Ceritra
Ceritra Warga

Rahasia di Balik Pasta Sisa: Mengapa Menyimpannya Semalam Justru Lebih Menyehatkan?

Nisrina - Thursday, 15 January 2026 | 07:15 AM

Background
Rahasia di Balik Pasta Sisa: Mengapa Menyimpannya Semalam Justru Lebih Menyehatkan?
Misteri pasta semalam terasa lebih enak. (Freepik/)

Bagi sebagian besar pencinta kuliner, tidak ada yang bisa mengalahkan kenikmatan menyantap sepiring pasta yang baru saja matang, masih mengepul panas, dan berlumur saus yang lezat. Selama ini, makanan sisa atau leftovers sering kali dipandang sebelah mata, dianggap kurang segar, atau bahkan kehilangan nutrisinya. Namun, pandangan tersebut tampaknya harus segera direvisi, terutama jika kita berbicara tentang karbohidrat bertepung seperti pasta. Sebuah fakta ilmiah yang menarik baru-baru ini diungkap oleh para ahli kesehatan, yang menyatakan bahwa pasta yang telah disimpan semalam di lemari pendingin dan kemudian dipanaskan kembali ternyata memiliki profil kesehatan yang jauh lebih baik dibandingkan saat dimasak pertama kali.

Fenomena ini bukanlah sihir, melainkan sebuah proses kimiawi alami yang terjadi pada struktur molekul makanan. Dr. Balazs Bajer, seorang ahli fisiologi terkemuka, menjelaskan bahwa rahasianya terletak pada perubahan struktur pati dalam pasta. Saat pasta dimasak dan kemudian didinginkan, terjadi proses yang disebut retrogradasi. Dalam proses ini, pati yang sebelumnya mudah dicerna oleh tubuh berubah bentuk menjadi apa yang dikenal sebagai "pati resisten" atau resistant starch.

Untuk memahami mengapa hal ini penting, kita perlu melihat bagaimana tubuh mencerna karbohidrat. Secara umum, saat kita memakan pasta panas yang baru matang, tubuh kita akan dengan cepat memecah pati tersebut menjadi glukosa (gula) yang langsung diserap ke dalam aliran darah. Hal ini menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, yang diikuti dengan pelepasan insulin. Bagi mereka yang memiliki masalah sensitivitas insulin atau diabetes, serta bagi mereka yang sedang menjaga berat badan, lonjakan gula darah yang drastis ini bukanlah kabar baik. Energi mungkin naik dengan cepat, tetapi akan turun kembali dengan cepat pula, sering kali memicu rasa lapar yang datang lebih awal.

Sebaliknya, pati resisten yang terbentuk setelah pasta didinginkan bekerja dengan cara yang sangat berbeda. Sesuai namanya, pati ini "resisten" atau tahan terhadap pencernaan di usus halus. Artinya, ia tidak langsung dipecah menjadi glukosa. Alih-alih diserap sebagai gula, pati resisten ini akan berjalan terus menuju usus besar. Di sana, ia bertindak menyerupai serat makanan. Keberadaannya menjadi sumber makanan atau prebiotik bagi bakteri baik yang menghuni usus kita. Bakteri-bakteri ini kemudian memfermentasi pati tersebut dan menghasilkan asam lemak rantai pendek yang bermanfaat, yang dapat meningkatkan kesehatan usus hingga mengurangi risiko peradangan.

Implikasi dari perubahan ini sangat signifikan bagi kesehatan metabolisme. Karena penyerapannya yang lambat dan sifatnya yang seperti serat, mengonsumsi pasta yang telah didinginkan (dan dipanaskan kembali) menghasilkan kenaikan gula darah yang jauh lebih landai dan stabil dibandingkan pasta segar. Ini adalah "trik" sederhana namun efektif bagi mereka yang ingin tetap menikmati hidangan karbohidrat favorit tanpa harus merasa bersalah akan dampak glikemiknya. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa jumlah kalori yang diserap tubuh dari pati resisten sedikit lebih rendah daripada pati biasa.

Menariknya, manfaat ini tidak hilang ketika pasta tersebut dipanaskan kembali. Banyak orang mungkin berpikir bahwa memanaskan ulang makanan akan merusak nutrisi atau mengembalikan struktur pati ke bentuk semula. Namun, penelitian menunjukkan bahwa proses pemanasan kembali pasta yang sudah dingin justru dapat mempertahankan, atau dalam beberapa kasus malah sedikit meningkatkan, kadar pati resisten tersebut. Jadi, Anda bisa menikmati pasta hangat yang lezat dengan manfaat kesehatan dari pasta dingin.

Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan pentingnya aspek keamanan pangan. Meskipun pasta sisa lebih sehat secara kimiawi, penyimpanannya harus dilakukan dengan benar untuk menghindari pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Bacillus cereus. Pasta sebaiknya tidak dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam setelah dimasak. Segera simpan dalam wadah kedap udara dan masukkan ke dalam kulkas. Dengan cara penyimpanan yang higienis, Anda tidak hanya mendapatkan keamanan pangan, tetapi juga mengubah hidangan sederhana menjadi makanan super bagi bakteri baik di usus Anda.

Kesimpulannya, jangan ragu untuk memasak pasta dalam jumlah lebih banyak dan menyimpannya untuk esok hari. Sering kali kita merasa makanan segar adalah yang terbaik, tetapi dalam kasus karbohidrat tertentu seperti pasta, kentang, dan nasi, waktu dan suhu dingin justru menyempurnakan kualitasnya bagi tubuh. Ini adalah bukti bahwa sains dapur bisa menjadi sekutu terbaik kita dalam menjalani gaya hidup sehat tanpa harus mengorbankan rasa.

Tags

Logo Radio
🔴 Radio Live