Tak Sekadar Pelengkap, Biji Wijen Menyimpan Beragam Manfaat Kesehatan
Refa - Saturday, 03 January 2026 | 03:00 PM


Biji wijen kerap dijumpai sebagai taburan atau pelengkap pada berbagai kudapan seperti roti dan kue. Meski sering dianggap sepele, bahan pangan ini ternyata menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan, salah satunya sebagai sumber kalsium alami.
Ahli Gastroenterologi dan Hepatologi Fortis Vasant Kunj, Dr. Shubham Vatsya, mengatakan banyak orang tua merasa khawatir ketika anak enggan mengonsumsi susu. Padahal, biji wijen dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan kalsium.
"Biji wijen mengandung kalsium alami dan mineral penting yang dapat membantu memperkuat tulang tanpa harus bergantung pada produk susu," ujarnya, dikutip dari Hindustan Times, Kamis (12/4/2025).
Ia menyarankan agar biji wijen dikonsumsi setelah melalui proses pemanggangan ringan atau perendaman singkat agar penyerapan nutrisinya lebih optimal.
"Cukup tambahkan satu hingga dua sendok teh biji wijen ke dalam menu harian. Jika dikombinasikan dengan paparan sinar matahari atau asupan vitamin D, kebiasaan ini dapat mendukung kesehatan tulang dalam jangka panjang," jelasnya.
Menurutnya, biji wijen mengandung beragam nutrisi penting. Dalam 100 gram biji wijen terdapat sekitar 900 hingga 1.000 miligram kalsium, serta mineral lain seperti magnesium, fosfor, dan seng yang berperan dalam proses pencernaan dan metabolisme tubuh.
Meski demikian, Dr. Shubham mengingatkan bahwa biji wijen mentah mengandung senyawa fitat yang dapat menghambat penyerapan kalsium. Oleh karena itu, ia menyarankan biji wijen dipanggang sebentar lalu direndam semalaman sebelum dikonsumsi.
"Cara ini lebih dianjurkan karena dapat meningkatkan penyerapan mineral secara alami," katanya.
Ia menambahkan, memasukkan bubuk wijen ke dalam pola makan sehari-hari merupakan langkah sederhana namun berkelanjutan untuk menjaga kekuatan tulang.
"Bagi para ibu yang kesulitan membujuk anak untuk minum susu, biji wijen bisa menjadi pilihan alternatif," pungkasnya.
Next News

Jangan Sampai Perut Kenyang Tapi Otak "Busung Lapar": Membedah Prioritas Pendidikan Selain MBG
16 hours ago

Soft saving vs YOLO spending: nabung pelan atau nikmatin hidup sekarang?
3 days ago

Doomscrolling economy: kebiasaan scroll berita bikin makin cemas soal masa depan
3 days ago

Adaptasi cepat: "survival skill" utama Gen Z di dunia yang terus berubah
3 days ago

Self-preparedness: skill penting yang jarang diajarkan di Sekolah!
4 days ago

Bukan Sekadar Tinta: Membedah Ritual Rasa Sakit dan Komitmen di Balik Seni Tato
20 hours ago

Shortcut Menuju Melarat: Membongkar Algoritma dan Manipulasi Psikologi di Balik Slot Gacor
20 hours ago

FOMO vs realita: tekanan sosial di era semua serba update
4 days ago

Climate Anxiety: Kenapa Berita Lingkungan Bikin Kita Sesak?
4 days ago

Kenapa Petinggi Korporat Sekarang Lebih Pilih Ransel daripada Pakai Koper?
5 days ago





