Ceritra
Ceritra Warga

Stop Buang Makanan! Ini Teknik Food Prep Agar Bahan Awet dan Nutrisi Terjaga

Refa - Saturday, 07 February 2026 | 08:30 AM

Background
Stop Buang Makanan! Ini Teknik Food Prep Agar Bahan Awet dan Nutrisi Terjaga
Ilustrasi sayuran di dalam wadah plastik (pexels.com/Nataliya Vaitkevich )

Menjaga kesegaran bahan makanan di dalam kulkas bukan sekadar memasukkannya ke dalam rak, melainkan tentang mengatur kelembapan dan menghambat pertumbuhan bakteri. Teknik penyimpanan yang tepat tidak hanya mencegah pemborosan makanan (food waste), tetapi juga menjaga kandungan nutrisi dan tekstur bahan tetap optimal. Dengan metode yang benar, stok sayuran dan protein hewani dapat tetap layak konsumsi hingga dua minggu ke depan.

Memahami karakteristik setiap bahan adalah kunci dalam manajemen kulkas yang efisien. Berikut adalah strategi taktis untuk mengawetkan sayuran dan protein agar tahan lebih lama.

1. Teknik Penyimpanan Sayuran Hijau (Metode Paper Towel)

Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, atau selada sangat sensitif terhadap kelembapan berlebih yang menyebabkan pembusukan cepat.

  • Tindakan: Cuci bersih sayuran, lalu keringkan hingga benar-benar kering menggunakan spinner sayur atau diangin-anginkan. Lapisi wadah kedap udara dengan tisu dapur (paper towel), masukkan sayuran, dan tutup rapat.
  • Fungsi: Tisu dapur akan menyerap kelebihan uap air yang keluar dari pori-pori sayur, sehingga dedaunan tetap renyah dan tidak berlendir.

2. Mengawetkan Sayuran Batang dan Akar

Sayuran seperti wortel, brokoli, dan seledri memerlukan perlakuan berbeda untuk menjaga hidrasinya.

  • Wortel dan Seledri: Simpan dalam wadah berisi air bersih hingga seluruh bagian terendam, lalu tutup rapat dan letakkan di kulkas. Ganti air setiap 2-3 hari sekali.
  • Brokoli dan Kembang Kol: Jangan dicuci sebelum disimpan. Bungkus rapat menggunakan plastic wrap atau masukkan ke dalam plastik klip dengan sedikit udara di dalamnya untuk menjaga tekstur tetap padat.

3. Manajemen Protein Hewani (Metode Deep Freeze)

Untuk protein seperti ayam, daging sapi, atau ikan agar bertahan hingga dua minggu, suhu chiller biasa tidaklah cukup.

  • Tindakan: Cuci bersih (khusus ikan dan ayam) lalu keringkan. Bagi protein ke dalam porsi sekali masak menggunakan wadah kecil atau plastik vacuum. Berikan label tanggal pembelian pada kemasan.
  • Penyimpanan: Simpan di dalam freezer dengan suhu di bawah -18°C. Membagi porsi sangat penting agar tidak melakukan proses thawing (mencairkan) dan pembekuan ulang berkali-kali yang dapat merusak kualitas daging dan mengundang bakteri.

4. Tips Khusus untuk Bumbu Dapur (Bawang dan Cabai)

Bumbu dapur sering menjadi bahan yang paling cepat busuk jika tercampur dengan uap air dari sayuran lain.

  • Cabai: Petik tangkainya (jangan dicuci), masukkan ke wadah kedap udara yang dialasi tisu, dan tambahkan satu siung bawang putih kupas di dalamnya. Bawang putih berfungsi sebagai antibakteri alami.
  • Bawang Putih/Merah Kupas: Jika sudah dikupas, simpan dalam wadah kering dan tutup rapat. Pastikan tidak ada tetesan air yang masuk ke dalam wadah tersebut.

5. Pengaturan Suhu dan Sirkulasi Udara Kulkas

Kinerja kulkas sangat memengaruhi daya tahan bahan makanan. Jangan mengisi kulkas terlalu penuh hingga menutupi lubang sirkulasi udara.

  • Strategi: Letakkan protein di bagian paling dingin (rak atas atau freezer) dan sayuran di laci khusus (crisper drawer) yang memiliki kontrol kelembapan.
  • Penting: Hindari menyimpan sayuran berdekatan dengan buah-buahan yang mengeluarkan gas etilen (seperti apel atau alpukat matang) karena dapat mempercepat pembusukan sayuran di sekitarnya.

Penutup: Belanja Sekali, Masak Berkali-kali

Ketelitian dalam melakukan persiapan bahan makanan (food prep) segera setelah belanja adalah investasi waktu yang akan memudahkan proses memasak setiap harinya. Dengan teknik pengawetan yang disiplin, kualitas bahan makanan akan terjaga, pengeluaran lebih terkontrol, dan kesehatan keluarga lebih terjamin.

Logo Radio
🔴 Radio Live