Pecinta OOTD Wajib Tahu! Bedanya Tenun Ikat, Songket, dan Tanun
Refa - Wednesday, 18 February 2026 | 02:00 PM


Biar Nggak Malu-maluin Saat Kondangan: Kupas Tuntas Bedanya Tenun Ikat, Songket, dan Tanun
Pernah nggak sih lagi asyik nge-scroll TikTok atau Instagram, terus lewat konten outfit of the day (OOTD) yang pakai kain tradisional tapi gayanya modern banget? Rasanya keren gitu, ya. Kesannya kayak orang yang punya selera tinggi, peduli budaya, tapi tetep edgy. Tapi jujur deh, pas lo mau beli atau sekadar mau sok tahu di depan gebetan, lo sering bingung nggak sih bedain mana yang namanya Tenun Ikat, Tenun Songket, atau istilah Tenun Tanun yang kedengarannya mirip-mirip tapi ternyata beda rasa?
Jangan sampai deh, niatnya mau pamer pengetahuan soal slow fashion asli Indonesia, malah salah sebut kain Songket dibilang Batik. Bisa jatuh itu reputasi lo sebagai anak muda yang "berbudaya". Nah, biar pengetahuan lo nggak cuma mentok di permukaan, mari kita bedah satu per satu dengan gaya santai sambil ngopi. Karena sebenarnya, di balik selembar kain itu, ada ribuan jam kerja manual yang bikin harganya kadang setara sama harga iPhone keluaran terbaru.
Tenun Ikat: Si Pattern yang Blurry tapi Artistik
Kalau lo suka sama motif-motif yang kelihatan agak samar di pinggirannya atau punya kesan earthy dan organik, kemungkinan besar itu adalah Tenun Ikat. Kenapa disebut ikat? Ya karena tekniknya memang ribet parah. Sebelum benangnya ditenun jadi kain, benang-benang itu diikat dulu pakai tali rafia atau serat plastik sesuai dengan motif yang diinginkan, baru kemudian dicelup ke pewarna.
Bayangin deh, perajinnya harus punya daya imajinasi setingkat dewa. Mereka harus tahu bagian mana yang harus diikat biar warnanya nggak masuk, dan bagian mana yang dibiarin biar warnanya nyerap. Pas ikatannya dibuka, muncullah motif-motif cantik itu. Karena proses "rembesan" warna saat pencelupan tadi, makanya motif di Tenun Ikat biasanya nggak punya garis yang tajam banget. Ada efek-efek gradasi yang bikin kain ini terasa sangat manusiawi dan jauh dari kesan buatan mesin pabrik.
Tenun Ikat ini primadonanya daerah Indonesia Timur kayak NTT, Sumba, atau Flores. Tapi jangan salah, di Jawa juga ada yang terkenal banget namanya Tenun Troso dari Jepara. Kalau mau tampil dengan gaya indie yang estetik, Tenun Ikat ini pilihannya. Cocok banget dijadiin rompi atau outer buat nongkrong di coffee shop senja-senja.
Tenun Songket: Mewah dan Glamor
Bergeser ke tetangganya, ada Tenun Songket. Kalau Ikat mainnya di teknik pewarnaan benang sebelum ditenun, Songket ini mainnya di teknik "selip-selipan". Jadi, pas kainnya ditenun, perajin bakal menyelipkan benang tambahan sebagai hiasan. Dan biasanya, benang yang dipakai bukan sembarang benang, melainkan benang emas atau perak.
Makanya, nggak heran kalau kain Songket itu teksturnya lebih tebal dan berat. Kalau lo pegang, motifnya kayak timbul gitu, beda sama Ikat yang rata. Kesan yang didapat dari Songket itu jelas: Mewah, Mahal, dan "Gue lagi kondangan". Songket Palembang dan Songket Minangkabau adalah juaranya di kategori ini. Motifnya penuh, berkilau, dan kalau dipakai pas malam hari, bakal kelihatan paling bersinar di antara kerumunan.
Secara filosofis, Songket itu sering banget dibilang "Ratu-nya Kain". Dulu, nggak sembarang orang bisa pakai Songket karena ini melambangkan status sosial. Tapi sekarang, siapa pun bisa pakai, asal kuat bayarnya dan kuat nahan beratnya. Fyi aja, jangan coba-coba nyuci Songket pakai mesin cuci atau deterjen biasa ya, kalau nggak mau emas-emasnya rontok dan nangis di pojokan kamar.
Lalu, Apa Itu Tenun Tanun?
Nah, ini nih yang sering bikin orang dahi berkerut. Apa lagi itu Tenun Tanun? Sebenarnya, istilah "Tanun" ini lebih merujuk pada dialek atau penyebutan lokal di daerah tertentu, khususnya di Sulawesi Selatan (Bugis-Makassar). Di sana, kata "Tenun" sering disebut sebagai "Tanun" atau "Mattanun" yang artinya proses menenun itu sendiri.
Kalau kita bicara soal Tenun/Tanun dari tanah Bugis, yang langsung terlintas di kepala pastinya adalah Lipaa' Sabbe atau Sarung Sutera Bugis. Berbeda dengan Ikat yang motifnya rumit atau Songket yang berkilau emas, Tanun Bugis ini punya ciri khas pada motif kotak-kotak (curak) dan garis-garis yang minimalis tapi tetap terlihat elegan. Bahannya yang pakai sutera bikin kain ini adem banget pas dipakai, cocok buat iklim kita yang seringnya panas membara.
Penyebutan tanun ini juga membawa nuansa identitas budaya yang kuat. Jadi kalau lo lagi main ke Makassar atau Sengkang terus dengar orang bilang tanun, ya itu maksudnya kerajinan tenun mereka yang legendaris itu. Ini bukan sekadar beda satu huruf, tapi soal bagaimana masyarakat setempat mencintai tradisi turun-temurunnya.
Kenapa Kita Harus Peduli?
Mungkin lo bakal mikir, "Ah, ribet banget mending beli baju kaos di mall." Eits, tunggu dulu. Di tengah gempuran fast fashion yang merusak lingkungan, memilih kain tenun asli (bukan yang motif cetak/print mesin ya!) adalah bentuk kontribusi nyata lo buat bumi dan ekonomi lokal. Menenun itu sebuah meditasi. Bayangin, satu helai kain bisa selesai dalam waktu mingguan bahkan bulanan.
Saat lo pakai Tenun Ikat, Songket, atau Tanun, lo sebenarnya lagi memakai karya seni. Ada doa, harapan, dan sejarah di setiap tarikan benangnya. Selain itu, memakai kain tradisional itu bikin lo punya karakter unik. Di saat orang lain pakai baju yang sama dari merek retail global, lo tampil beda dengan kain yang nggak bakal ada duanya di dunia karena setiap produk handmade pasti punya "ketidakteraturan" yang cantik.
Kesimpulannya sederhana: Kalau mau yang terlihat artistik dan sedikit "liar", pilih Tenun Ikat. Kalau mau terlihat glamor dan siap jadi pusat perhatian, Tenun Songket jawabannya. Dan kalau mau yang klasik, nyaman, dengan sentuhan sutera yang halus, carilah Tenun Tanun khas Sulawesi. Apapun pilihannya, yang penting jangan sampai salah kostum dan tetap bangga pakai produk asli Indonesia. Jangan cuma bangga pas diklaim negara tetangga doang, ya!
Jadi, sudah tahu mau hunting kain yang mana buat acara minggu depan? Jangan lupa siapkan budget lebih, karena karya tangan manusia nggak pernah murah, dan itu sangat sebanding dengan kualitas yang lo dapetin. Yuk, mulai koleksi satu-satu!
Next News

Ternyata Ini Fungsi Saku Kecil di Celana Jeans yang Bikin Kesal
in 6 hours

Sejarah Unik di Balik Warna Biru Indigo pada Celana Jeans
in 5 hours

Fakta Keju Emmental Ikon Kartun Tom and Jerry yang Mendunia
in 4 hours

Cara Cepat Bersihkan Alat Masak Berminyak Usai Iftar
in 6 hours

Saus Tomat Tak Mau Keluar? Simak Tips Ampuh Agar Tidak Tumpah
in 3 hours

Kenapa Donat Bolong Tengahnya? Ini Alasan Unik di Baliknya
in 2 hours

Rahasia Ruang Operasi: Kenapa Dokter Tidak Pakai Jas Putih?
in an hour

Perut Kembung Setelah Buka Puasa? Lakukan Ini Agar Begah Hilang
in 3 hours

Kenapa Bus Sekolah Warna Kuning? Bukan Sekadar Estetika!
in 26 minutes

Kenapa Nggak Biru atau Ungu? Rahasia Warna Lampu Lalu Lintas
34 minutes ago






