stevia, ada baiknya memahami secara mendalam apa saja perbedaan fundamental antara kedua jenis pemanis ini. Berikut adalah lima poin perbedaan utama antara gula pasir dan stevia yang dirangkum secara mendetail untuk panduan kesehatan Anda.

Asal Usul dan Sumber Bahan Baku

Perbedaan paling mendasar yang perlu diketahui pertama kali adalah dari mana kedua pemanis ini berasal. Gula pasir atau yang secara ilmiah dikenal sebagai sukrosa umumnya diekstraksi dari tanaman tebu atau bit gula. Melalui proses pengolahan pabrik yang panjang, sari tanaman ini dimurnikan dan dikristalisasi hingga menjadi butiran putih yang kita kenal. Sementara itu, stevia adalah pemanis alami yang berasal dari ekstrak daun tanaman Stevia rebaudiana. Tanaman semak yang berasal dari Amerika Selatan ini telah digunakan selama berabad-abad oleh penduduk asli di sana. Rasa manis pada stevia didapat dari senyawa alami bernama steviol glikosida yang diisolasi dari daunnya, menjadikannya opsi yang sering dianggap lebih natural dibandingkan pemanis buatan sintetik.

Perbandingan Jumlah Kalori

Faktor kalori sering menjadi alasan utama seseorang beralih dari gula ke stevia. Gula pasir termasuk dalam kategori karbohidrat sederhana yang padat energi. Dalam satu sendok teh gula pasir terdapat sekitar 16 hingga 20 kalori. Jumlah ini mungkin terlihat kecil, namun akumulasi konsumsi gula harian dari makanan dan minuman dapat menyumbang surplus kalori yang signifikan penyebab obesitas. Berbeda 180 derajat, stevia adalah pemanis nol kalori. Tubuh manusia tidak memecah atau memetabolisme glikosida dalam stevia untuk menjadi energi, sehingga zat ini melewati sistem pencernaan tanpa menyumbang kalori sedikit pun. Hal ini menjadikan stevia sahabat terbaik bagi mereka yang sedang menjalani program diet defisit kalori atau penurunan berat badan.

Dampak pada Kadar Gula Darah dan Insulin

Bagi penderita diabetes atau mereka yang memiliki resistensi insulin, poin ini adalah perbedaan yang paling vital. Gula pasir memiliki Indeks Glikemik atau IG yang tinggi. Saat dikonsumsi, gula akan diserap dengan cepat oleh tubuh dan menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah secara drastis yang memicu pankreas melepaskan insulin dalam jumlah besar. Sebaliknya, stevia memiliki nilai Indeks Glikemik nol. Penelitian medis menunjukkan bahwa konsumsi stevia tidak menaikkan kadar gula darah maupun insulin. Sifatnya yang tidak berdampak pada glukosa darah ini membuat stevia menjadi alternatif pemanis yang sangat aman dan direkomendasikan bagi penderita diabetes tipe 2 untuk tetap bisa menikmati rasa manis tanpa risiko kesehatan.

Tingkat Kemanisan dan Efisiensi Takaran

Jangan pernah menyamakan takaran gula pasir dengan stevia saat membuat minuman atau masakan, karena hasilnya bisa sangat mengejutkan. Stevia memiliki potensi kemanisan yang jauh lebih kuat dibandingkan gula tebu. Tingkat kemanisan stevia diperkirakan mencapai 200 hingga 300 kali lipat lebih manis daripada gula pasir biasa. Artinya, jika Anda biasa menggunakan satu sendok makan gula untuk secangkir kopi, Anda hanya membutuhkan seujung sendok teh bubuk stevia atau beberapa tetes stevia cair untuk mendapatkan rasa manis yang setara. Efisiensi ini membuat penggunaan stevia menjadi sangat irit, meskipun harga kemasannya mungkin terlihat lebih mahal daripada gula pasir di pasaran.

Profil Rasa dan Reaksi dalam Pengolahan Masakan

Perbedaan terakhir terletak pada rasa dan fungsinya di dapur. Gula pasir memberikan rasa manis yang bersih dan familier yang disukai hampir semua orang. Selain itu, gula memiliki peran kimiawi penting dalam pembuatan kue, seperti membantu proses pengembang, memberikan tekstur crunchy, dan kemampuan untuk terkaramelisasi atau menjadi cokelat saat dipanaskan. Stevia memiliki karakteristik yang berbeda. Beberapa orang merasakan adanya aftertaste atau rasa ikutan yang sedikit pahit atau menyerupai rasa licorice (akar manis) saat mengonsumsi stevia. Selain itu, karena stevia tidak memiliki volume atau massa seperti gula, ia tidak bisa memberikan tekstur dan volume pada kue, serta tidak bisa menjadi karamel. Oleh karena itu, penggunaan stevia dalam resep kue sering kali membutuhkan penyesuaian bahan lain agar hasilnya tetap maksimal.

Logo Radio
🔴 Radio Live